“Bumbung Breng” Antarkan Sub Rayon 03 Padamara-Kutasari Juara 2 Pawai Budaya

Bagikan :

*Dalam Rangka Hari Jadi ke 195 Kabupaten Purbalingga

Foto bersama usai tampil pada Pawai Budaya dan Kirab Pusaka dalam rangka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Andi Prasetyo/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR–Sub Rayon 03 Padamara–Kutasari berhasil meraih Juara II Pawai Budaya dan Kirab Pusaka dalam rangka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga, Sabtu (20/12/2025). Mengusung seni tradisional dolanan anak “Bumbung Breng”, penampilan ini dinilai unggul dalam kerapian, kreativitas dalam mengangkat tema dan penampilan.

Penampilan tersebut dapat disimak di link https://vt.tiktok.com/ZSPnGMVVW/

Ketua Rombongan Sub Rayon 03 Padamara–Kutasari, Titik Widajati, S.Pd, M.Pd, mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil evaluasi dan pengembangan konsep dari tahun lalu.

“Tahun lalu kami meraih Juara Harapan I dengan menggarap Tari Lenong Betawi. Tahun ini kami beralih mengangkat seni tradisional dolanan anak Bumbung Breng, dan alhamdulillah bisa meraih Juara II,” ujar Titik Widajati yang juga Kepala SMPN 1 Padamara kepada EDUKATOR, Selasa (23/12/2025).

Koordinator Tim Kreasi Sub Rayon 03 Padamara–Kutasari, Andi Prasetyo, S.Pd, menambahkan, penampilan ini melibatkan tujuh sekolah. Yakni  SMP Negeri 1 dan 2 Padamara, SMP Negeri 1, 2, 3, dan 4 Kutasari, serta SMP Abdi Negara Padamara.Koordinator Tim Kreatif Sub Rayon 03 Padamara -Kutasari Andi Prasetyo, S.Pd (tengah) menunjukkan trophy juara 2 Pawai Budaya dan Kirab Pusaka dalam rangka Hari Jadi ke 195 Kabupaten Purbalingga

“Kami sepakat mengangkat Bumbung Breng sebagai identitas lokal Purbalingga yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda,” kata Andi Prasetyo yang juga Kepala SMPN 4 Kutasari.

Penampilan Sub Rayon 03 Padamara-Kutasari 

Bumbung Breng merupakan kesenian tradisional dolanan anak khas Purbalingga yang memanfaatkan alat musik bambu seperti bumbung atau tabung bambu, kenthong, melodi gambang, gong bumbung, dan instrumen bambu lainnya.

Terancam Punah
Kesenian ini biasanya diiringi lagu-lagu dolanan Jawa yang dimainkan anak-anak sebagai hiburan dan sarana interaksi sosial. Namun, perkembangan zaman dan teknologi membuat kesenian ini kian terancam punah karena anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan gawai.

Dalam pawai budaya tersebut, sebanyak 40 penari dan penabuh dari para murid SMP Negeri 1 Padamara tampil memukai membawakan lagu-lagu dolanan anak seperti Ning Nong Ning Gung, Padhang Wulan, Thing Thong Thing Dhung dan sebagainya. Penampilan itu menjadi bentuk ikhtiar pelestarian budaya lokal yang disuguhkan kepada masyarakat Purbalingga.

Rute Pawai
Sepanjang perjalanan menyusuri rute pawai, rombongan Sub Rayon 03 Padamara-Kutasari disambut meriah ribuan  penonton. Rute dimulai dari GOR Goentoer Darjono, melintasi Jalan Letkol Isdiman hingga Perempatan Banteng, kemudian menuju Perempatan Sate Indra sebagai titik penampilan pertama.

Rombongan melanjutkan ke simpang tiga SMP Negeri 1 Purbalingga sebagai titik penampilan kedua, menuju panggung kehormatan di depan Pendapa Dipokusumo, dan berakhir di Gedung DPRD Kabupaten Purbalingga.

Panitia menilai peserta berdasarkan kerapian, kreativitas tema, dan penampilan. Juara I diraih Owabong, Juara II Sub Rayon 03 Padamara–Kutasari, dan Juara III Kecamatan Rembang.

Kemudian penghargaan Juara Harapan I diberikan kepada MKKS SMK, Harapan II diraih Rumpun 1 dengan koordinator Dinas Kesehatan yang terdiri dari Setwan, Dukcapil, Kesbangpol, BPBD, Dindikbud, Dinporapar, dan Dinkes, serta Harapan III diraih Gabungan BUMD. Para pemenang memperoleh trofi, piagam, dan uang pembinaan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Sadono, S.Sos, M.Si menyampaikan apresiasi tinggi kepda Sib Rayon 03 Padamara-Kutasari yang metraih juara 2.

“Selamat dan sukses untuk Sub Rayon 03 Padamara-Kutasari yang mampu meraih juara 2 dalam pawai budaya dan kirab pusaka Hari jadi ke 195 Kabupaten Purbalingga tahun ini,” ujarnya.

Sadono menambahkan, pawai budaya dan kirab pusaka diikuti 81 kntingen, terbagi ke dalam lima kelompok peserta, mulai dari Forkopimda, sekolah, kecamatan, OPD/BUMD/BUMN, hingga organisasi masyarakat dan perusahaan swasta.

“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kecintaan pada kearifan lokal sekaligus memberi ruang kreativitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga di bawah kepemimpinan Bupati Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani. Hal ini  sebagai wujud komitmen menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

audiensi2
Faperta Unsoed akan Reklamasi Tanah Tidak Produktif di Purbalingga
salut langgeng
Yuk, Kuliah di UT–Salut Langgeng Purbalingga
bnnk2
Seluruh Pegawai BNNK Purbalingga Jalani Pemeriksaan Tes Narkoba
persibangga1
Persibangga Menang Tipis Lawan PPSM Magelang
PRIYANTO10
Membaca Brainrot sebagai Gejala Pendidikan Digital:Sebuah Tinjauan Strategis