*11 Orang Diantaranya Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama
Bupati Banyumas Sadewo menyerahkan Surat Keputusan kepada salah satu pejabat terlantik. (Foto: Prokompin Setda Banyumas/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR –Mengawali tahun baru 2026, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melantik 159 pejabat dalam rangka penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, Kamis (1/1/2026), di Pendopo Si Panji Purwokerto. Pelantikan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dari total 159 pejabat yang dilantik, terdiri atas 11 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II, serta 148 pejabat Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV). Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Lintarti, Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie, dan jajaran pejabat daerah.
Berikut Daftar 11 pejabat JPT Pratama yang dilantik:

Pemerintahan yang Adaptif dan Responsif
Bupati Sadewo menegaskan bahwa perubahan SOTK bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan bagian dari upaya menyeluruh membangun pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Penataan organisasi ini bukan formalitas, tetapi ikhtiar bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien. Tujuan akhirnya jelas, peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah,” kata Sadewo.
Sadewo meminta seluruh pejabat yang dilantik segera menyesuaikan diri dengan struktur baru tanpa menunda waktu. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang lincah, kolaboratif, dan mampu memangkas birokrasi yang berbelit.
“Jadilah pemimpin yang adaptif, tinggalkan pola kerja yang lamban. Bangun kolaborasi total dan hilangkan ego sektoral agar pembangunan berjalan dalam satu irama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sadewo menekankan agar seluruh perangkat daerah menjadikan program strategis kepala daerah sebagai arah utama dalam merumuskan kebijakan dan melaksanakan kegiatan.
“Program strategis pimpinan daerah harus menjadi kompas bersama dalam setiap langkah kerja,” ujarnya.
Didominasi Oleh Penempatan Kembali Pejabat Lama
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, menjelaskan bahwa pergeseran jabatan dalam SOTK baru didominasi oleh penempatan kembali pejabat lama, disertai rotasi dan promosi jabatan.
“Total ada 159 pejabat yang dilantik, terdiri dari 11 JPT Pratama serta 148 pejabat Administrator dan Pengawas,” kata Eko.
Badan Pendapatan Daerah Dinilai Srategis
Ia menyebut salah satu posisi strategis yang terisi adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah yang kini dijabat Sugeng Amin, sebelumnya Kepala Satpol PP. Adapun posisi Kasatpol PP kini diemban Krisanto, menggantikan Sugeng Amin.
Posisi Kepala Badan Pendapatan Daerah dianggap strategis karena lembaga ini berperan dalam mengelola sumber pendapatan utama daerah (pajak dan retribusi), yang pada gilirannya sangat menentukan kemandirian fiskal, pelayanan publik, dan arah pembangunan daerah. Perubahan jabatan di posisi ini bukan sekadar rotasi biasa, tetapi terkait langsung dengan kemampuan daerah mencapai target pembangunan dan efektivitas APBD.
Penggabungan Kelembagaan
Dalam penyesuaian SOTK baru, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga melakukan penggabungan kelembagaan, di antaranya Dinas Kesehatan yang secara administratif digabung dengan RSUD Ajibarang dan RSUD Banyumas, tanpa mengubah struktur eselonisasi internal.
Sementara itu, posisi Kepala Dinas Sosial masih kosong pascapemisahan dari unit Permades. Terkait hal tersebut, Eko menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah lanjutan.
“Bapak Bupati akan mempertimbangkan apakah pengisian jabatan dilakukan melalui seleksi terbuka atau mekanisme mutasi,” jelasnya.
Dengan penataan kelembagaan ini, Pemkab Banyumas berharap kinerja organisasi perangkat daerah semakin solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pembangunan secara berkelanjutan.(Prasetiyo)