*Layani Pelajar di Daerah yang Tidak Terjangkau Trayek Angkutan Umum

PURBALINGGA, EDUKATOR – Ini kabar gembira bagi anak-anak sekolah yang akan kembali ke sekolah mulai Senin (5/1/2026), setelah sebelumnya libur Natal dan tahun baru selama kurang lebih 2 minggu. Anak-anak sekolah di Purbalingga, khususnya yang tinggal di wilayah belum terjangkau trayek angkutan umum, kini memiliki harapan baru dengan hadirnya bus sekolah. Bus ini disiapkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mendukung perjalanan mereka ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman.
Antar Jemput Gratis
Bus sekolah tersebut diterima Pemkab Purbalingga dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas aspirasi Anggota DPR RI H Rofik Hananto.
Penyerahan dilakukan Selasa (30/12/2025) di Pendopo Dipokusumo. Bus ini akan difokuskan melayani antar jemput siswa SMP dan MTs dari keluarga kurang mampu, terutama di daerah yang selama ini kesulitan akses transportasi umum, sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan.
Wakil Bupati Purbalinga Dimas Prasetyahani menjajal bus sekolah
Penyerahan bus sekolah itu dirangkaikan dengan penyaluran hibah mobil operasional desa melalui program unggulan Satu Desa Satu Mobil yang digagas Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani. Pada tahap ini, sebanyak 10 desa menerima mobil operasional dengan total anggaran Rp 2,2 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto, mengatakan hibah mobil operasional desa merupakan bagian dari realisasi program prioritas daerah. “Maksud Mas Bupati memberikan hibah mobil ini adalah untuk mendorong pembangunan desa sekaligus merealisasikan salah satu program unggulan yang tertuang dalam RPJMD,” ujarnya.
10 Desa Penerima Hibah Mobil
Sepuluh desa penerima hibah tersebut meliputi Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet, Desa Timbang Kecamatan Kejobong, Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan, Desa Makam Kecamatan Rembang, Desa Brakas Kecamatan Karanganyar, Desa Sumilir Kecamatan Kemangkon, Desa Rajawana Kecamatan Karangmoncol, Desa Bukateja Kecamatan Bukateja, Desa Kalapacung Kecamatan Bobotsari, dan Desa Kaligondang Kecamatan Kaligondang.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan, bus sekolah dan mobil operasional desa merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik hingga ke pelosok desa dan sektor pendidikan. Ia meminta agar seluruh kendaraan benar-benar dimanfaatkan.
“Mohon dirawat dengan baik. Semoga bisa membantu dan mensuport kebutuhan yang ada di desa. Digunakan dengan baik juga, jangan sampai hanya dipajang, tapi benar-benar dimanfaatkan agar bermanfaat,” kata Fahmi.
Menurut Fahmi, mobil operasional desa dapat digunakan untuk mendukung pelayanan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, pembangunan, hingga penanganan kondisi darurat.
Sementara bus sekolah diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi pelajar sekaligus keselamatan dan kenyamanan siswa, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini harus menempuh perjalanan sulit menuju sekolah.
Gaji Bupati Disumbangkan untuk PPPK
Pada kesempatan yang sama, Bupati Fahmi juga menyalurkan bantuan senilai Rp 42,8 juta yang berasal dari gajinya sebagai bupati kepada 107 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Bantuan diberikan kepada PPPK dengan masa pengabdian lebih dari 25 tahun, berusia di atas 55 tahun, serta memiliki jarak tempat tinggal jauh, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga.(Prasetiyo)