Cegah Penyakit Cacingan, Dua Dosen Unsoed Lakukan Penyuluhan

Bagikan :

*Di Posyandu Dusun Bandingan Desa Dawuhan

dr. Lieza Dwianasari Susiawan, M.Kes sedang memberikan penyuluhan bahayanya penyakit cacingan

PURBALINGGA, EDUKATOR – Dua dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memberikan penyuluhan tentang pencegahan penyakit cacingan pada balita dan anak sekolah dasar di Posyandu Dusun Bandingan, Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (4/10/2025).

Dua dosen Unsoed tersebut, dr. Lieza Dwianasari Susiawan, M.Kes dari Fakultas Kedokteran dan Suryanto, SKM, MSc. dari Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes).

Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Smart Living bidang Kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua terhadap bahaya penyakit cacingan. .Foto bersama usai penyuluhan 

Kegiatan diikuti oleh para ibu yang datang ke posyandu, serta kader kesehatan dan bidan desa. Mereka antusias mendengarkan materi tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan penyakit cacingan yang menular melalui tanah (soil-transmitted helminths).

Bukan Penyakit Ringan
Dalam penyuluhannya, dr. Lieza menekankan bahwa penyakit cacingan masih sering menyerang anak-anak di usia dini dan dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang mereka. “Cacingan bukan penyakit ringan. Anak yang terinfeksi bisa mengalami kurang gizi, lemas, dan kesulitan belajar karena tubuhnya kekurangan zat penting,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan. “Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, memakai alas kaki, dan tidak bermain di tanah tanpa perlindungan,” tambahnya.Suryanto, SKM, MSc sedang memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemnberian obat cacing secara berkala.

Sementara itu, Suryanto menegaskan pentingnya pemberian obat cacing secara berkala, terutama bagi anak-anak balita dan usia sekolah dasar. “Obat cacing sebaiknya diberikan setiap enam bulan sekali agar anak terhindar dari infeksi berulang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa menjaga sanitasi lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. “Lingkungan yang bersih dan saluran pembuangan yang baik dapat mencegah telur cacing berkembang biak,” jelas Suryanto.

Baik Suryanto maupun dr. Lieza berharap, ibu-ibu di desa Dawuhan semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan dan rutin melakukan pencegahan penyakit cacingan. Dengan menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan optimal.

Selain sesi pemaparan, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif bertanya tentang gejala dan cara pengobatan penyakit cacingan. “Saya baru tahu kalau cacingan bisa memengaruhi kecerdasan anak. Ini penting sekali untuk kami para ibu,” ungkap Sri Wahyuni, salah satu peserta penyuluhan.

Sebagai penutup, panitia membagikan bingkisan sembako kepada para ibu yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan penyuluhan. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

6307763819484221068
Kalahkan PPSM Sakti 5-0, Persibangga Melaju Mulus ke 16 Besar
sepatu1
UAJY, STIKES Panti Rapih dan Poltek ATMI Kembangkan Sepatu Terapeutik
halal2
Halal Center Unsoed-Mahasiswa KKN Dampingi UMKM Membuat Sertifikasi Halal
goes2
Kominfo Banjarnegara "Goes to School" ke SMKN 1 Bawang, Dorong Siswa Bijak Bermedsos
uin1
UIN Saizu Dukung Program P4GN BNNK Purbalingga