Dindikbud Purbalingga Kirim Bantuan ke Sekolah-sekolah Terdampak Bencana

Bagikan :

*Sebagai Penguat Harapan, Anak-anak Tidak Sendirian

PURBALINGGA, EDUKATOR–Ketika bencana memaksa sebagian anak kehilangan buku, seragam, bahkan rasa aman untuk kembali ke sekolah, keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga segera bertindak dengan mengirimkan berbagai bantuan. Bantuan dikirim ke sekolah-sekolah terdampak bencana, Kamis (5/2/2026).

Melalui kegiatan kemanusiaan “Dindikbud Purbalingga Peduli Bencana” itu, Kadindikbud Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si menyampaikan pesan, bahwa para korban. utamanya anak-anak sekolah tidak sendirian menanggung penderitaan ini.

“Bantuan ini mungkin tidak bisa menggantikan semua yang hilang, tetapi kehadiran kita adalah pesan bahwa anak-anak kita tidak sendirian. Pendidikan harus hadir sebagai penguat harapan,” pesan Heru Sri Wibowo kepada Tim Dindikbud .

Tim Dindikbud Purbalingga yang menyalurkan bantuan bencana banjir bandang dan tanah longsor di kaki Gunung Slamet, terdiri Tim PAUD, Tim SD dan Tim SMP. Tim dibagi berdasarkan jenjang pendidikan agar penyaluran lebih terarah.

Dengan menggunakan berbagai kendaraan, tim bergerak ke sekolah-sekolah di wilayah Karangreja dan Mrebet yang terdampak bencana.

Tim PAUD Menyasar Lembaga di Serang dan Kutabawa
Tim PAUD melibatkan unsur Bidang PAUD Dindikbud, Korwilcam, IGTK, Himpaudi, serta PGRI. Mereka menyalurkan bantuan berupa paket lengkap dan paket kecil ke sejumlah lembaga PAUD di wilayah Serang dan Kutabawa.

Bantuan disalurkan ke TK Pertiwi 1 Serang sebanyak 6 paket lengkap dan 40 paket kecil, TK Pertiwi 2 Serang sebanyak 58 paket kecil, serta TK Pertiwi 3 Serang sebanyak 1 paket lengkap dan 36 paket kecil.

Di wilayah Kutabawa, bantuan disalurkan ke TK Pertiwi 1 Kutabawa sebanyak 1 paket lengkap dan 36 paket kecil, TK Pertiwi 2 Kutabawa sebanyak 1 paket lengkap dan 32 paket kecil, serta KB Stroberi sebanyak 2 paket lengkap.

Penyaluran bantuan di jenjang PAUD dinilai penting karena anak-anak usia dini merupakan kelompok yang paling rentan mengalami gangguan psikologis ketika bencana terjadi. Kehadiran pendidik dan bantuan perlengkapan belajar menjadi salah satu cara untuk mengembalikan rutinitas mereka.

Tim SD
Sementara itu, Tim SD yang melibatkan unsur Bidang SD Dindikbud, Korwilcam, PGRI, dan K3S menyalurkan bantuan berdasarkan data peserta didik terdampak di sejumlah sekolah dasar.

Bantuan disalurkan kepada murid terdampak di SDN 2 Kutabawa sebanyak 4 murid, SDN 2 Sangkanayu sebanyak 28 murid, SDN 1 Serang sebanyak 9 murid, SDN 3 Serang sebanyak 6 murid, serta SDN 4 Serang sebanyak 23 murid.

Di beberapa sekolah, guru menyebut bencana membuat sebagian murid kehilangan perlengkapan dasar, bahkan terpaksa absen karena kondisi rumah yang belum stabil. Selain kebutuhan logistik, dukungan moral menjadi penting agar anak-anak tetap memiliki keberanian untuk kembali belajar.

Tim SMP
Tim SMP yang terdiri dari unsur Bidang SMP Dindikbud, MKKS, dan PGRI bergerak menuju sekolah-sekolah menengah pertama di wilayah Karangreja dan Mrebet.

Penyaluran bantuan dilakukan kepada peserta didik terdampak di SMPN 1 Karangreja sebanyak 4 murid, SMPN 2 Karangreja sebanyak 42 murid, SMPN 1 Mrebet sebanyak 1 murid, serta SMPN 2 Mrebet sebanyak 4 murid.

Bagi peserta didik SMP, bencana kerap menghadirkan beban yang tidak selalu tampak. Sebagian remaja mulai memahami dampak ekonomi keluarga, perubahan lingkungan, hingga kecemasan akan masa depan. Dalam situasi itu, sekolah diharapkan tetap menjadi ruang aman dan ruang pemulihan.

Koordinasi Lapangan dan Dokumentasi Diperkuat
Dalam pelaksanaan kegiatan, para Kepala Bidang ditetapkan sebagai koordinator tim untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran. Setiap tim juga menugaskan personel khusus untuk dokumentasi berupa foto dan video singkat sebagai bagian dari laporan kegiatan.

Koordinasi kendaraan operasional dilakukan secara fleksibel antarbidang. Jika ada tim yang membutuhkan tambahan armada, kendaraan dapat disinergikan sesuai kebutuhan lapangan.

Gerakan Peduli Bencana ini menjadi pengingat bahwa ketika bencana datang, pendidikan tidak boleh berhenti. Di tengah keterbatasan, dunia pendidikan dituntut hadir lebih cepat. Bukan hanya untuk memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan, tetapi juga untuk menjaga anak-anak tetap punya harapan dan keberanian menatap masa depan. (Priyanto/Prs)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-06 at 05.03
Dindikbud Purbalingga Kirim Bantuan ke Sekolah-sekolah Terdampak Bencana
kadindik
Dindikbud Purbalingga Pulihkan Trauma Pelajar Terdampak Bencana
WhatsApp Image 2026-02-05 at 21.19
Kwarcab Pramuka Salurkan Donasi Rp 150 Juta
FAUZI
Dari Bank ke Bangku Sekolah, Mengajari Anak Melayani Tanpa Memilih-milih
WhatsApp Image 2026-02-05 at 00.51
PWI Purbalingga Gelar Rangkaian HPN 2026