*Raih Dana Rp 488 Juta Lebih, Perkuat Keuangan PTMA

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dr. Erna Handayani, S.E., M.M., Ak., CFP., CRP
PURWOKERTO, EDUKATOR–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dr. Erna Handayani, S.E., M.M., Ak., CFP., CRP. Ia dipercaya menjadi Ketua Peneliti Program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi Berkemajuan Tahun 2025, kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah.
Riset ini mengantongi pendanaan Rp 488.996.537 untuk memperkuat keberlanjutan keuangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Penelitian yang diusung berjudul “Financial Distress Prediction Model sebagai Early Warning System (EWS) Keberlanjutan Keuangan PTMA Berbasis ICT”. Riset ini fokus mengembangkan sistem peringatan dini berbasis teknologi informasi guna mendeteksi potensi risiko keuangan perguruan tinggi secara terukur dan sistematis.
Bangun Sistem Peringatan Dini Keuangan
Dr. Erna mengaku bersyukur atas kepercayaan tersebut. Ia menyebut hibah ini sebagai amanah untuk menghadirkan solusi nyata bagi perguruan tinggi.
“Ini amanah untuk menghadirkan solusi berbasis riset,” ujarnya di Purwokerto, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, penelitian ini bertujuan membangun model prediksi financial distress yang terintegrasi dalam sistem EWS berbasis ICT. Sistem itu dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan ketahanan keuangan PTMA dalam jangka panjang.
“Hasilnya diharapkan memperkuat kebijakan monitoring nasional,” katanya.
Ia menambahkan, luaran riset ini diharapkan menjadi rujukan kebijakan bagi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam memperkuat sistem monitoring dan pembinaan PTMA secara nasional.
Kolaborasi Lintas Kampus dan Keilmuan
Riset ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni Prof. Dr. Suryo Pratolo dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Nedi Hendri dari Universitas Muhammadiyah Metro, Prof. Dr. Sri Wahyuni dari UMP, serta Dr. Muhammad Munsarif dari Universitas Muhammadiyah Semarang.
“Kolaborasi ini memperkuat integrasi keilmuan strategis,” tegasnya.
Kolaborasi tersebut mengintegrasikan bidang keuangan, tata kelola, audit, manajemen risiko, hingga pengembangan sistem berbasis artificial intelligence dan data science.
Apresiasi Dekan FEB UMP
Dekan FEB UMP, Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan meraih hibah RISPRO LPDP 2025 membuktikan kualitas dan daya saing dosen FEB UMP di tingkat nasional.
“Hibah ini bukti kualitas riset dosen,” ujarnya.
Ia berharap penelitian ini memberi manfaat luas bagi perguruan tinggi, khususnya PTMA, dalam memperkuat tata kelola dan menjaga keberlanjutan keuangan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menegaskan FEB UMP berkomitmen menghadirkan dosen yang kompeten dan produktif dalam menghasilkan riset unggulan yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi.(Prasetiyo)