Dua Mahasiswa Informatika UKDW Raih Prestasi Internasional

Bagikan :

*Kompetisi Web3, Masing-masing Terima Hadiah 1.000 Dolar Amerika Serikat

Yeheskiel Yunus Tame dan Oktavianus Bima Jadiva

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Dua mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional melalui prestasi membanggakan di ajang Hedera Hello Future: Ascension Hackathon 2025. Kompetisi Web3 berskala global ini diikuti para pengembang teknologi blockchain dari berbagai negara dan menjadi wadah lahirnya inovasi digital berdampak.

Biro Kerjasama dan Relasi Publik UKDW dalam rilis yang diterima EDUKATOR, Jumat (23/1/2026) mengabarkan, dua mahasiswa UKDW tersebut, Yeheskiel Yunus Tame dan Oktavianus Bima Jadiva. Mereka sukses menunjukkan kapasitas dan daya saingnya dalam hackathon internasional yang diselenggarakan oleh ekosistem Hedera Hashgraph. Ajang ini menjadi ruang kolaborasi global untuk menghadirkan solusi Web3 yang inovatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Yeheskiel Yunus Tame berhasil meraih Top 3 Best Submission pada Track Intermediate Problem Statement (DeFi & Tokenization) melalui proyek inovatif bertajuk OneSafeBet. Proyek ini menawarkan konsep no-loss gaming di jaringan Hedera yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam permainan tanpa risiko kehilangan modal.

Berbeda dari platform konvensional, OneSafeBet mengintegrasikan kompetisi strategis dan pasar prediksi dengan mekanisme DeFi yang aman. Inovasi ini menyederhanakan kompleksitas protokol DeFi ke dalam bentuk permainan yang adiktif namun tetap aman, sehingga menjadi pintu masuk yang ramah bagi masyarakat luas ke dalam ekosistem Web3.

“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi DeFi bisa diakses secara aman dan mudah oleh semua kalangan, bukan hanya mereka yang sudah memahami blockchain,” ujar Yeheskiel Yunus Tame.

Masing-masing Terima Hadiah 1.000 Dolar Amerika Serikat
Atas capaian tersebut, Yeheskiel tidak hanya memperoleh pengakuan dari komunitas pengembang Web3 internasional, tetapi juga meraih hadiah sebesar 1.000 dolar Amerika Serikat atau kurang lebih saat ini Rp hampir Rp 17.000.000,-

Prestasi serupa juga diraih oleh mahasiswa Informatika UKDW lainnya, Oktavianus Bima Jadiva, melalui proyek DeQuest yang dikembangkan dalam ajang yang sama. Melalui proyek tersebut, Bima juga berhasil memperoleh hadiah sebesar 1.000 dolar Amerika Serikat.

DeQuest merupakan platform Gamified Web3 Quest berbasis jaringan Hedera Hashgraph yang mengemas proses pembelajaran dan praktik teknologi blockchain, khususnya DeFi, ke dalam bentuk misi interaktif, sistem peringkat, serta pemberian insentif berupa token dan NFT. Pendekatan learning by doing ini mendorong pengguna memahami Web3 secara lebih intuitif dan menyenangkan.

Tidak Harus Rumit
“Belajar blockchain tidak harus rumit. Dengan pendekatan gim, kami ingin membuat Web3 lebih dekat dan diminati generasi muda,” kata Oktavianus Bima Jadiva.

Prestasi yang diraih Yeheskiel dan Bima menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa Program Studi Informatika UKDW dalam merespons perkembangan teknologi global. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa UKDW mampu berperan aktif sebagai inovator, bukan sekadar pengguna teknologi.

Melalui dukungan berkelanjutan terhadap inovasi dan kompetisi internasional, UKDW terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya di tingkat global serta menghasilkan teknologi yang berdampak bagi masyarakat dan masa depan dunia digital.(Prasetiyo)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP