
Dwi Suyoko foto bersama jajaran dewan guru dan anak-anak penerima bantuan sepatu di SMPN 1 Mrebet, Purbalingga. (Foto: Humas SMPN 1 Mrebet/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR — Kesuksesan tidak membuat Dwi Suyoko melupakan almamaternya. Alumni SMP Negeri 1 Mrebet tahun 2014 yang kini memiliki lebih dari 100 outlet minuman kekinian Java Cafe itu, kembali ke sekolah untuk membagikan 100 pasang sepatu baru kepada para murid, Kamis (1/10/2026).
Kepala SMP Negeri 1 Mrebet, Nur Said Manfaluti, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kepedulian Dwi Suyoko terhadap almamaternya. “Kami sangat bangga alumni tetap peduli kepada almamater,” ujar Nur Said kepada EDUKATOR.
Nur Said mengatakan, selain bantuan sepatu, di SMPN 1 Mrebet juga ada Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) . Guru dan karyawan mengumpulkan sumbangan untuk membantu transport harian anak-anak tidak mampu. Dari dana GOTA itu pula, untuk dibelikan sepatu, buku, tas alat-alat sekolah. Bantuan rutin dilakukan setiap bulan sekali.
Terkait bantuan sepatu dari Dwi Suyoko, bantuan tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan Java Cafe, dengan tema. “Sepatu Baru, Semangat Baru – Program 1 Cup 1000 Harapan.”
Penyerahan bantuan disambut antusias para murid yang tampak bahagia menerima sepatu baru dan berfoto bersama.
Kepala SMPN 1 Mrebet Nur Said Manfaluti, S.Pd., M.Pd bersama Dwi Suyoko, seorang alumni yang peduli dengan sekolahnya dulu.(Foto: Humas SMPN 1 Mrebet/EDUKATOR).
Dari Alumni untuk Generasi Penerus
Dwi Suyoko merupakan alumni SMP Negeri 1 Mrebet yang kini sukses mengembangkan Java Cafe dengan lebih dari 100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Nur Said, keberhasilan Dwi Suyoko menjadi inspirasi bagi para murid. Kesuksesan tersebut menunjukkan bahwa alumni SMP Negeri 1 Mrebet mampu berkembang hingga tingkat nasional tanpa melupakan sekolah tempatnya menimba ilmu.
Para murid SMPN 1 Mrebet senang mendapatkan sepatu baru sumbangan Dwi Suyoko. (Foto: Humas SMPN 1 Mrebet/EDUKATOR)
Satu Cup, Menyisihkan Harapan
Dwi Suyoko mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menyisihkan sebagian hasil penjualan bagi kegiatan sosial.
“Setiap cup terjual, ada harapan yang kami sisihkan,” kata Dwi Suyoko.
Ia sengaja kembali ke SMP Negeri 1 Mrebet untuk berbagi dengan adik-adik almamaternya. Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan melalui pemberian 100 pasang sepatu sekolah.
Dwi berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para murid untuk semakin giat belajar dan mengejar cita-cita.
“Kami ingin adik-adik semakin semangat dalam meraih cita-cita,” ungkapnya.
Pemberian sepatu baru itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi para murid untuk terus belajar dan berprestasi.
Bagi SMP Negeri 1 Mrebet, kepedulian alumni tersebut bukan sekadar bantuan. Kehadiran Dwi Suyoko menjadi contoh bahwa keberhasilan seorang alumni dapat kembali memberikan manfaat bagi generasi yang sedang menempuh pendidikan.(Prasetiyo)