Erik Wahyu Widodo Bekali Murid SMAN 1 Sigaluh Menjadi Barber Profesional

Bagikan :

*Alumnus Tahun 1999

Erik Wahyu Widodo, pemilik Moozeel Barbershop Mantrianom, Banjarnegara sedang memperagakan teknik  memotong rambut yang benar di hadapan puluhan murid SMAN 1 Sigaluh. (Foto: Heni Purwono/EDUKATOR).

BANJARNEGARA, EDUKATOR — Gunting hanya sebuah alat, tetapi di tangan seorang barber, keterampilan dan ketelatenan memanfaatkan gunting itu dapat menjadi jalan menuju kemandirian. Hal itu dibuktikan Erik Wahyu Widodo, alumnus SMAN 1 Sigaluh tahun 1999 yang kini sukses menekuni profesi sebagai barber dan mengelola Moozeel Barbershop Mantrianom, Banjarnegara.

Erik–demikian biasa disapa–membagikan pengalaman tersebut saat melatih puluhan murid SMAN 1 Sigaluh, Selasa (6/10/2026). Di hadapan para murid, ia tidak hanya mengajarkan teknik mencukur, tetapi juga berbagi pengalaman tentang bagaimana menekuni profesi barber dengan tekun hingga dapat berkembang menjadi peluang usaha.

Menekuni Profesi Berawal dari Rasa Suka
Menurut Erik, menjadi barber profesional membutuhkan proses panjang. Kemampuan tidak dapat diperoleh secara instan karena diperlukan latihan rutin, ketekunan, serta kemauan untuk terus memperbaiki teknik.

“Menjadi profesional membutuhkan latihan setidaknya enam sampai setahun,” kata Erik.

Namun, menurutnya, lamanya latihan akan terasa lebih ringan jika seseorang benar-benar menyukai dunia barber. Rasa suka akan mendorong seseorang lebih tekun belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Yang penting senang dan suka dahulu dengan dunia barber,” ujarnya.

Erik juga menyarankan calon barber mengikuti kursus secara lebih intensif. Pelatihan privat dinilai dapat membantu mengasah kemampuan teknis sekaligus mempercepat proses belajar.

Berlatih memegang gunting yang benar.

Menjadi Inspirasi
Perjalanan Erik menjadi barber memberikan pesan tersendiri bagi para murid SMAN 1 Sigaluh. Ia merupakan bagian dari almamater tersebut sebelum akhirnya menekuni bidang yang kini menjadi profesinya.

Pengalaman itu membuat kehadiran Erik dalam pelatihan tidak sekadar sebagai instruktur. Ia juga menjadi contoh bahwa keterampilan yang ditekuni dengan serius dapat berkembang menjadi profesi dan sumber penghasilan.

“Dunia barber bisa menjadi profesi sekaligus peluang usaha,” jelasnya.

Bagi para murid, kisah tersebut menunjukkan bahwa pilihan profesi dapat tumbuh dari minat yang sederhana. Dengan latihan, kesabaran, dan kemauan belajar, keterampilan mencukur rambut dapat dikembangkan menjadi keahlian profesional.

Kemampuan Lebih Penting Daripada Harga Alat
Di hadapan para murid, Erik juga membongkar anggapan bahwa menjadi barber profesional harus diawali dengan peralatan mahal. Menurutnya, kemampuan menggunakan alat jauh lebih menentukan dibandingkan harga peralatan yang dimiliki.

“Yang paling penting tetap kemampuan teknik mencukurnya,” jelas Erik.

Ia menjelaskan, harga gunting barber sangat beragam. Gunting berkualitas tinggi dapat mencapai Rp15 juta, sedangkan gunting standar dengan harga sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu sudah cukup untuk memulai latihan dan usaha.

Bagi pemula, kemampuan yang terus terasah dapat menjadi modal awal membangun usaha. Setelah menguasai teknik, seseorang dapat memulai dari rumah, membuka barbershop sendiri ketika memiliki modal, atau bekerja terlebih dahulu di tempat usaha orang lain.

“Kalau mampu, bisa mulai usaha barbershop dari rumah,” ungkapnya.

Praktik Mencukur Rambut Teman
Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori. Para murid langsung diberi kesempatan mempraktikkan teknik mencukur rambut bersama teman dalam kelompok masing-masing.

Setiap proses praktik direkam dalam bentuk video. Dengan demikian, murid tidak hanya belajar melalui penjelasan, tetapi juga dapat melihat kembali proses kerja dan mengevaluasi keterampilan yang telah dilakukan.

Dalam praktik tersebut, murid mendapatkan arahan langsung dari pelatih profesional. Kesalahan teknik dapat diperbaiki sejak awal sehingga mereka memahami cara menggunakan peralatan dan melakukan proses pencukuran dengan benar.

Attitude Jadi Bagian Penting Profesi
Bagi Erik, kemampuan teknis saja belum cukup untuk menjadi seorang barber profesional. Sikap, etika, dan penampilan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Seorang barber berhadapan langsung dengan pelanggan. Karena itu, keramahan, kesopanan, kebersihan, serta penampilan menjadi bagian dari pelayanan yang tidak boleh diabaikan.

“Barber harus memiliki attitude dan etika yang baik,” tegas Erik.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi murid. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada sebuah keterampilan, tetapi juga diajak memahami bahwa setiap profesi membutuhkan tanggung jawab dan sikap profesional.

Membuka Jalan Menuju Keterampilan Masa Depan
Pelatihan barbershop menjadi salah satu bagian dari Program Kokurikuler SMAN 1 Sigaluh. Melalui kegiatan ini, sekolah memberikan ruang kepada murid untuk mengenal keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi bekal kehidupan maupun peluang usaha.

Selain keterampilan barbershop, program tersebut juga membekali murid dengan keterampilan Make Up Artist (MUA) serta Batik Shibori.

Beragam keterampilan itu diharapkan dapat memperluas pengalaman murid sekaligus membuka pandangan bahwa dunia kerja tidak hanya menawarkan satu pilihan.

Kisah Erik, alumnus yang kembali ke sekolah untuk berbagi pengalaman, menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju keberhasilan dapat berawal dari rasa suka yang kemudian dirawat dengan ketekunan.

Dari sebuah gunting dan latihan sederhana, para murid belajar tentang sesuatu yang lebih besar: bahwa masa depan tidak selalu harus ditunggu. Ia dapat dipersiapkan sejak sekarang, melalui keterampilan, ketekunan, dan keberanian untuk memulai.(Heni Purwono/Prs)

 

 

 

BERITA TERKINI

FAUZI MERAH
Ketika Murid Takut Salah, Kelas Kehilangan Keberanian
WhatsApp Image 2026-10-06 at 13.37
Penyalahgunaan Narkoba Masih Tinggi, Kurikulum Anti Narkoba Diperkuat
WhatsApp Image 2026-10-06 at 07.10
SI INDUNG SMPN 17 Semarang Karya Tukijo Direplikasi Empat SMP
WhatsApp Image 2026-10-06 at 15.35
Nurul ‘Ilmi SDN Galor 2 Siap Melaju Kembali ke Tingkat Provinsi Jateng
Screenshot 2026-10-06 213052
718 Calon Pramuka Garuda Kwarran Bukateja Jalani Visitasi