*Diikuti 104 Pengurus

Foto bersama peserta capacity building Forkom MGMP-BK SMP Purbalingga
PURBALINGGA, EDUKATOR–Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran-Bimbingan dan Konseling (Forkom MGMP-BK) SMP Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Healing & Capacity Building di kawasan wisata alam Wonosobo, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang penyegaran sekaligus penguatan kapasitas organisasi bagi para pengurus MGMP dan MGBK lintas mata pelajaran.
Sebanyak 104 pengurus berbagai MGMP dan MGBK se-Kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan tersebut, dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi, soliditas, serta sinergi antarorganisasi profesi guru. Ini penyelenggaraan ketiga, sebelumnya di SMPN 4 Gombong Kebumen (2024), Pemalang (2025) dan ketiga pada tahun 2026 ini di Wonosobo.
Ketua Forkom MGMP-BK SMP Kabupaten Purbalingga, Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I, mengemukakan, kegiatan ini tidak sekadar rekreasi, melainkan bagian dari strategi penguatan organisasi.
“Capacity Building ini kami rancang sebagai ruang refleksi dan penguatan kapasitas pengurus. Harapannya, setelah kembali, para pengurus memiliki semangat baru untuk berkolaborasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di Purbalingga,” ujarnya.
Kegiatan dimulai sejak pukul 05.30 WIB dengan keberangkatan dari SMP Negeri 3 Purbalingga. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wonosobo dan berganti kendaraan jeep di kawasan Rest Area bawah Masjid UNSIQ.
Kemudian Peserta menikmati perjalanan offroad menuju destinasi wisata Swiss Van Java, Telaga Menjer, hingga Kebun Teh Panama.
Selain menikmati panorama pegunungan, peserta juga mengikuti sesi kebersamaan, makan siang bersama di Bistro Gemathi, doorprize, serta refleksi ringan yang mempererat hubungan antarguru lintas MGMP. Kegiatan ditutup dengan perjalanan kembali ke Purbalingga dan tiba pada sore hari.
Menurut Febri, kegiatan tahunan ini telah menjadi tradisi yang berdampak positif.
“Soliditas pengurus semakin kuat, komunikasi antarmata pelajaran semakin cair, dan potensi kolaborasi program ke depan semakin terbuka,” tambahnya.
Ia berharap, hasil dari kegiatan ini dapat berkontribusi langsung pada peningkatan profesionalisme guru serta mutu pembelajaran dan layanan bimbingan konseling di SMP se-Kabupaten Purbalingga.(Prasetiyo)