*Dihadiri 411 Orang Tua Murid

Kepala SMPN 3 Mrebet Amalina Khusnul K., S.Pd., M.Pd, memberikan sambutan kegiatan Parenting.(Foto: Humas SMPN 3 Mrebet/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 411 murid SMP Negeri 3 Mrebet , Purbalingga menjadi sasaran penguatan pendampingan pendidikan melalui sinergi sekolah dan orang tua. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Parent Meeting/Parenting atau pertemuan dengan orang tua yang digelar di Aula SMP Negeri 3 Mrebet, Rabu (7/10/2026).
Kepala SMPN 3 Mrebet Amalina Khusnul K., S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya kerja sama sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendampingi pendidikan serta tumbuh kembang 411 murid tersebut.
Menurutnya, sinergi menjadi bagian penting untuk mewujudkan peserta didik yang religius, berakhlak mulia, berprestasi, dan peduli lingkungan.
“Sekolah dan orang tua harus bergandengan tangan,” ujar Amalina di hadapan orang tua murid kelas 7, 8 dan 9.
Hadir dalam kesempatan itu, Pengawas Pembina SMPN 3 Mrebet Dra. Dartini, M.Pd dan Ketua Komite Dasiman, S.Pd., M.Pd beserta anggotanya.
Paryono, wali murid yang juga pengurus komite ikut memberikan sambutan.Sedangkan Ketua Komite Dasiman, M.Pd memberikan siraman rohani di hadapan peserta parenting.(Foto: Humas SMPN 3 Mrebet/EDUKATOR)
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Mendampingi Tumbuh Kembang dan Pendidikan Anak”. Pertemuan wali murid dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–09.30 untuk wali murid kelas VII serta pukul 09.30–11.30 bagi wali murid kelas VIII dan IX.
Orang tua murid antusias mengikuti kegiatan parenting di Aula SMPN 3 Mrebet. (Foto: Humas SMPN 3 Mrebet/EDUKATOR)
Perkenalan dan Paparkan Visi-Misi
Dalam kesempatan itu, Amalina yang baru bertugas sejak 27 Juli 2026 di SMPN 3 Mrebet, memperkenalkan diri. “Mohon saya bisa diterima dengan baik di sekolah ini. Saya juga meminta dukungan, saran yang membangun, dan doa dari para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak selama mengikuti pendidikan di SMPN 3 Mrebet,” pinta Amalina yang pernah menjadi guru di SMPN 3 Bukateja ini.
Amalina juga memaparkan visi SMPN 3 Mrebet, yakni mewujudkan peserta didik yang religius, berakhlak mulia, berprestasi, dan peduli lingkungan.
Menurut Amalina, visi tersebut telah diimplementasikan melalui berbagai kegiatan pembiasaan peserta didik di lingkungan sekolah. Untuk mewujudkannya secara optimal, diperlukan keterlibatan berbagai pihak.
Ia menekankan pentingnya segitiga emas pendidikan, yakni kerja sama antara sekolah, orang tua, serta masyarakat atau komite sekolah.
“Dukungan orang tua sangat penting bagi sekolah,” ujarnya.
Hubungan erat antara sekolah dan keluarga, lanjutnya, menjadi modal penting agar 411 murid SMPN 3 Mrebet tumbuh menjadi pribadi berkarakter kuat dan siap meraih cita-cita.
Tekankan Peran Orang Tua
Sementara itu Pengawas Pembina SMPN 3 Mrebet Dartini mengajak orang tua berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, pencapaian visi dan misi sekolah tidak dapat hanya diserahkan kepada guru maupun sekolah.
Orang tua, lanjut Dartini, bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan anak. Lebih dari itu, orang tua merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenal nilai-nilai kehidupan.
“Orang tua menjadi tempat pertama belajar kehidupan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dartini juga mengajak orang tua membangun kerja sama untuk menyukseskan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
1.Bangun Pagi – membiasakan disiplin dan kesiapan menjalani aktivitas.
2.Beribadah – membangun karakter moral dan spiritual sesuai agama dan keyakinan.
3.Berolahraga – menjaga kebugaran dan kesehatan fisik.
4.Makan Sehat dan Bergizi – mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.
5.Gemar Belajar – menumbuhkan semangat belajar dan mengembangkan potensi.
6.Bermasyarakat – membangun kepedulian, kemampuan bersosialisasi, dan gotong royong.
7.Tidur Cepat – membiasakan istirahat cukup untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi.
Selain itu, disampaikan informasi mengenai pembelajaran mendalam, pendidikan karakter, serta pendidikan reproduksi.
Terima Laporan Hasil Belajar
Setelah sesi sosialisasi bersama, para wali murid diarahkan menuju kelas masing-masing. Mereka bertemu wali kelas untuk mendapatkan laporan hasil belajar anak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian angket kepuasan penyelenggaraan parenting oleh wali murid. Angket tersebut menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan kegiatan serupa pada masa mendatang. (Prasetiyo)