
Foto bersama murid dan guru SDN 04 Simpur di sela-sela pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadan.
PEMALANG, EDUKATOR–mengisi kegiatan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SDN 04 Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, menggelar kegiatan pesantren kilat selama tiga hari, 26–28 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti murid kelas III hingga kelas VI ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman serta memperkuat karakter religius sejak dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 04 Simpur, Sudaryo, S.Pd, menegaskan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman agama sekaligus membiasakan murid menjalankan ibadah selama Ramadan.
“Melalui kegiatan ini saya harapkan dapat menjadi sarana bagi para murid untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus membiasakan diri mereka dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan,” ujar Sudaryo.
Kegiatan pesantren kilat ini menjadi salah satu program sekolah dalam memberikan pembelajaran agama secara lebih intensif selama bulan Ramadan. Selama tiga hari pelaksanaan, para murid mendapatkan berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh para guru melalui tema-tema islami yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta didik.
Materi disampaikan dengan metode yang menarik agar mudah dipahami. Dengan cara tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat murid dalam mempelajari agama serta memperkuat akhlak dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dilengkapi Praktik Ibadah Bersama
Selain materi keagamaan, kegiatan juga diisi dengan praktik ibadah bersama. Salah satunya adalah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang diikuti para murid dan guru dengan penuh khidmat.
Salah satu guru SDN 04 Simpur, Didin menambahkan, kegiatan pesantren kilat tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga mendorong murid agar mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan pesantren kilat ini, diharapkan para murid tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” jelasnya. (Purwanto/Prs)