*Satu Juta Kacamata Donasi Tiap Tahun
Penyerahan donasi kacamata medis MGI IonSpec, di Kantor MGI DI Yogyakarta, Jalan Piere Tendean 50 Yogyakarta, Minggu (23/11/2025). (Foto: Harta Nining Wijaya/EDUKATOR)
YOGYAKARTA.EDUKATOR–Gerakan sosial untuk mencegah kebutaan kini memasuki babak baru. Melalui program MGI Opportunity Meeting (MOM) yang bekerja sama dengan Glaucoma Society, sebanyak satu juta kacamata medis IonSpec didonasikan setiap tahun untuk para penderita glaukoma dan anak-anak di bawah usia 16 tahun yang mengalami rabun tinggi (minus ≥5). Program ini berjalan serentak di negara-negara anggota asosiasi, termasuk Indonesia.
MGI merupakan perusahaan yang menjadi partner resmi Global Society dan mendapatkan rekomendasi dari WHO. Bersama Asosiasi Glaukoma Global—yang beranggotakan lebih dari 1.600 spesialis dari 28 negara, inisiatif ini bertujuan memperluas akses perlindungan mata bagi kelompok rentan.
Di Indonesia, donasi kacamata medis IonSpec dibagikan rutin tiap tanggal 23 setiap bulannya. Bulan ini, kegiatan MOM dilaksanakan pada 23 November 2025 di Kantor MGI, Jalan Piere Tendean No. 50, Yogyakarta.
Sasaran dan syarat
Bagi anak-anak <16 tahun (minus ≥5), diberlakukan syarat wajib: Orang tua/wali wajib mengirimkan: (1) foto diri anak; (2) fotokopi KTP orang tua; (3) fotokopi Kartu Keluarga; (4) mengisi formulir resmi MGI; dan (5) pemeriksaan mata langsung saat acara MOM. Setelah prosedur selesai, kacamata akan diberikan pada MOM bulan berikutnya.
Ada pun bagi penderita glaukoma, pendaftar perlu melampirkan: (1) foto diri; (2) fotokopi KTP orang tua; (3) fotokopi Kartu Keluarga; (4) surat keterangan dokter terkait diagnosis glaukoma; serta (5) foto obat yang sedang digunakan (biasanya obat tetes mata).
Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi nomor kontak: 0818 0263 8502.
Pertama dan satu-satunya
Perwakilan MGI DIY, Y. Arinto Heryudho Prabowo, menegaskan bahwa setiap negara anggota Asosiasi Glaukoma berkomitmen membagikan satu juta kacamata medis tiap tahun.
Gerakan ini lahir dari keprihatinan global terhadap meningkatnya ancaman kebutaan akibat:
1.paparan sinar ultraviolet (UV)
2.sinar biru dari perangkat digital
3.dan radiasi elektromagnetik.
MGI menjadi perusahaan pertama di dunia yang mendonasikan kacamata standar rumah sakit (hospital series) secara masif dan konsisten.
Teknologi IonSpec
Kacamata IonSpec Hospital Series telah melalui uji klinis pada 300 pasien, di mana 90% mengalami perbaikan hingga 60% pada berbagai keluhan, seperti: mata minus dan plus, katarak, dan glaukoma.
Setiap kacamata dilengkapi: lensa netral bawaan standar medis, lapisan Anti-UV, Anti Blue Light, Anti Electromagnetic Radiation (EMD).
Keunggulan IonSpec berasal dari kombinasi tujuh bahan aktif pada tangkai dan bingkai yang ditanam dengan teknologi Jerman: anti-UV, anti-sinar biru, anti-radiasi, far infrared, batu tourmaline, nanospec, dan batu germanium.
Dengan manfaatnya yang dirancang untuk: mengurangi radiasi, meningkatkan suplai oksigen ke mata dan otak, menekan risiko tumor dan kanker otak, mengurangi migrain, vertigo, dan sinusitis, menetralkan radikal bebas, membantu konsentrasi anak-anak.
“Untuk kondisi keluhan mata, disarankan digunakan ≥8 jam per hari. Untuk pencegahan cukup 3 jam,” jelas Yudho.
Menyelamatkan masa depan
Yudho menegaskan perhatian besar MGI terhadap penderita glaukoma. Mengingat glaukoma adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan merupakan salah satu penyebab kebutaan terbesar di dunia, langkah preventif menjadi sangat penting.
“Ketika kita membantu seseorang terhindar dari kebutaan, dunia akan terasa jauh lebih indah. Cara pandang kita pun ikut berubah,” pungkasnya.
(Harta Nining Wijaya)