Gubernur Jateng Prioritaskan Huntara dan Huntap Korban Banjir Bandang

Bagikan :

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif beserta rombongan meninjau lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Karanreja, Purbalingga, Jumat (30/1/2026). (Foto: Prokompin Setda Purbalingga /EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR–Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dilakukan secara paripurna dengan memprioritaskan penyediaan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta pemulihan infrastruktur.

Kepastian itu disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak dan pengungsian, Jumat (30/1/2026).

Kunjungan dilakukan bersama Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin keselamatan serta percepatan pemulihan kehidupan warga pascabencana.

“Hari ini saya pastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak benar-benar paripurna,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.

Sebelum turun ke lapangan, Gubernur memimpin Rapat Percepatan Penanganan Bencana di Posko Tanggap Darurat Balai Desa Serang. Rombongan kemudian meninjau titik-titik kritis di Dusun Gunungmalang dan Dukuh Kaliurip, Desa Serang, serta menyapa para pengungsi yang sebagian besar berasal dari Dukuh Kaliurip di lokasi pengungsian Villa Serang.

Ratusan Warga Mengungsi, Puluhan Rumah Rusak
Berdasarkan Situational Report (Sitrep) Purbalingga per 29 Januari 2026, total 916 jiwa mengungsi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Rinciannya, 177 jiwa di Villa Serang, 204 jiwa di Sambas, dan 535 jiwa tersebar di rumah warga.

Selain itu, di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat 129 jiwa mengungsi, dengan 51 jiwa berada di Sangkanayu Hills dan 78 jiwa menumpang di rumah warga.
Bencana juga menyebabkan 120 rumah dan bangunan terdampak di tiga desa, yakni Desa Serang dan Kutabawa (Kecamatan Karangreja) serta Desa Sangkanayu (Kecamatan Mrebet). Tingkat kerusakan meliputi 33 unit rusak berat, 28 unit rusak sedang, dan 59 unit rusak ringan.

Tak hanya permukiman, delapan jembatan dilaporkan terdampak, beberapa di antaranya putus dan sementara ditangani menggunakan jembatan darurat. Ratusan hektare lahan pertanian warga juga tertimbun material longsor dan banjir.

Pemulihan Jangka Panjang Jadi Target
Gubernur menegaskan, penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata, tetapi harus berlanjut ke tahap pemulihan jangka menengah dan panjang melalui relokasi warga dari zona rawan.

“Penanganan bencana tidak cukup dengan dapur umum dan bantuan. Ke depan, masyarakat harus bisa kembali eksis dan hidup layak pascabencana. Karena itu diperlukan data by name by address yang akurat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, berkomitmen merevitalisasi jembatan yang rusak melalui APBD Provinsi serta sinergi dengan kementerian terkait dan TNI–Polri.

Pemkab Siapkan Lahan Relokasi
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jawa Tengah yang sejak hari pertama telah mengerahkan BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait ke lokasi bencana.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat. Lahan untuk Huntara dan Huntap sedang dicarikan, dan kebutuhan luasannya tengah kami hitung,” jelas Fahmi.

Menurutnya, kebutuhan logistik dasar sebagian besar sudah terpenuhi berkat dukungan pemerintah daerah dan para donatur. Namun, masih ada pekerjaan lanjutan yang menjadi perhatian, seperti pembangunan jembatan permanen, instalasi air bersih permanen, pembersihan lingkungan, serta penataan dan relokasi permukiman terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan senilai total Rp689 juta. Bantuan itu terdiri atas Rp 289 juta untuk logistik makanan dan nonmakanan, obat-obatan, tas dan seragam sekolah, serta permainan anak, kemudian Rp400 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Jawa Tengah, ditambah bantuan dari Korpri Jawa Tengah.(Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP