*Juga Gunakan Bahasa Isyarat

Ka Kwarcab Purbalingga Tri Gunawan Setyadi SH MH bersama peserta Jamnas dan orang tuanya.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 40 anggota Pramuka Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga siap membawa nama daerah dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Wiladatika (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Terdiri atas 16 anggota putra dan 24 anggota putri yang terbagi dalam lima regu, kontingen tersebut akan mengikuti rangkaian Jamnas pada 13–20 Agustus 2026.
Menariknya, sebelum bertolak ke Cibubur, perwakilan kontingen berpamitan kepada Ketua Majelis Pembina Cabang (Ka Mabicab) Gerakan Pramuka Purbalingga, Kak Fahmi M. Hanif, di Pendopo Dipokusumo, Senin (10/8/2026). Pamitan dikemas secara kreatif menggunakan tiga bahasa sekaligus, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris.
Cara tersebut sekaligus menjadi upaya Kwarcab Purbalingga mengenalkan konsep Trigatra Bangun Bahasa, yang mengusung tiga prinsip utama, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Tiga Bahasa, Satu Semangat Membawa Nama Daerah
Perwakilan kontingen tampil bergantian sesuai ranah bahasa yang diusung. Queen Anissa Al Madina Kurniawan menyampaikan pamitan menggunakan bahasa Indonesia, Muhammad Sidqi Teja menggunakan bahasa daerah, sedangkan Soraya Atika Mardiyah menyampaikannya dalam bahasa Inggris.
Queen mengatakan keikutsertaan dalam Jamnas bukan sekadar perjalanan untuk mengikuti kegiatan kepramukaan tingkat nasional. Para peserta juga akan memperoleh kesempatan bertemu dengan anggota kepanduan dari berbagai daerah dan negara.
“Hari ini kami datang bukan hanya sekadar untuk berpamitan, tetapi kami juga memohon doa dan restu karena sebentar lagi kami akan berangkat menuju kegiatan Jambore Nasional ke-12 tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta,” ujar Queen.
Menurutnya, Jamnas menjadi kesempatan berharga untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan, sekaligus membangun persahabatan.
“Kami akan belajar hal-hal baru, pengalaman baru, membangun persahabatan, pastinya kami akan membawa nama baik Kabupaten Purbalingga di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Sidqi Teja menyampaikan pesan dalam bahasa Jawa. Ia memohon doa dan restu agar keberangkatan bersama rekan-rekannya berjalan lancar dan seluruh kontingen dapat kembali ke Purbalingga dengan selamat.
Ia juga menegaskan tekad membawa nama Purbalingga agar semakin dikenal luas melalui berbagai potensi dan keunggulan daerah.
“Kula saha rencang-rencang tindak kanthi mbakta asma Purbalingga, kanthi pengajab mugi asma Purbalingga saged saya arum, saya misuwur, saha saya dipun mangertosi dening masyarakat ingkang langkung wiyar,” tuturnya.
Bahasa Inggris Tegaskan Komitmen Peserta
Soraya Atika Mardiyah kemudian menyampaikan pesan dalam bahasa Inggris. Ia menegaskan bahwa keberangkatan peserta menuju Jamnas tidak terlepas dari doa orang tua, bimbingan pembina, dukungan Kwarcab Purbalingga, serta perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
“We would like to ask for your prayers and blessings, Honorable Regent, so that our journey will be smooth, safe, and blessed, and that we remain in good health,” ujar Soraya.
Ia juga berjanji bahwa para peserta akan menjaga sikap, disiplin, mengamalkan nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, serta menjaga nama baik Purbalingga selama berada di arena Jamnas.
Ketika kembali ke daerah, peserta berharap dapat membawa pengalaman dan semangat baru untuk dibagikan kepada anggota Pramuka lainnya di Purbalingga.
Peserta Berkebutuhan Khusus Jadi Inspirasi
Momen pelepasan semakin mengesankan ketika Aimar Nashif Din Faizi, anggota Pramuka berkebutuhan khusus dari SMP LB Negeri Purbalingga, menyampaikan pesan menggunakan bahasa isyarat. Gerakan isyarat Aimar diterjemahkan secara langsung oleh pembina pendamping, Kak Pandu Jatmiko.
Aimar mengungkapkan kegembiraannya mengikuti latihan bersama teman-teman untuk mempersiapkan diri menghadapi Jamnas. Ia mengatakan latihan dilakukan dengan penuh semangat dan berpindah-pindah tempat untuk menambah ilmu serta pengalaman.
“Untuk orang tua kami, terima kasih atas cinta yang telah kalian berikan untuk menyiapkan diri selama mengikuti kegiatan Jambore,” pesan Aimar melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan Kak Pandu.
Ia berharap pengalaman mengikuti Jamnas dapat membuat generasi muda menjadi lebih baik.
Keikutsertaan Aimar menjadi perhatian tersendiri karena dari 40 anggota kontingen, ia mampu bersaing hingga terpilih menjadi salah satu duta daerah. Aimar merupakan Pramuka tuna wicara yang selama ini aktif mengikuti latihan bersama anggota lainnya.
Ka Mabicab Titip Jaga Kesehatan dan Kekompakan
Ka Mabicab Gerakan Pramuka Purbalingga, Kak Fahmi M. Hanif, menyampaikan pesan khusus kepada seluruh kontingen agar menjaga nama baik daerah, membangun persahabatan, memelihara kedisiplinan, serta menjaga kebugaran selama mengikuti seluruh rangkaian Jamnas.
“Kepada seluruh adik-adik Pramuka Penggalang yang terpilih mengikuti Jamnas XII di Cibubur, Kakak titip pesan agar selalu menjaga kesehatan dan kekompakan,” kata Kak Fahmi.
Ia juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, serta pendamping yang membawa amanah nama Kabupaten Purbalingga dalam ajang tingkat nasional tersebut.
“Atas nama Mabicab Gerakan Pramuka Kwarcab Purbalingga, Kakak menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh peserta, pembina, dan pendamping yang akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026,” tuturnya.
Menurut Fahmi, Pramuka merupakan wadah strategis untuk menempa karakter, mental, keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta berprestasi sekaligus kepedulian terhadap pendidikan, Fahmi bahkan memberikan beasiswa khusus kepada Aimar.
“Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini, Kakak juga akan memberikan beasiswa kepada adik Aimar, anggota Pramuka berkebutuhan khusus yang akan mengikuti Jamnas,” kata Fahmi.
Beasiswa Aimar Jadi Penyemangat
Ketua Kwarcab Purbalingga, Kak Tri Gunawan Setyadi, menyambut positif dukungan Ka Mabicab tersebut. Menurutnya, pemberian beasiswa kepada Aimar menjadi bentuk perhatian nyata sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk aktif mengikuti kegiatan kepramukaan.
“Saya melihat kesemangatan anak itu dalam melakukan latihan selama ini dan mereka mampu,” kata Tri Gunawan.
Ia mengapresiasi komitmen Kak Fahmi yang memberikan beasiswa kepada Aimar untuk mendukung pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi.
“Itu menurut saya sangat memberikan motivasi agar anak-anak mau untuk berpramuka,” ujarnya.
Tri Gunawan menjelaskan, gerakan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan lapangan, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter melalui pengamalan Dasa Darma dan Tri Satya.
Nilai-nilai tersebut mencakup perilaku positif, kebersamaan, jiwa korsa, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga ketakwaan.
“Pemberian penghargaan dari Ka Mabicab harapannya sanggup memacu semangat anak-anak berkebutuhan khusus maupun peserta lainnya,” katanya.
Pramuka Purbalingga Terus Berkembang
Tri Gunawan juga menyebut perkembangan keanggotaan Pramuka aktif di Purbalingga menunjukkan kemajuan. Perkembangan itu terlihat mulai dari Gugus Depan, pangkalan sekolah, hingga berbagai instansi pemerintah.
Kehadiran berbagai Satuan Karya Pramuka atau Saka turut memperlihatkan bahwa gerakan Pramuka semakin terbuka dan menjadi milik seluruh lapisan masyarakat.
“Kehadiran Saka-Saka seperti Saka BNN, Saka Bawaslu, Saka KPU, Saka Dirgantara, Saka Bhayangkara, hingga Saka Wana Bakti membuktikan Pramuka bertumbuh menjadi milik seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Menurut Tri Gunawan, keberadaan berbagai Saka tersebut memperluas ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, pengalaman, kepemimpinan, dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.
Jamnas Bukan Sekadar Mengejar Prestasi
Mengenai target kontingen, Tri Gunawan menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jamnas tidak semata-mata mengejar predikat atau prestasi. Hal yang lebih penting adalah partisipasi aktif, pengalaman, persahabatan, serta pembentukan kesan positif tentang Purbalingga.
Saat ini, Kwarcab Purbalingga telah berhasil menembus jajaran lima besar Kwarcab tergiat di tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah.
Prestasi tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi kontingen untuk tampil sebaik mungkin di Jamnas XII.
“Seperti empat tahun yang lalu, kontingen dari Purbalingga menjadi duta seni dalam pembukaan Jambore Nasional. Ini luar biasa,” tegas Tri Gunawan.
Menurutnya, capaian tersebut semakin memperkokoh eksistensi Gerakan Pramuka Purbalingga, baik di tingkat regional maupun nasional.
Trigatra Bangun Bahasa Dapat Apresiasi dari KPBI
Penggunaan tiga bahasa dalam acara pelepasan kontingen juga mendapat apresiasi dari Komunitas Peduli Bahasa Indonesia (KPBI) Kabupaten Purbalingga. Pegiat literasi sekaligus guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Padamara, Untung Pujiarto, menilai langkah Kwarcab Purbalingga tersebut merupakan bentuk nyata penerapan Trigatra Bangun Bahasa.
Menurut aktivis KPBI Purbalingga ini, penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam acara resmi bukan sekadar variasi penyampaian pesan. Langkah itu menunjukkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, penghargaan terhadap kekayaan bahasa daerah, sekaligus keterbukaan terhadap bahasa asing.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Kwarcab Gerakan Pramuka. Ini merupakan wujud nyata kecintaan terhadap bahasa Indonesia, sekaligus penghargaan terhadap kekayaan bahasa daerah dan keterbukaan terhadap bahasa asing,” tutur Untung.
Ia menilai gerakan kepramukaan memiliki posisi strategis untuk ikut memartabatkan bahasa Indonesia sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Inisiatif tersebut, menurut Untung, layak menjadi contoh bagi berbagai lembaga dan institusi lain dalam menghidupkan semangat Trigatra Bangun Bahasa melalui kegiatan nyata.
Dengan membawa 40 anggota penggalang, semangat persahabatan, nilai-nilai kepramukaan, serta nama baik daerah, Kontingen Jamnas XII Purbalingga siap berangkat menuju Cibubur.
Mereka tidak hanya membawa misi mengikuti perhelatan nasional, tetapi juga membawa pesan tentang karakter, kebersamaan, keberagaman bahasa, dan kebanggaan sebagai bagian dari Pramuka Purbalingga. (Prasetiyo)