Guru SMPN 1 Cilacap Haryanti Raih Juara 3 Nasional Lomba Cipta Cerpen

Bagikan :

*Menulis sebagai Cara Menjaga Ketajaman Berpikir dan Kesehatan Mental

Haryanti, S.Pd., M.M.Pd. (Foto: Humas SMPN 1 Cilacap/EDUKATOR)

CILACAP, EDUKATOR–Sosok guru tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga di ruang-ruang inspirasi yang membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Itulah yang tercermin dari perjalanan Haryanti, S.Pd., M.M.Pd., Guru Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi nasional melalui dunia literasi.

Kepala SMPN 1 Cilacap Surati, S.Sn, M.Pd diapit  Haryanti, S.Pd., M.M.Pd (kanan). dan Syukron Zabidi ,  Guru PAI SMPN 1 Cilacap yang berhasil meraih Juara 1 MTQ Korpri Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 (Cabang Doa putra).(Foto: Humas SMPN 1 Cilacap/EDUKATOR)

Puncak pengakuan atas dedikasinya itu terjadi ketika Haryanti meraih Juara Umum III Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan Adhikara Publisher. Karya yang lahir dari refleksi batin seorang guru tersebut kemudian dibukukan dalam antologi berjudul “Dari Hati ke Hati: Cerita yang Tak Pernah Usai”.

Prestasi itu mengantarkannya mendapat kehormatan mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-54 KORPRI, Hari Guru Nasional, HUT ke-80 PGRI, serta Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2025 yang digelar pada Selasa, 2 Desember 2025 di Alun-alun Cilacap. Berindak sebagai pembina upacara dalam upacara itu,  Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si.

Bupati Cilacap dan istri, mengapit 2 guru berprestasi SMPN 1 Cilacap, Haryanti, S.Pd, M.M.Pd dan Syukron Zabidi, S.Pd.I, M.Pd. (Foto: Humas SMPN 1 Cilacap/EDUKATOR)

Bagi Haryanti, menulis bukan sekadar hobby, melainkan cara menjaga ketajaman berpikir dan kesehatan mental sebagai guru. Menulis menjadi ruang refleksi, tempat menuangkan pengalaman, gagasan, dan nilai-nilai kehidupan yang ditemui sepanjang perjalanan mengajar.

“Menulis membuat saya tetap jujur pada diri sendiri dan terus belajar memahami murid-murid saya,” ujarnya wanita kelahiran 25 April 1971 ini saat ditemui di  Cilacap, Sabtu (27/12/2025).

Pembelajar Sepanjang Hayat
Perjalanan karier Haryanti dibangun dari keyakinan bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Sejak awal mengabdi sebagai Guru IPA, ia aktif mengikuti berbagai lomba menulis puisi, cerpen, dan surat, baik di tingkat nasional maupun ASEAN.

Konsistensi tersebut membuahkan puluhan prestasi, mulai dari penulis terbaik hingga karya terpilih yang diterbitkan dalam berbagai buku antologi bergengsi.Haryanti, S.Pd, M.M.Pd menyerahkan hibah buku hasil karyanya kepada koordinator perpustakaan SMPN 1 Cilacap Sri Astuti Rahmadewi Maharani, S.Pd., M.Pd. (Foto; Humas SMPN 1 Cilacap/EDUKATOR)

Sederhana dan Bermakna
Inovasi yang ia bawa ke kelas pun sederhana namun bermakna. Haryanti kerap mengajak murid menulis refleksi pembelajaran IPA dalam bentuk cerita pendek atau puisi ilmiah.

Metode ini membuat murid lebih berani berpikir kritis, mengekspresikan ide, dan memahami sains secara kontekstual. “IPA tidak harus kaku. Ia bisa hidup berdampingan dengan rasa dan imajinasi,” katanya.

Dampak dari keteladanan itu terasa nyata. Budaya literasi di sekolah semakin tumbuh, murid lebih percaya diri, dan rekan sejawat ikut terdorong untuk berkarya. Salah satu guru di SMP Negeri 1 Cilacap menilai prestasi tersebut sebagai energi positif bagi lingkungan sekolah.

“Bu Haryanti membuktikan bahwa guru bisa berprestasi tanpa meninggalkan tugas utamanya di kelas,” ungkapnya.

Meski telah meraih banyak penghargaan, Haryanti tetaplah rendah hati.

Ia meyakini bahwa prestasi sejati seorang guru adalah ketika murid terinspirasi untuk terus belajar dan berkarya. “Saya ingin murid melihat bahwa gurunya juga belajar, gagal, bangkit, lalu mencoba lagi,” tuturnya.

Kisah Haryanti menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan semata soal capaian akademik, melainkan tentang keberanian berbagi makna dan menyalakan harapan.

Dari kelas IPA hingga lembaran buku, ia menegaskan bahwa guru yang terus menulis dan berkarya akan selalu menemukan cara untuk menghidupkan masa depan—satu kata, satu murid, dan satu perubahan pada satu waktu.

Tanggapan Kepala Sekolah
Kepala SMP Negeri 1 Cilacap, Surati, S.Sn., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih Haryanti. Ia menilai capaian tersebut tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa dampak positif bagi iklim akademik dan budaya literasi di sekolah semakin tumbuh.

“Prestasi Bu Haryanti menjadi teladan bagi guru-guru lain dan motivasi bagi murid untuk terus mengembangkan kreativitas serta semangat belajar sepanjang hayat,” ujarnya.(Prasetiyo)

15 Penghargaan yang Diraih Haryanti:

 

BERITA TERKINI

audiensi2
Faperta Unsoed akan Reklamasi Tanah Tidak Produktif di Purbalingga
salut langgeng
Yuk, Kuliah di UT–Salut Langgeng Purbalingga
bnnk2
Seluruh Pegawai BNNK Purbalingga Jalani Pemeriksaan Tes Narkoba
persibangga1
Persibangga Menang Tipis Lawan PPSM Magelang
PRIYANTO10
Membaca Brainrot sebagai Gejala Pendidikan Digital:Sebuah Tinjauan Strategis