Guru SMPN 3 Satap Rembang Dilatih Menyusun Soal Berbasis HOTS

Bagikan :

*IHT Hadirkan Narsum Arsyad Riyadi, S.Si, M.Pd

Narsumber Pengawas SMP Dindikbud Purbalingga Arsyad Riyadi, S.Si., M.Pd foto bersama kepala sekolah dan jajaran dewan guru SMPN 3 Satap Rembang. (Foto: Humas SMPN 3 Satap Rembang/EDUKATOR).

PURBALINGGA, EDUKATOR–Bukan sekadar mengajarkan materi, guru SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Rembang, Kabupaten Purbalingga kini dituntut mampu menghadirkan soal yang mengasah nalar dan kemampuan memecahkan masalah. Upaya tersebut dilakukan melalui In House Training (IHT) penyusunan soal literasi dan numerasi (litnum) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), dengan menghadirkan narasumber Pengawas SMP Dindikbud Purbalingga Arsyad Riyadi, S.Si., M.Pd. Kegiatan berlangsung di sekolah setempat, Kamis (1/10/2026).

Kepala SMP Negeri 3 Satap Rembang, Jais Mudin, S.Pd., mengatakan, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting bagi kemajuan pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran dan menyusun soal yang mendorong murid berpikir kritis, kreatif, logis, serta mampu memecahkan masalah.

“Guru harus terus belajar dan beradaptasi menghadapi perubahan,” ujarnya.

Kegiatan IHT diikuti seluruh guru SMP Negeri 3 Satap Rembang dengan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi profesional pendidik agar mampu menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna dan sesuai kebutuhan murid.

IHT di SMPN 3 Satap Rembang. (Foto: Humas SMPN 3 Satap Rembang/EDUKATOR).

Keterbatasan Bukan Alasan Berhenti Berkembang
Jais juga mengingatkan bahwa keterbatasan yang dihadapi sekolah bukan alasan untuk berhenti melakukan pengembangan diri. Semangat belajar, kebersamaan, dan kreativitas diperlukan agar sekolah mampu terus bergerak maju.

Ia berharap kegiatan IHT tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam pembelajaran dan penyusunan instrumen asesmen di setiap mata pelajaran.

“Semangat bersama menjadi kekuatan untuk terus berinovasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Arsyad Riyadi memberikan penguatan mengenai penyusunan soal literasi dan numerasi berbasis HOTS dengan pendekatan kontekstual. Guru mendapatkan pendampingan untuk memahami karakteristik soal HOTS dan mengembangkan stimulus yang relevan dengan kehidupan nyata.

Materi juga diarahkan pada penyusunan pertanyaan yang tidak sekadar mengukur kemampuan mengingat, tetapi mampu mendorong murid menganalisis, mengevaluasi, dan menemukan solusi.

Soal Dikaitkan dengan Kehidupan Sehari-hari
Pendekatan kontekstual menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan IHT. Guru didorong menyusun soal yang dekat dengan pengalaman serta lingkungan kehidupan murid.

Dengan pendekatan tersebut, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca. Demikian pula numerasi tidak sebatas keterampilan berhitung.

Keduanya menjadi kemampuan penting bagi murid untuk memahami informasi, mengolah data, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara tepat.

“Pembelajaran bermakna harus dekat dengan kehidupan murid,” ujar Arsyad.

Kolaborasi Guru Perkuat Mutu Pembelajaran
Antusiasme guru selama kegiatan menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Diskusi, kolaborasi, dan berbagi praktik baik menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kompetensi tersebut.

Melalui IHT, sekolah berharap kemampuan guru dalam menyusun instrumen asesmen semakin meningkat. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran di kelas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan SMP Negeri 3 Satap Rembang. Guru didorong untuk terus belajar, bertumbuh, dan berinovasi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Dengan semangat “Terus Belajar, Terus Bertumbuh, Terus Menginspirasi,” SMP Negeri 3 Satap Rembang menegaskan komitmennya untuk menjadikan keterbatasan sebagai tantangan, kebersamaan sebagai kekuatan, dan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai tujuan bersama.

Upaya tersebut diharapkan melahirkan pembelajaran yang semakin berkualitas serta membekali murid dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan di masa depan.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

Screenshot 2026-10-01 181633
MIM Wirasana Perkuat Bahasa Asing Berstandar CEFR
WhatsApp Image 2026-10-01 at 15.30
51 Regu Penggalang dari Lima Kabupaten Adu Keterampilan Pramuka
WhatsApp Image 2026-10-01 at 20.34
Guru SMPN 3 Satap Rembang Dilatih Menyusun Soal Berbasis HOTS
WhatsApp Image 2026-10-01 at 18.45
Dwi Suyoko, Alumni Sukses SMPN 1 Mrebet Bagikan 100 Pasang Sepatu Baru
WhatsApp Image 2026-10-01 at 00.42
Guru Sejarah dan Bahasa Jawa SMA Jateng Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta