HIDIMU Creative Art Memukau di Milad ke 113 Muhammadiyah

Bagikan :

 *Ketika Angklung Menyatukan Tiga Dunia

Penampilan angklung HIDIMU Creative Art yang mampu memukai para penonton. (Foto: Harta Nining Wijaya/EDUKATOR)

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Riuh tepuk tangan memenuhi Alun-alun Paseban Bantul, Minggu (23/11/2025), usai penampilan angklung HIDIMU Creative Art pada Semarak Milad ke 133 Muhammadiyah . Para pemain turun dari panggung dengan cara berbeda—ada yang menautkan tangan di pundak temannya, berkomunikasi dengan bahasa isyarat, berjalan dengan tongkat, hingga duduk di kursi roda.

Namun ketika musik dimulai, perbedaan itu lenyap dalam satu getaran bambu yang sama.

Pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa seni mampu melebur batas dan menyatukan manusia, melintasi sekat yang kerap dibangun oleh masyarakat.

“Jujur saya agak grogi meski ini penampilan keenam,” kata salah satu pemain, Dwi Windarto, mengingat momen menegangkan tampil di hadapan puluhan ribu penonton.

Dwi tampil dengan kondisi tubuh yang belum pulih setelah menjalani cuci darah. Bahkan, saat pertunjukan berlangsung ia sempat mual dan muntah di atas panggung.

“Tapi saya bertahan. Bermain angklung bukan sekadar seni, tapi perjuangan hidup,” ujarnya.

Tantangan komunikasi dengan pemain tuli yang menggunakan bahasa isyarat serta panggung yang tidak aksesibel membuatnya harus diangkat beserta kursi rodanya. “Kebersamaan membuat saya kuat. Istri saya juga ikut main angklung,” tuturnya.

Dwi berharap HIDIMU Creative Art semakin dikenal publik. “Mungkin ini penampilan terakhir saya karena ingin fokus membesarkan UMKM HIDIMU,” ungkapnya.

Jembatan Nada dari Pelatih
Di balik harmoni tersebut, ada sosok pelatih Didik Krismiyanto (53). Melatih 20 pemain dengan ragam kebutuhan khusus bukan perkara mudah, tetapi baginya proses itu penuh keindahan. “Angklung memakai kode gerakan tangan. Teman tuli bisa mengikuti, tapi untuk teman netra harus dibantu suara,” jelasnya.

Untuk menyatukan tempo, Didik menggabungkan gerakan tangan solmisasi dengan suara mulut. Latihan intensif hanya dilakukan sehari sebelum tampil, namun sebelumnya mereka berlatih rutin dua kali sebulan. “Karakter mereka kontras, tapi bukan kendala. Itu tantangan yang harus saya selami,” ujarnya.

Baginya, kebanggaan paling besar adalah melihat mereka bersatu di panggung. “Walau di bawah panggung sering beda pendapat, di atas panggung mereka solid,” ucapnya haru. Didik juga bermimpi memperluas genre musik: pop, dangdut Banyumasan, langgam Jawa hingga keroncong.

“Tidak pakai minus-one, tapi keyboard langsung. Aransemen digarap sendiri,” katanya penuh semangat.

Seni Sebagai Ruang Pemulihan
Ketua HIDIMU Creative Art, Andi Maulana Husen (58) menegaskan bahwa kelompok seni ini merupakan wadah inklusi. “Tujuan kami menampilkan angklung adalah promosi bahwa HIDIMU punya kelompok seni inklusif,” jelasnya. Tidak ada seleksi ketat—siapa pun yang ingin belajar akan diterima.

Namun, dukungan finansial masih menjadi kendala. “Dana sangat minim. Transport dan operasional menjadi tantangan utama,” ungkapnya. Ia berharap organisasi mendapatkan dukungan lebih luas. “Semoga Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat mau mengapresiasi. Kalau dari seni ini dapat pemasukan, kelompok bisa mandiri,” harapnya.

Meluruhkan Batas
Pentas HIDIMU Creative Art bukan sekadar hiburan. Ia mempertemukan tiga dunia—tuli, netra, dan fisik—yang saling belajar membaca, meresapi, dan menyesuaikan satu sama lain. Batas komunikasi dan akses yang biasanya memisahkan, luluh dalam harmoni angklung.

Sebab musik, pada akhirnya, bukan tentang siapa yang paling sempurna memainkan nada, melainkan siapa yang mampu merasakannya bersama. Dan pagi itu, HIDIMU membuktikan bahwa harmoni sejati adalah kesediaan untuk berjalan beriringan.(Harta Nining Wijaya/Prs)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

Mendikdasmen
Anggaran Pendidikan 2026 Naik, 43 Juta Murid Terima MBG
PRIYANTO1
Takwa sebagai Etos Hidup di Tengah Krisis Moral
polres1
Polres Purbalingga Ungkap Dua Kasus Narkoba
luminor1
Luminor Hotel Purwokerto Luncurkan “Shining Six Ramadan Kareem – Iftar All You Can Eat”
peng2
Puluhan ASN Setda Banyumas Ikuti Pengajian Ramadan