
Plt Kepala SMPN 2 Karangreja, Nokman Riyanto, M.Pd (nomor empat dari kiri) menerima bantuan dari IKAPERO. (Foto: Humas IKAPERO/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Purbalingga (IKAPERO) menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam di lereng Gunung Slamet dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor , Selasa (3/2/2026). Aksi sosial yang juga ditujukan kepada pararelawan ini, dipimpin langsung Wakil Ketua Umum IKAPERO, Aris Budiarto, sebagai bentuk respons cepat alumni terhadap musibah yang melanda wilayah tersebut.
Bersama Sekretaris Umum Mahendra Yudhi Krisnha dan jajaran pengurus, Aris menyisir sejumlah titik terdampak, mulai dari institusi pendidikan hingga posko relawan kebencanaan di kawasan lereng Gunung Slamet.
Di SMP Negeri 2 Karangreja
Penyaluran bantuan difokuskan kepada siswa SMP Negeri 2 Karangreja yang terdampak bencana, personel SAR di Dusun Gunung Malang, serta relawan Pramuka Peduli Kwarcab Purbalingga di Dusun Kaliurip.
Saat mengunjungi sekolah, Aris menyerahkan secara simbolis 86 mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan spiritual bagi para siswa di tengah kondisi sulit.
“Kami memberikan 86 mushaf Al-Qur’an. Harapannya adik-adik tetap membaca Al-Qur’an saat tertimpa musibah. Kami meyakini ini menjadi amalan mulia yang mendatangkan ketenangan hati dan perlindungan dari Allah,” ujar Aris, alumnus SMP Negeri 2 Purbalingga angkatan 1986.
Plt Kepala SMP Negeri 2 Karangreja, Nokman Riyanto, M.Pd mengapresiasi bantuan yang dinilai tepat sasaran dan sangat dibutuhkan siswanya.
“Insya Allah sangat bermanfaat. Terima kasih kepada para donatur. Semoga berkah untuk panjenengan semuanya,” ujarnya.
Perhatian pada Kesehatan dan Keselamatan
Selain bantuan spiritual, IKAPERO juga menyalurkan kebutuhan dasar penunjang kesehatan dan kebersihan pelajar, berupa 150 potong pakaian dalam untuk siswi dan 52 potong untuk siswa.
Perhatian serupa diberikan kepada para relawan yang bertugas di medan berat lereng Gunung Slamet. IKAPERO menyalurkan sarung tangan dan mantel plastik untuk mendukung keselamatan mereka di tengah cuaca ekstrem.
“Untuk para relawan, kami membantu sarung tangan dan mantel plastik. Sekadar mendukung kinerja mulia para relawan yang berada di garis depan,” ungkap Aris saat menyerahkan bantuan di posko kebencanaan.
Gotong Royong Kunci Pemulihan
Menurut Aris, penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga individu.
“Inilah nilai yang menjadi fondasi IKAPERO. Gotong royong adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Dari semangat itulah kita bangkit bersama,” tegasnya.
Aksi kemanusiaan IKAPERO mendapat respons positif dari Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pemkab Purbalingga Tri Gunawan Setyadi, SH MH. Ia menilai semangat kebersamaan IKAPERO mampu mempercepat pemulihan mental warga terdampak.
“Terima kasih teman-teman IKAPERO. Di Posko Pramuka Peduli, kami belajar bahwa ketangguhan bukan hanya milik individu, tetapi lahir dari kekuatan kolektif,” ujar Tri Gunawan yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga,. (Prasetiyo)