Kebun Singkong SMPN 3 Pagedongan Jadi Laboratorium Hidup

Bagikan :

*Bazar Integratif Gabungkan Empat Mata Pelajaran

Suasana bazar integratif di SMPN 3 Pagedongan,Banjarnegara.

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Kebun singkong SMP Negeri 3 Pagedongan di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, kini menjadi laboratorium hidup untuk pembelajaran lintas mata pelajaran. Inovasi tersebut terlihat dalam Bazar Sekolah Integratif yang digelar Kamis (1/10/2026), dengan menggabungkan Bahasa Inggris, IPS, Matematika, dan Informatika.

Menariknya, pembelajaran kreatif ini dilakukan di tengah keterbatasan sekolah yang hanya memiliki tujuh guru untuk mengampu 11 mata pelajaran.

Kepala SMP Negeri 3 Pagedongan, Asri Ratna Sari, S.E., M.Pd. menegaskan, keterbatasan guru dan sarana prasarana tidak menjadi penghalang. Sekolah justru mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD).

Kebun Singkong Jadi Ruang Belajar
Kebun singkong milik sekolah tidak sekadar dimanfaatkan sebagai lahan tanaman. Area tersebut diubah menjadi laboratorium hidup yang memungkinkan murid belajar melalui pengalaman, praktik, pengamatan, dan pemecahan masalah secara langsung.

Melalui pembelajaran terpadu, beberapa mata pelajaran digabungkan dalam satu proyek bersama. Model ini membuat pembelajaran tidak harus bergantung pada kondisi ideal berupa satu guru untuk satu mata pelajaran.

Murid dapat mempelajari berbagai konsep dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Ruang kelas pun tidak lagi menjadi satu-satunya tempat untuk memperoleh pengetahuan.

“Sekolah mengoptimalkan aset untuk pembelajaran bermakna,” jelas Asri Ratna Sari.

Bazar Melatih Keterampilan Nyata
Bazar Sekolah Integratif menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran tersebut. Empat mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris, IPS, Matematika, dan Informatika, dipadukan dalam sebuah proyek yang berorientasi pada pengalaman nyata.

Murid tidak hanya memahami teori di atas kertas. Mereka juga mempraktikkan keterampilan komunikasi, melakukan perhitungan dalam kegiatan bisnis, memahami aktivitas ekonomi, serta memanfaatkan teknologi.

“Bazar melatih komunikasi, bisnis, dan teknologi,” jelas Asri.

Menurut Asri, proyek tersebut membuat murid lebih mudah memahami konsep karena mereka berhadapan langsung dengan situasi nyata. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan membantu meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam serta berjangka panjang.

Guru Bangun Visi Pembelajaran Terpadu
Asri mengatakan, keberhasilan inovasi tersebut tidak terlepas dari komitmen para guru. Mereka bersama-sama mengikis ego sektoral setiap mata pelajaran untuk membangun visi pembelajaran yang terpadu.

“Guru mengikis ego sektoral demi pembelajaran terpadu,” ungkap Asri.

Menurutnya, seluruh rangkaian inovasi tersebut merupakan pengejawantahan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Murid dididik sesuai dengan kodrat alam melalui kepedulian terhadap potensi lingkungan lokal.

Pada saat yang sama, murid juga dipersiapkan menghadapi kodrat zaman melalui pemanfaatan teknologi masa kini.

“Pengalaman langsung memperkuat daya kritis murid,” kata Asri.

Melalui pendekatan tersebut, SMP Negeri 3 Pagedongan berupaya menjadikan keterbatasan sebagai kekuatan. Kebun singkong pun berkembang menjadi laboratorium hidup yang menghadirkan pembelajaran lintas mata pelajaran secara nyata, kontekstual, dan berpusat pada murid. (Heni Purwono/Prs)

BERITA TERKINI

Screenshot 2026-10-01 181633
MIM Wirasana Perkuat Bahasa Asing Berstandar CEFR
WhatsApp Image 2026-10-01 at 15.30
51 Regu Penggalang dari Lima Kabupaten Adu Keterampilan Pramuka
WhatsApp Image 2026-10-01 at 20.34
Guru SMPN 3 Satap Rembang Dilatih Menyusun Soal Berbasis HOTS
WhatsApp Image 2026-10-01 at 18.45
Dwi Suyoko, Alumni Sukses SMPN 1 Mrebet Bagikan 100 Pasang Sepatu Baru
WhatsApp Image 2026-10-01 at 00.42
Guru Sejarah dan Bahasa Jawa SMA Jateng Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta