Ketika Semua Anak Ingin Jadi CEO, Dimana Peran Sekolah Menuntun Cita-Cita?

Bagikan :

Oleh: Ākhmad Fauzi, S.S., S.Pd.
Guru SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga

SUASANA perpisahan sekolah sering kali menghadirkan rasa haru sekaligus menjadi ruang refleksi bagi sekolah dan para pendidik. Dalam salah satu momen perpisahan di sekolah tempat penulis mengajar, muncul fenomena yang menarik sekaligus menggelitik ketika acara perpisahan; hampir 30 persen peserta didik yang akan lulus menyatakan cita-citanya ingin menjadi CEO (Chief Executive Officer) atau pemimpin eksekutif tertinggi /Direktur Utama. Di satu sisi, hal ini patut diapresiasi sebagai keberanian untuk bermimpi besar.

Namun di sisi lain, muncul pertanyaan mendasar: apakah para siswa tersebut sungguh memahami makna dan tanggung jawab seorang CEO, ataukah mereka sekadar terpikat oleh citra glamor tentang kekayaan, kekuasaan, dan popularitas yang kerap ditampilkan media sosial serta tayangan hiburan seperti drama Cina dan Korea?

Tidak Diraih Secara Instan
CEO bukanlah simbol kesuksesan yang diraih secara instan. Posisi ini menuntut kepemimpinan yang matang, ketangguhan mental, kemampuan mengambil keputusan strategis, serta tanggung jawab besar terhadap nasib banyak orang. Fenomena banyaknya siswa yang bercita-cita menjadi CEO mengindikasikan adanya kesenjangan antara impian dan pemahaman tentang realitas dunia kerja.

Cita-cita yang dibangun tanpa pemahaman yang utuh berisiko menjadi impian semu—tampak megah dalam angan, namun rapuh ketika berhadapan dengan proses panjang, kegagalan, dan tuntutan nyata kehidupan profesional. Dalam ungkapan Rhenald Kasali,Ph.D., kondisi ini dapat mencerminkan generasi rapuh (fragile generation) atau yang kerap disebut sebagai generasi stroberi.

Belajar dari Kasus Pramugari Gadungan
Fenomena serupa juga tercermin dalam kasus pramugari gadungan yang sempat menghebohkan publik. Nisa, seorang perempuan yang terobsesi dengan profesi pramugari, nekat mengenakan seragam lengkap pramugari maskapai Batik Air dan ikut dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta. Keinginan Nisa untuk mewujudkan mimpinya tentu tidak keliru.

Namun tindakan yang ditempuh menunjukkan belum matangnya kesiapan mental dalam menghadapi realitas bahwa setiap profesi memiliki proses seleksi ketat, persaingan, bahkan risiko penipuan. Akibat terjebak modus penipuan dengan iming-iming pekerjaan sebagai pramugari, Nisa harus merelakan sejumlah uang demi impian yang belum dibarengi pemahaman dan kesiapan yang memadai.

Memahami Proses
Pada poin inilah sekolah memegang peran yang sangat strategis. Sekolah tidak cukup hanya menumbuhkan mimpi, tetapi juga bertanggung jawab membimbing peserta didik agar memahami proses, nilai, dan makna di balik setiap profesi. Sekolah pada dasarnya bukan sekadar ruang transfer pengetahuan akademik, melainkan wahana pembentukan orientasi hidup dan arah masa depan.

Di dalamnya, siswa belajar mengenali potensi diri, memahami dunia di luar lingkungan terdekatnya, serta merumuskan cita-cita yang selaras dengan minat, bakat, dan nilai kehidupan.

Namun realitas saat ini menunjukkan bahwa tidak semua siswa memiliki akses yang memadai terhadap gambaran nyata tentang ragam profesi, jalur pendidikan, serta proses panjang untuk meraih cita-cita. Akibatnya, impian yang muncul sering kali bersifat normatif, seragam, dan cenderung mengikuti tren.

Perlunya Pendampingan
Tanpa pendampingan yang tepat, siswa berpotensi mengalami kebingungan arah, menurunnya motivasi belajar, serta ketidaksesuaian antara potensi diri dan pilihan masa depan. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh individu siswa, tetapi juga berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Salah satu solusi nyata yang dapat diupayakan sekolah untuk menjembatani kesenjangan tersebut adalah melalui penyelenggaraan kelas inspirasi. Kelas ini menghadirkan figur-figur nyata dari berbagai latar belakang profesi dan perjalanan hidup. Figur yang dihadirkan bukan semata mereka yang telah berada di puncak kesuksesan, tetapi juga mereka yang pernah jatuh, gagal, dan bangkit kembali. Melalui perjumpaan ini, siswa diajak berdialog langsung dengan realitas, memahami bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang sarat nilai, disiplin, dan integritas.

Kelas Inspirasi
Bagi peserta didik, kelas inspirasi memiliki peran penting dalam membuka wawasan tentang beragam profesi, menumbuhkan cita-cita, membangun motivasi, serta memperkuat karakter seperti kejujuran dan kerja keras.

Selain itu, kelas inspirasi menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia profesional, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan memahami gambaran dunia kerja secara lebih utuh, siswa terdorong untuk belajar dengan tujuan yang lebih jelas dan realistis.

Agar kelas inspirasi benar-benar efektif, sekolah perlu menempatkannya bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan karier. Kelas inspirasi dapat dipadukan dengan refleksi diri, pemetaan minat dan bakat, serta pendampingan berkelanjutan oleh guru. Dengan demikian, siswa tidak hanya terinspirasi secara emosional, tetapi juga terbantu secara rasional dalam merancang langkah-langkah konkret menuju cita-citanya.

Melalui pendekatan tersebut, peran sekolah menjadi lebih utuh, yaitu bukan hanya sebagai tempat belajar mata pelajaran, tetapi sebagai ruang yang menuntun siswa memahami kehidupan, memilih jalan masa depan secara sadar, dan membangun cita-cita yang berpijak pada realitas.

Dengan demikian, menjawab pertanyaan yang mengemuka di awal, sekolah memiliki peran kunci dalam mengantarkan siswa untuk mencapai cita-citanya. Kehadiran kelas inspirasi, jika dirancang secara sistematis dan reflektif, dapat menjadi strategi efektif untuk membantu siswa memahami sekaligus mewujudkan masa depan yang mereka impikan.(*)

Daftar Pustaka
1.https://www.google.com/search?client=firefox-b-e&q=pentingnya+kelas+inspirasi
2.https://www.jawapos.com/nasional/017063523/nisya-si-pramugari-batik-air-gadungan-dapat-kesempatan-ikut-pelatihan-awak-kabin-gratis-di-kediri
3.https://www.youtube.com/watch?v=D4wQUNbb9sk
4.https://www.smpn6-sby.sch.id/berita/kelas-inspirasi-mengenalkan-sejuta-profesi

BERITA TERKINI

al2
408 Orang Hadiri Peringatan Isra Mi'raj di MI Al Mujahadah Pagerandong
kalimanah3
Peringati Isra Mi’raj, SMPN 3 Kalimanah Perkuat Karakter Religius Peserta Didik
PRIYANTO2026
Isra Mi‘raj dan Pendidikan Karakter: Iman yang Menumbuhkan Keluhuran, Kreasi, dan Prestasi
audiensikeftunsoed1
BNNK Purbalingga Audiensi ke Kampus FT Unsoed
mini ranch1
"Mini Ranch Domba" Fapet Unsoed, Sarana Edukasi Sejak Dini Bagi Anak Sekolah