*Berharap Donasi Dermawan, Ramadan Momentum Beramal

Guru dan murid SDN 1 Gunungkarang dengan latar belakang bangunan musala yang sedang dibangun.
PURBALINGGA, EDUKATOR–SD Negeri 1 Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, masih kekurangan dana sebesar Rp 106.850.000 untuk menyelesaikan pembangunan musala di lingkungan sekolah. Selama ini, para murid dan guru yang hendak menunaikan salat harus berjalan kaki cukup jauh dari sekolah menuju masjid, sehingga dinilai kurang efektif, terutama saat cuaca tidak mendukung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Gunungkarang, Salamah, S.Pd, mengatakan, pembangunan musala menjadi kebutuhan mendesak guna menunjang kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter religius di sekolah.
“Kami berharap dengan adanya musala ini, murid dan guru dapat melaksanakan salat serta kegiatan keagamaan lainnya dengan lebih nyaman di lingkungan sekolah,” ujar Salamah kepada EDUKATOR di SDN 1 Gunungkarang, Selasa (24/2/2026).
Total anggaran pembangunan mencapai Rp 231.327.000, sementara dana yang tersedia baru Rp 124.477.000, sehingga masih terdapat kekurangan sebesar Rp 106.850.000,-.
Para pekerja sedang bekerja menyelesaikan pembangunan Musala “Saad Bin Muadz” di halaman belakang SDN 1 Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.
Musala yang dibangun di belakang halaman sekolah itu berukuran 7,5 x 7,5 meter (luas sekitar 56,25 meter persegi). Pembangunan telah dimulai sejak 17 Februari 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari atau awal Mei 2026. Musala itu akan diberi nama “Saad Bin Muadz”.
Kegiatan Keagamaan Belum Optimal
SDN 1 Gunungkarang memiliki 138 murid dari kelas I hingga VI, didukung tujuh guru dan satu penjaga sekolah. Ketiadaan musala permanen membuat kegiatan keagamaan seperti salat dhuha, salat fardu berjamaah, doa bersama, serta pembinaan karakter religius belum berjalan optimal.
“Kami ingin menyediakan tempat ibadah yang layak dan nyaman bagi murid, guru, serta warga sekolah. Ini bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis agama,” kata Salamah.
Dana Bersumber dari Swadaya dan Donatur
Pendanaan pembangunan berasal dari swadaya masyarakat, komite sekolah, serta para donatur. Selain itu, dukungan juga datang dari yayasan dan dermawan dari Timur Tengah yang berkomitmen membantu pengembangan sarana pendidikan dan keagamaan.
Sejumlah material seperti pasir, batu kricak, batu pondasi, kusen, pintu, hingga tenaga kerja diperoleh melalui partisipasi masyarakat.
Ramadan, Waktu Tepat Berbagi
Salamah menambahkan, bulan Ramadan menjadi momentum tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk berinfak mendukung pembangunan mushola sekolah.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami mengajak masyarakat untuk beramal jariyah dengan membantu pembangunan musala SDN 1 Gunungkarang,” ujarnya.
Nomor Rekening untuk Donasi
Bagi dermawan yang akan berdonasi, infak dapat disalurkan melalui:
🏦 Bank Mandiri a.n. Khosin Marufi
No. Rek: 1800016596399
📱 WA: 0895-6345-35101 (Khosin Marufi)
Atau bisa juga menghubungi panitia lainnya, 0821 4185 5352 (Andri Dian Fatoni).
“Kami berharap dukungan masyarakat agar pembangunan musala ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh warga sekolah,” harapnya. (Prasetiyo)