
Suasana penilaian lomba 6K antarkelas di SMA Negeri 1 Sentolo, Kulon Progo. (Foto: Kurniawan Arya Putra Dewanto/Prs)
KULON PROGO, EDUKATOR–Kelas XII E, XI A, dan X D berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga dalam Lomba 6K antarkelas SMA Negeri 1 Sentolo, Kulon Progo. Kegiatan tersebut menjadi bagian Pekan Seni Budaya (PSB) Crestoria untuk memperingati HUT ke-47 SMA Negeri 1 Sentolo.
Kepala SMA Negeri 1 Sentolo, Sumari, S.Pd., M.Sc., mengatakan, lomba tersebut menjadi sarana bagi murid untuk belajar menjaga lingkungan sekaligus membangun kerja sama. “Kegiatan ini melatih tanggung jawab dan kerja sama murid,” ujarnya.
Penilaian lomba 6K tersebut berlangsung Senin (31/8/2026), diikuti seluruh kelas X, XI, dan XII atau total 15 kelas. Kegiatan ini tidak sekadar memeriahkan ulang tahun sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dewan juri lomba 6K antarkelas sedang berdiskusi. (Foto: Kurniawan Arya Putra Dewanto/Prs)
Enam Aspek Jadi Fokus Penilaian
Lomba 6K mencakup Kebersihan, Keindahan, Kerapian, Kerindangan, Keamanan, dan Ketertiban. Penilaian meliputi kondisi ruang kelas, kreativitas dekorasi, keteraturan barang, tanaman, keamanan jalur evakuasi, serta perangkat kelas.
Persiapan lomba berlangsung selama sepekan, 24–30 Agustus 2026. Setiap kelas menata dan menghias ruangannya dengan mengusung tema “Sasmita Budaya Luhur”. Unsur wayang, batik, dan Tugu Jogja diwajibkan hadir sebagai bagian dekorasi.
Penataan dilakukan secara gotong royong oleh murid dengan pembagian tugas di masing-masing kelas. Proses tersebut memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan ide, bekerja sama, serta bertanggung jawab mengelola lingkungan belajar.
Budaya Yogyakarta Hadir di Ruang Kelas
Penilaian dilakukan Bambang Prih Sutopo, S.Pd.Si., guru SMA Negeri 1 Sentolo, bersama Devita Mevia Putri dan Aida Salsabila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta.
Penggunaan wayang, batik, dan Tugu Jogja turut memperkuat identitas budaya Yogyakarta di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung melalui pengalaman di luar kegiatan akademik.
Lomba 6K juga berkaitan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Pengalaman menata kelas menjadi sarana pengembangan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Panitia berharap pengalaman selama lomba tidak berhenti pada penilaian dan hasil kejuaraan. Kebiasaan menjaga kebersihan, kerapian, keamanan, kerindangan, keindahan, dan ketertiban diharapkan terus diterapkan dalam keseharian di kelas.(Kurniawan Arya Putra Dewanto/Prs)