
Murid-murid SMP Negeri 3 Purbalingga berjalan kaki menuju sekolah. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
JAKARTA, EDUKATOR – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pembudayaan jalan kaki ke sekolah sebagai bagian dari gerakan hemat energi dan pola hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi budaya kerja dan gaya hidup yang diinisiasi pemerintah, guna memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan tetap optimal di tengah perubahan zaman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (3/4/2026) mengemkakan, transformasi tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pemerataan akses dan keadilan layanan, relevansi terhadap masa depan, serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, perubahan cara kerja tidak akan mengurangi kualitas layanan. Justru, layanan pendidikan semakin luas jangkauannya melalui berbagai kanal, baik tatap muka maupun digital, sehingga tetap dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Pentingnya Digitalisasi
Pada pilar kedua, Kemendikdasmen menekankan pentingnya digitalisasi layanan serta penguatan budaya kerja adaptif sebagai fondasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang inovatif dan tangguh menghadapi tantangan global.
Sementara itu, pilar ketiga menitikberatkan pada kolaborasi antara Aparatur Sipil Negara (ASN), satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan transformasi tersebut.
Dalam implementasinya, sejumlah kebijakan diterapkan, seperti Work From Home (WFH) bagi ASN setiap Jumat, efisiensi penggunaan kendaraan dinas, serta pengurangan perjalanan dinas. Selain itu, pemerintah juga menggalakkan penggunaan transportasi publik dan kegiatan Car Free Day (CFD), termasuk membiasakan peserta didik berjalan kaki ke sekolah.
WFH Bukan Berarti Libur
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi kualitas layanan publik. ASN tetap bekerja secara profesional meskipun dari lokasi berbeda, sementara layanan publik terus berjalan optimal melalui berbagai kanal.
“WFH bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya dari lokasi berbeda, sementara layanan publik tetap berjalan optimal,” ujar Abdul Mu’ti.
Selanjutnya dikatakan, Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap beroperasi secara responsif melalui tatap muka, WhatsApp, telepon, dan posel. Di sisi lain, guru tetap menjalankan tugas mengajar seperti biasa tanpa perubahan.
Kemendikdasmen juga memperkuat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dengan mengajak masyarakat membangun kebiasaan hemat energi serta menjaga lingkungan sekolah yang berkelanjutan.
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap tercipta ekosistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas dan adaptif, tetapi juga sehat serta ramah lingkungan.
Manfaat Jalan Kaki
Sementara itu dari berbagai sumber diperoleh keterangan, banyak manfaat yang bisa diabil dari jalan kaki.
1. Menjaga kesehatan jantung
Jalan kaki rutin membantu melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung serta stroke.
2. Mengontrol berat badan
Aktivitas ini membakar kalori sehingga membantu menurunkan atau menjaga berat badan tetap ideal.
3. Mencegah penyakit kronis
Jalan kaki dapat menurunkan risiko berbagai penyakit seperti Diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan hipertensi.
4. Meningkatkan kekuatan otot dan tulang
Gerakan berjalan memperkuat otot kaki serta membantu menjaga kepadatan tulang sehingga mencegah osteoporosis.
5. Menyehatkan mental
Jalan kaki, terutama di luar ruangan, dapat mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi. Ini juga membantu meningkatkan suasana hati.
6. Meningkatkan stamina dan energi
Dengan rutin berjalan kaki, tubuh menjadi lebih bugar dan tidak mudah lelah saat beraktivitas.
7. Membantu kualitas tidur
Orang yang rutin berjalan kaki cenderung memiliki tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.
8. Melancarkan pencernaan
Jalan kaki setelah makan dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.
Kalau dilakukan secara rutin (misalnya 30 menit per hari), manfaatnya akan terasa signifikan bagi kesehatan jangka panjang. (Prasetiyo)