Mengoptimalkan Prestasi Belajar PJOK dengan Model “Inquiry Learning”

by -37 Views

Oleh: Ony Ananta Wira. S. Pd

Guru PJOK SDN Dukuh Menanggal 1/424 Surabaya

Jawa-Timur

            PENDIDIKAN Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam pengembangan siswa secara fisik dan mental. Untuk meningkatkan hasil belajar PJOK, penerapan Model Inquiry Learning dapat menjadi solusi yang inovatif. Untuk mengoptimalkan hasil belajar PJOK di SDN Dukuh  Menanggal 1/424 Surabaya, penulis menerapkan model pembelajaran Inquiry Learning.

            Menurut Abidin (2018), Model Inquiry Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik untuk menemukan dan menggunakan berbagai sumber informasi dan ide-ide dalam memahami masalah, topik, dan isu tertentu.

            Santosa (2019) menambahkan bahwa inquiry learning mendorong peserta didik untuk aktif bertanya dan bereksperimen secara mandiri selama proses belajar, dengan pencarian materi pembelajaran secara mandiri.

            Langkah-langkah Meningkatkan Hasil Belajar PJOK dengan Model Inquiry Learning yang penulis lakukan sebagai berikut:

            Tujuan Pembelajaran yang Jelas: Tetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik terkait dengan materi PJOK, seperti gerak dominan dalam senam lantai.

            Stimulasi Pertanyaan: Ajak peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan gerak dominan dalam senam lantai. Pertanyaan ini menjadi awal dari proses inquiry.

            Penyediaan Sumber Informasi: Berikan akses kepada peserta didik untuk menemukan informasi dari berbagai sumber, seperti buku, artikel, atau video yang relevan dengan materi PJOK.

            Eksplorasi Mandiri: Dorong peserta didik untuk melakukan eksplorasi mandiri terhadap gerak dominan dalam senam lantai. Berikan panduan untuk percobaan dan praktek secara individual.

            Diskusi Kolaboratif: Selenggarakan diskusi kelompok di mana peserta didik dapat berbagi temuan dan pengalaman mereka. Diskusi ini dapat memperkaya pemahaman melalui perspektif yang berbeda.

            Proyek Kreatif: Berikan tugas proyek yang memungkinkan peserta didik untuk mengaplikasikan gerak dominan dalam senam lantai dalam konteks kreatif, misalnya, membuat sebuah tarian atau rutinitas senam.

            Sementara itu contoh nenerapan Model Inquiry Learning pada Materi PJOK Kelas VI, misalnya, siswa dapat diberi tugas untuk meneliti gerak dominan dalam senam lantai, mencari video tutorial, dan kemudian merancang sebuah pertunjukan senam yang mencakup gerakan tersebut. Proses ini akan memberikan mereka pemahaman yang lebih mendalam.

            Berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dna kekurangan model pembelajaran inqury learning ini. Kelebihannya, diantaranya  peserta didik terlibat secara aktif, meningkatkan motivasi dan pemahaman. Selain itu, modle ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kemampuan penelitian. Dan, materi menjadi lebih relevan karena siswa mencari jawaban atas pertanyaan mereka sendiri.

            Sedangkan kekurangannya, proses inquiry learning membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan metode konvensional.Selain itu, terdapat potensi perbedaan pemahaman di antara peserta didik, yang memerlukan peran guru untuk memastikan pemahaman yang seragam.

            Dapat disimpulkan, model Inquiry Learning merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar PJOK di kelas VI SDN Dukuh Menanggal 1/424 Surabaya. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali pengetahuan secara mandiri, model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang berguna sepanjang kehidupan. Meskipun memiliki tantangan, kelebihan yang didapat jauh lebih besar, menjadikan Model Inquiry Learning sebagai pilihan yang menarik dalam konteks pembelajaran PJOK.  (*)

==

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.