Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Model Pembelajaran  CIRC

by -20 Views

Oleh: Ratih Ratna Sari, S.Pd

Guru SD Negeri 2 Sokaraja Tengah

Kecamatan Sokaraja

Kabupaten Banyumas

            PEMAHAMAN  bacaan adalah keterampilan kunci yang harus dikuasai oleh setiap siswa, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD). Model pengajaran yang efektif dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Salah satu model yang  terbukti berhasil adalah Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).

            CIRC adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang mengintegrasikan suatu bacaan secara menyeluruh yang kemudian mengkomposisikan menjadi bagian-bagian penting. (Sutanto, 2020).

            Sugihartono (2021) mengemukakan, CIRC adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk membaca, memahami, dan menyusun komposisi. Sedangkan menurut Johnson dan Johnson (1999), model  ini menggabungkan elemen-elemen kooperatif dan elemen-elemen individu dalam pembelajaran membaca dan menulis.

            Penerapan metode CIRC di Kelas 3 SD Negeri 2 Sokaraja Tengah yang penulis lakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan berkolaborasi dalam kelompok, siswa dapat saling membantu dalam memahami teks bacaan, berbagi ide, dan mengembangkan kemampuan menulis mereka.

            Adapun lLangkah-langkah mengajarkan membaca pemahaman dengan model CIRC yang penulis lalukan sebagai berikut.

            Pembentukan Kelompok: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil yang heterogen.

            Pemilihan Bacaan: Guru memilih bacaan yang sesuai dengan tingkat kesulitan siswa.

            Pembacaan Bersama-sama: Setiap anggota kelompok membaca teks bersama-sama dan membahas makna yang mereka pahami.

            Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi untuk memastikan pemahaman yang benar dan mendukung satu sama lain.

            Penulisan Bersama: Kelompok menuliskan pemahaman mereka secara bersama-sama, mendorong kolaborasi dalam mengekspresikan ide.

            Presentasi Hasil: Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, memungkinkan siswa lain untuk mendengar berbagai perspektif.

            Terkait hal itu, berikut contoh membaca pemahaman dengan model CIRC.

            Misalkan, sebuah cerita pendek dipilih sebagai bahan bacaan. Setelah membaca bersama-sama, setiap kelompok dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru, berdiskusi mengenai tema cerita, dan membuat ringkasan bersama-sama sebelum menuliskan hasilnya.

            Berdasarkan pengamatan penulis, model CIRC memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya, meibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

            Selain itu, mendorong kerjasama dan komunikasi antar siswa.

            Kelebihan lainnya, melalui diskusi dan kolaborasi, siswa dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

            Akhirnya dapat disimpulkan model CIRC adalah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Dengan menggabungkan pembacaan, diskusi, dan penulisan bersama-sama, metode ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang kooperatif dan mendukung perkembangan siswa secara holistik. Penerapan CIRC di Kelas 3 SD Negeri 2 Sokaraja Tengah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dan meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.