Meningkatkan Prestasi Belajar PPKn dengan Model Pembelajaran Kooperatif

by -49 Views

Oleh: Nurtia Lestari, S.Pd

Guru SD Negeri 4 Bancarkembar

Kecamatan Purwokerto Utara

Kabupaten Banyumas

            PENDIDIKAN di Indonesia terus mengalami transformasi, dengan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satu inovasi yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif. Model ini penulis terapkan di Kelas II SD Negeri 4 Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.

            Alasan penggunaan model pembelajaran kooperatif ini, selama ini guru masih terpaku dengan buku teks dan LKS. Sementara siswa lebih banyak mendengar dan menulis. Sehingga hanya bertumpu pada kemampuan penghafalan. Pembelajaran tersebut menjadikan peserta didik merasa jenuh.

            Untuk mengatasi hal itu maka penulis melakukan inovasi dengan menerapkan model  Pembelajaran Kooperatif pada pembelajaran PPKn di Kelas II  SD Negeri 4 Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, khususnya pada materi Hubungan Gambar pada Lambang Negara dengan sila-sila Pancasila.

            Dalam kaitan ini, model pembelajaran kooperatif dimaknai oleh Daryanto (2019), adalah suatu model pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok kecil, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model ini mendorong siswa untuk bekerja sama, berbagi ide, dan mengembangkan keterampilan sosial.

            Sedangkan Sugiyono (2021) mendefinisikan model pembelajaran kooperatif sebagai suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif tidak hanya menekankan pada pemberian materi oleh guru, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

            Adapun langkah-langkah pembelajaran model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran PPKn di Kelas II SD Negeri 4 Bancarkembar sebagai berikut:

            Pertama, siswa dibagi menjadi kelompok kecil dengan anggota yang heterogen. Setiap kelompok memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dan mencapai tujuan bersama.

            Kedua, setiap anggota kelompok diberikan tugas yang spesifik sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. Tugas tersebut dapat berupa mencari informasi, menganalisis gambar, atau menyusun presentasi.

            Ketiga, siswa diajak untuk berinteraksi, berdiskusi, dan saling bertukar pendapat dalam kelompok. Ini membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam dan mengembangkan keterampilan sosial.

            Keempat, setiap kelompok diminta untuk menyajikan hasil kerja mereka di depan kelas. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa tetapi juga memperkuat pemahaman materi.

            Terkait hal itu, berikut contoh materi Hubungan Gambar pada Lambang Negara dengan Sila-sila Pancasila. Misalnya, Kelompok 1 menjelaskan bagaimana lambang negara mencerminkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelompok dua, membahas hubungan gambar pada lambang negara dengan nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Kelompok tiga, menjelaskan bagaimana makna persatuan Indonesia dalam kehiduopan sehari-hari. Kelompok empat, membahas makna kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelompok lima, mengeksplorasi cara lambang negara mencerminkan nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

            Sesunggiuhnya, penerapan model pembelajaran kooperatif di SD Negeri 4 Bancarkembar membawa dampak positif pada prestasi belajar PPKn siswa. Proses pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan kolaboratif memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Dengan terlibatnya siswa dalam pembelajaran, diharapkan mereka tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.