
Dari kiri, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S, Prof. Ir. Kharisun, Ph.D dan Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU., ASEAN Eng. (Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan bahwa riset dan inovasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas ke Kampus Unsoed, Purwokerto,Jumat (23/1/2026).
Kunjungan kerja tersebut disambut Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., Wakil Rektor III Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., dan Wakil Rektor IV Prof. Dr. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc. Turut mendampingi dua dosen senior Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., dan Prof. Ir. Kharisun, Ph.D.
Menteri PPN/Kepala Bappenas menilai perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui riset yang aplikatif dan berorientasi solusi.
Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU., ASEAN Eng (nomor tiga dari kiri) memberikan cendera mata kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. (Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)
“Unsoed memiliki kekuatan riset yang luar biasa dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, khususnya di bidang pangan dan energi. Inovasi-inovasi ini penting untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Rachmat Pambudy.
Menurutnya, berbagai hasil riset yang dikembangkan Unsoed menunjukkan potensi besar untuk diperluas melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Ia juga mengapresiasi kontribusi Unsoed dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di tingkat akar rumput. “Kami sangat mengapresiasi peran Unsoed dalam menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan langsung oleh petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan,” katanya.
Selaras dengan Kebutuhan Masyarakat
Menanggapi hal tersebut, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq menyampaikan bahwa Unsoed secara konsisten mengarahkan pengembangan riset dan inovasi agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Unsoed terus mendorong pengembangan riset dan inovasi yang dapat langsung diimplementasikan oleh petani, peternak, serta pelaku UMKM pangan, khususnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya,” ujarnya.
Terakreditasi Internasional
Ia menjelaskan, Unsoed saat ini telah berstatus akreditasi Unggul dengan 105 program studi, tujuh di antaranya terakreditasi internasional. Unsoed didukung lebih dari 35 ribu mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional, serta 1.353 dosen dengan 139 profesor dan 1.149 tenaga kependidikan.
Rektor juga memaparkan berbagai inovasi unggulan Unsoed yang berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan energi nasional. Inovasi tersebut meliputi Unsoed Closed House, kandang ayam petelur Merah Putih, klaster peternakan sapi potong, Sapi Amanah Farm, Soedmastitest, dan Pearl Millet.
Kemudian Padi Protani, Padi Inpari Unsoed 79 Agritan, Kedelai Garuda Merah Putih, pupuk NZEO-SRPlus dan NK, nutrisi aeroponik benih kentang, anggrek mutan, Nanoenkapsulator, Smart Greenhouse berbasis IoT-PLTS, dan sistem fertigasi otomatis.
Selanjutnya pengawet alami kecombrang, Mocaf, Tangkis sebagai pengawet nira, Stingless Bee Honey, Program SID Cetak Sawah Rakyat, hingga Bhakti Ketahanan Pangan 2025.
Peneliti Lintas Fakultas
“Seluruh inovasi tersebut dikembangkan oleh peneliti lintas fakultas dan dirancang agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain memaparkan capaian riset, Rektor Unsoed juga menyampaikan rencana pengembangan jangka menengah Unsoed 2026–2030 yang meliputi pembangunan Pusat Riset Genomik, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Pangan, serta Rumah Sakit Pendidikan.
Kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut juga dimanfaatkan untuk diskusi strategis terkait peluang penguatan kerja sama antara Bappenas dan Unsoed. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi.(Prasetiyo)