*Ribuan Warga Menonton di Sepanjang Rute Pawai

Barongsay ikut memeriahkan penampilan Pawai Budaya
PURBALINGGA, EDUKATOR–Pawai Budaya dan Kirab Pusaka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga berlangsung meriah, Sabtu (20/12/2025). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang rute pawai sejak pagi hingga siang hari, menyaksikan langsung karnaval jalan kaki yang menampilkan kekayaan seni, budaya, dan sejarah daerah.
Pawai dimulai dari GOR Goentoer Darjono, tepatnya di depan Salon Sundus dan Bakso Darmin, lalu bergerak melewati Perempatan lampu lalu lintas PDI, Perempatan Sate Blater, menyusuri Jalan Jenderal Soedirman, depan SMA Muhammadiyah 1 hingga finish di Alun-alun Purbalingga depan Pendapa Dipokusumo. Sepanjang rute tersebut, warga memadati sisi jalan untuk menikmati atraksi para peserta.
Sebanyak 81 kontingen dari berbagai unsur masyarakat ambil bagian dalam Pawai Budaya dan Kirab Pusaka yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga. Peserta menampilkan aneka kostum tradisional, seni pertunjukan, serta simbol-simbol sejarah yang dikemas kreatif, sehingga menjadi tontonan rakyat yang murah meriah namun sarat makna.
Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi, sinergi, dan kolaborasi di antara warga Purbalingga.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh peserta pawai dan kirab yang telah bersemangat mengikuti kegiatan ini,” ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, Pawai Budaya yang digelar bersamaan dengan Kirab Pusaka memiliki makna strategis bagi daerah. Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk penguatan budaya lokal.
“Sebagaimana namanya Pawai Budaya, kegiatan ini harus menjadi momentum penguatan budaya. Saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat turut menggerakkan roda perekonomian daerah, termasuk memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM,” tambahnya.
Tiga Titik Display
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, rute pawai tahun ini diperpanjang dengan beberapa titik display. Setelah melewati Perempatan Banteng, rombongan berhenti di Perempatan Sate Indra sebagai titik penampilan pertama.
Kemudian peserta pawai melanjutkan perjalanan menuju simpang tiga SMP Negeri 1 Purbalingga sebagai titik display kedua.
Titik display ketiga ataub terakhir yakni di panggung kehormatan depan Pendapa Dipokusumo, dan berakhir di Gedung DPRD Kabupaten Purbalingga.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Sadono, menjelaskan bahwa peserta pawai berasal dari lima kelompok utama, yakni Forkopimda, sekolah, kecamatan, OPD/BUMD/BUMN, serta organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan perusahaan swasta.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Nusantara, sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi masyarakat untuk mengekspresikan seni dan budaya,” jelasnya.
Pawai Budaya dan Kirab Pusaka pun menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga yang tidak hanya menguatkan identitas budaya, tetapi juga menghadirkan kegembiraan bersama bagi masyarakat. (Prasetiyo)