Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation, Tingkatkan Prestasi Belajar IPAS

by -24 Views

Oleh: Siti Nur Ajijah, S.Si

Guru SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto

            PENDIDIKAN di Indonesia terus mengalami perkembangan, termasuk dalam kurikulum merdeka yang mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Mata pelajaran IPAS di SD kelas 4 merupakan kombinasi antara IPA dan IPS dalam Kurikulum Merdeka, yang bertujuan mengembangkan pendidikan holistik, multidisiplin, dan kontekstual. Namun, rendahnya hasil belajar IPAS seringkali terkait dengan lemahnya strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru.

            Kelemahan tersebut mencakup minimnya penggunaan media, pengelolaan kelas yang belum optimal, dan berbagai kelemahan dalam kegiatan belajar mengajar. Kurangnya keaktifan, kemandirian, kerjasama, serta kurangnya penghargaan terhadap pendapat orang lain, menjadi tantangan dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif.

            Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru dapat mengadopsi model pembelajaran inovatif, seperti model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Model ini dipilih karena dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di kelas IV SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto.

            Menurut Isjoni (2011), Group Investigation merupakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation menurut para ahli pendidikan Indonesia. Model ini menekankan pada kerjasama antar siswa dalam mengeksplorasi topik pembelajaran.

            Group investigation merupakan model pembelajaran yang dilakukan dengan pengaturan siswa bekerja dalam kelompok kecil menggunaan pertanyaan kooperatif, diskusi kelompok, serta perencanaan dan proyek kooperatif. Melalui model group investigation ini siswa diberi kebebasan untuk membuat kelompok dengan jumlah anggota dua sampai enam orang. Selanjutnya masing-masing kelompok memilih topik materi yang telah dipelajari, dan membagi topik-topik tersebut menjadi tugas pribadi. Hasil dari pekerjaan tugas pribadi anggota dipersiapkan untuk menyusun laporan kelompok.(Slavin dalam Sutirman, 2013)

            Menurut M Hosnan (2018), model pembelajaran group investigation dapat digunakan untuk membimbing siswa agar mampu berpikir sistematis, kritis, analitik, berpartisipasi aktif dalam belajar dan berbudaya kreatif melalui kegiatan pemecahan masalah.

            Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan model Group Investigation pada pembelajaran IPAS di kelas IV SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto melibatkan:

            Pembentukan Kelompok: Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk mendorong kerjasama dan saling bertukar ide.

            Penentuan Tema: Kelompok memilih tema atau topik yang akan mereka eksplorasi bersama.

            Pengumpulan Informasi: Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi terkait tema yang dipilih.

            Analisis dan Presentasi: Kelompok melakukan analisis terhadap informasi yang dikumpulkan dan menyajikannya dalam bentuk presentasi.

            Diskusi dan Evaluasi: Siswa lain memberikan tanggapan dan evaluasi terhadap presentasi kelompok, mendorong pemahaman yang lebih mendalam.

            Contoh pembelajaran dengan model Group Investigation pada pembelajaran IPAS di kelas IV dapat melibatkan penelitian kelompok tentang ekosistem di sekitar sekolah, analisis dampak perubahan iklim, atau eksplorasi dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan.

            Berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dan kekurangan model pembelajaran ini. Kelebihannya, diantaranya mendorong kerjasama dan kemandirian siswa.

; memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan analisis.

            Sedangkan kekurangannya, diantaranya, memerlukan waktu yang lebih lama untuk persiapan dan pelaksanaan; dan dapat  terjadi ketidakseimbangan partisipasi antar anggota kelompok.

            Dapat disimpulkan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada pembelajaran IPAS di kelas IV SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto dapat menjadi solusi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan melibatkan siswa dalam proses eksplorasi dan analisis, diharapkan mereka dapat lebih aktif, kreatif, dan mampu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap mata pelajaran IPAS. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.