*Digagas Lesbumi PCNU Purbalingga

Agustav Triono mengawali parade baca puisi dalam Ngaji Budaya
PURBALINGGA, EDUKATOR–Parade puisi hingga pertunjukan Wayang Hastabrata menyemarakkan gelaran Ngaji Budaya di Aula Gedung PCNU Purbalingga, Senin malam (16/3/2026). Kegiatan yang digagas Lesbumi PCNU Purbalingga bersama Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga, FP Sebantara, dan Dewan Kesenian Purbalingga ini menjadi ruang refleksi budaya yang memadukan seni, religiusitas, dan nilai kemanusiaan.
Acara yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut dihadiri unsur badan otonom dan lembaga PCNU, seniman, serta budayawan. Suasana berlangsung khidmat namun tetap hangat sepanjang kegiatan.
Parade Puisi dan Kolaborasi Seni
Rangkaian dibuka dengan parade baca puisi. Agustav Triono mengawali penampilan lewat puisi Aku Ingin Tertanam yang dibawakan penuh penghayatan. Sejumlah penyair lain kemudian tampil dengan karya bernuansa religius.
Kolaborasi seni turut memperkaya suasana. Yudiono Bawor memadukan pantomim dengan puisi Sembahyang Rumputan karya Ahmadun Yosi Herfanda. Penampilan dilanjutkan oleh Deka Aepama yang membacakan karya Acep Zamzam Noor, serta penampilan dari Trisnanto Budidoyo dan Arin Hidayat.
Suasana semakin menyentuh saat Fajar Sukron membacakan puisi yang diiringi alunan rebab oleh Lintang Rencono. Seluruh rangkaian dipandu Zulfikar Omen dengan gaya santai namun tetap menjaga kekhidmatan.
Orasi Budaya: Menyatukan Agama dan Kemanusiaan
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini menghadirkan orasi budaya oleh Prof. Supriyanto. Ia menegaskan bahwa Islam, seni, budaya, dan kemanusiaan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi terlepas dari realitas sosial,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Apresiasi dan Peran Seni dalam Dakwah
Ketua PCNU Purbalingga, Ulil Archam, mengapresiasi kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan refleksi, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Sementara itu, Ketua Lesbumi, Ryan Rachman, menegaskan pentingnya seni budaya dalam dakwah Islam. Ia mencontohkan peran Wali Songo yang memanfaatkan seni sebagai media penyebaran ajaran.
Ditutup Pentas Wayang Hastabrata
Rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan Wayang Hastabrata oleh FP Sebantara dengan dalang Ki Surotomo. Pementasan tersebut menyampaikan pesan penting tentang menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
Melalui perpaduan seni, sastra, dan refleksi spiritual, Ngaji Budaya di Purbalingga kembali menunjukkan bahwa ruang kebudayaan mampu menjadi jembatan antara nilai religius dan kehidupan sosial masyarakat. (Prasetiyo)