Pemkab Banyumas Gelar Pramusrembang Percepatan Penurunan Stunting

Bagikan :

PURWOKERTO, EDUKATOR–Untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas, Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrembang) Kabupaten Tematik Stunting Tahun 2026 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (9/3/2026). Forum ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menyatukan program lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting di Banyumas.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan, penanganan stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi merupakan bagian penting dari pembangunan manusia yang berdampak jangka panjang terhadap produktivitas dan daya saing daerah.

“Dalam upaya menurunkan angka stunting melalui intervensi sensitif, Pemerintah Kabupaten Banyumas memfokuskan program pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan akses air bersih, serta peningkatan sanitasi masyarakat,” kata Sadewo.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan standar usianya dan dapat berdampak pada perkembangan otak, kesehatan, serta produktivitas anak di masa depan.

Melalui Pramusrembang tematik tersebut, sejumlah langkah strategis dibahas, di antaranya mengidentifikasi kendala di lapangan, menyusun usulan program prioritas untuk Musrenbang RKP Kabupaten, memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, serta mengoptimalkan perencanaan program dan lokasi prioritas yang akan diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kabupaten Banyumas Tahun 2027.

Forum Sinkronisasi Program Penurunan Stunting
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda Banyumas, kepala organisasi perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya. Pramusrembang Tematik Stunting menjadi forum penting untuk memperkuat konvergensi program lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Penghargaan Desa, Kecamatan, dan Mitra
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga memberikan penghargaan kepada desa, kecamatan, dan mitra pembangunan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam peningkatan cakupan serta konvergensi intervensi stunting.

Kategori Desa dengan Penurunan Jumlah Stunting Tertinggi diraih Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen (peringkat 1), Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok (peringkat 2), dan Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang (peringkat 3).

Kategori Kecamatan dengan Penurunan Jumlah Stunting Tertinggi diraih Kecamatan Cilongok (peringkat 1), Kecamatan Purwojati (peringkat 2), dan Kecamatan Jatilawang (peringkat 3).

Sementara kategori Prevalensi Stunting Terendah diraih Kecamatan Purwojati. Adapun kategori Mitra Pembangunan diberikan kepada Tanoto Foundation sebagai lembaga filantropi yang berkontribusi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini juga ditutup dengan deklarasi komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, hingga pemerintah desa dan kelurahan untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Banyumas. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

laporan mbg
Gerindra Purbalingga Buka "Hotline" Aduan Program MBG
IMG-20260309-WA0021
17,3 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jawa Tengah
stunting1
Pemkab Banyumas Gelar Pramusrembang Percepatan Penurunan Stunting
Foto Kegiatan Pengmas 2
Tel-U Purwokerto Latih Peternak Kambing Binangun dengan Pendekatan "Agropreneur"
tka1
Hari Ini, Gladi Bersih TKA SD–SMP 2026 Dimulai