Pengawasan Kantin Sekolah di Banyumas Akan Diperketat

Bagikan :

*Pemkab Banyumas dan BPOM Perkuat Keamanan Pangan Terpadu

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti dan Kepala Balai POM di Banyumas, Gideon,  berkomitmen mewujudkan Program Keterpaduan Keamanan Pangan di Banyumas. (Foto: Prokompin Setda Banyumas/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas akan memperketat pengawasan kantin di semua sekolah . Hal ini guna menjamin keamanan pangan bagi murid sekolah, melalui program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion, S.Si., M.Sc.menegaskan, pengawasan akan dilakukan menyeluruh, termasuk pembentukan kader keamanan pangan di sekolah.

“Kami akan membentuk kader keamanan pangan di sekolah, melakukan edukasi kepada guru, murid, orang tua, dan penjamah makanan, serta mengawasi kantin sekolah,” ujarnya pada Forum Advokasi Program Keterpaduan Keamanan Pangan, di Pendopo Si Panji , Purwokerto, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan itu dibuka Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti. Dalam hal ini, BPOM di Banyumas meliputi wilayah kerja Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.

Wabup Lintarti berharap program keamanan pangan ini dapat diimplementasikan secara nyata, terutama dalam pengelolaan kantin sehat dan pengawasan jajanan anak.

“Saya sangat mendukung program keamanan pangan ini, agar anak-anak tumbuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat,” tegasnya

PJAS Selaras dengan MBG
Selanjutnya Gideon berharap, anak-anak sekolah, khususnya di Banyumas dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, serta terbiasa mengonsumsi pangan yang aman dan sehat sejak dari dini.

“Diharapkan nanti program PJAS ini nanti bisa selaras dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dari pemerintah,” ujarnya.

Gideon menandaskan, pangan yang aman merupakan fondasi dari kesehatan masyarakat. Oleh karena itu aspek keamanan pangan menjadi hal yang mutlak untuk dipenuhi. Untuk Itu pihaknya menerangkan bahwa Badan POM telah merancang dan melaksanakan program keterpaduan keamanan pangan.

Tiga Pilar Utama
Program tersebut terdiri dari tiga pilar utama. Yakni program desa pangan aman, program pasar pangan aman berbasis komunitas serta program pangan jajanan anak sekolah atau PJAS aman.

Melalui program pertama, yakni desa pangan aman, pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat desa dalam mengawasi dan menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Ini juga selaras dengan semangat pembangunan dari desa. Untuk Indonesia yang lebih sehat, mandiri dan semakin maju,” terangnya

Selanjutnya untuk program kedua, yaitu pasar pangan aman berbasis komunitas, hal ini bermula dari banyaknya tantangan terkait kebersihan maupun keamanan pangan yang beredar di pasar, terutama isu-isu mengenai temuan bahan berbahaya pada pangan olahan. Untuk itu, BPOM di Banyumas berharap bisa mendorong penguatan peran pengelola, pedagang dan komunitas pasar untuk menyediakan pangan yang memenuhi standar keamanan pangan.

“Kegiatan ini nanti meliputi edukasi pedagang, pengawasan terpadu hingga pembentukan komunitas peduli pangan-pangan aman di pasar,” ujarnya.

Untuk program ketiga, lanjutnya, program PJAS bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penyediaan jajanan yang sehat dan aman.

Ciri-ciri Jajanan Sehat Menurut BPOM
1. Aman dari bahan berbahaya
Tidak mengandung: Formalin, Boraks, Rhodamin B (pewarna tekstil merah), Methanil Yellow (pewarna kuning berbahaya)

2. Higienis dan bersih
-Diolah dengan air bersih
-Penjual menjaga kebersihan tangan dan alat
-Makanan tertutup dan tidak dihinggapi lalat

3. Tidak berlebihan bahan tambahan
-Pewarna, pemanis, dan pengawet sesuai batas aman
-Tidak terlalu mencolok (warna terlalu terang biasanya mencurigakan)

4. Bergizi seimbang
Mengandung unsur: Karbohidrat, Protein, Lemak sehat, Vitamin dan mineral

Contoh Jajanan Sehat di Sekolah
Beberapa contoh yang dianjurkan:

Makanan utama ringan:
-Nasi uduk, nasi kuning (porsi kecil, tidak terlalu berminyak)
-Lontong isi sayur
-Roti isi telur atau ayam
-Mie atau bihun dengan sayur
-Camilan sehat
-Pisang rebus atau goreng
-Singkong, ubi rebus
-Tahu isi, tempe goreng
-Telur rebus

Minuman sehat:
-Air putih
-Susu
-Jus buah tanpa pemanis berlebihan
-Es buah dengan gula secukupnya

Kandungan Gizi yang Dibutuhkan Anak
Anak sekolah butuh kombinasi gizi seperti ini:

1. Karbohidrat (energi)
Sumber: nasi, roti, mie
Fungsi: memberi tenaga untuk belajar dan aktivitas

2. Protein (pertumbuhan)
Sumber: telur, tempe, tahu, ayam
Fungsi: membangun otot dan jaringan tubuh

3. Lemak sehat
Sumber: santan, minyak secukupnya
Fungsi: cadangan energi dan membantu penyerapan vitamin

4. Vitamin & mineral
-Vitamin A: wortel, sayur hijau → untuk mata
-Vitamin C: buah-buahan → daya tahan tubuh
-Zat besi: telur, tempe → mencegah anemia
-Kalsium: susu → tulang dan gigi

Contoh Menu PJAS Ideal
Satu porsi jajanan sehat bisa seperti:
-Nasi + telur + tumis sayur + air putih
atau Roti isi + susu + buah

Intinya: Program PJAS bukan sekadar “jualan di kantin”, tapi membentuk kebiasaan anak untuk:
-Memilih makanan aman
-Menghindari jajanan berbahaya
-Membiasakan pola makan sehat sejak kecil. (Prasetiyo)

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TUKIJO1
Paradoks TKA, Belajar Nilai Tinggi tapi Gagap Paham
bpom1
Pengawasan Kantin Sekolah di Banyumas Akan Diperketat
fulad2
10 Poin Iran Bukan Perdamaian, Itu Kekalahan Amerika yang Dibungkus Diplomasi
6242314414883278321 (1)
HIMPAUDI Purbalingga Didorong Solid dan Profesional
fulad
Pembersihan Jenderal AS vs Soliditas Rantai Komando Iran