*Upaya Edukasi Kesehatan Mata
Tim Asosiasi Glukoma pada even Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Sleman, di Lapangan Pendowoharjo, Senin (22/12/2025)
SLEMAN, EDUKATOR–Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, Kementerian Agama Kabupaten Sleman digelar secara inklusif dengan menggandeng Asosiasi Glukoma untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata. Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen ini berlangsung di Lapangan Padowoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Senin (22/12/2025), dan diikuti ratusan peserta dari beragam latar belakang.
Sejak pagi, area kegiatan dipadati peserta jalan sehat dan senam massal, disertai puluhan lapak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di antara lapak tersebut, hadir stan Asosiasi Glukoma yang memberikan layanan edukasi serta pendataan kesehatan mata bagi pengunjung.
Melibatkan Keluarga Besar Kemenag
Ketua Panitia Penyelenggara HAB ke-80 Kemenag Sleman, Sangaji, mengatakan peringatan HAB tahun ini dirancang melibatkan keluarga besar Kemenag dan masyarakat luas.
“Kami melibatkan institusi pendidikan di bawah Kemenag, pemerintah daerah, kapanewon, kelurahan, kepolisian, hingga TNI. Semangatnya adalah kegiatan yang melibatkan semua, atau inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep inklusivitas tidak hanya simbolik, tetapi secara nyata menyasar kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Panitia menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti loket layanan khusus, tempat duduk prioritas, hingga toilet yang aksesibel.
“Layanan kami memungkinkan seluruh kelompok rentan dapat mengakses kegiatan ini, terutama penyandang disabilitas,” kata Sangaji.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta, panitia juga menyiapkan dukungan medis berupa petugas puskesmas, dokter, serta ambulans yang siaga selama kegiatan berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat. “Untuk penyandang disabilitas tetap diperlukan pendampingan. Pada kegiatan ini, yang kami undang adalah para guru,” tambahnya.
Kehadiran Asosiasi Glukoma, menurut Sangaji, menjadi bagian penting dari upaya pengenalan dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat. Dalam jangka pendek, kegiatan ini menjadi sarana edukasi langsung, sementara dalam jangka panjang Kemenag Sleman berkomitmen menghadirkan program yang berdampak luas di bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Asosiasi Glukoma. Harapannya, tidak hanya kegiatan sosial, tetapi juga sosialisasi pentingnya kesehatan mata. Ke depan, kami akan tetap bermitra dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.
Memperkuat Kemitraan Lintas Sektor
Sangaji juga membuka peluang kerja sama pendataan kesehatan mata di madrasah dengan melibatkan dinas pendidikan dan dinas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui momentum HAB ke-80 ini, Kemenag Sleman menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan lintas sektor sejalan dengan tema HAB, Umat Rukun dan Sinergi, demi mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan inklusif menuju Indonesia Emas 2045.
Pendataan Langsung
Sementara itu, perwakilan Organisasi Sosial Glukoma, Arinto Heryudho Prabowo, menyebut partisipasi pihaknya dimanfaatkan untuk sosialisasi dan edukasi kesehatan mata kepada masyarakat.
“Kami mendapat kesempatan membuka stan untuk mengenalkan program donasi kacamata medis gratis bagi penyandang glukoma dan anak di bawah 16 tahun dengan minus tinggi,” ujar Arinto Heryudho Prabowo yang aktrab disapa Yudho.
Menurutnya, Asosiasi Glukoma melakukan pendataan langsung terhadap pengunjung guna memastikan bantuan tepat sasaran. Pendataan tersebut mencakup kemungkinan adanya anggota keluarga atau kerabat peserta yang memiliki indikasi glukoma atau gangguan penglihatan berat.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan mata juga rutin dilakukan melalui program socio-preneur yang digelar setiap pekan dengan melibatkan berbagai instansi. Program ini membuka peluang kolaborasi bagi individu maupun lembaga yang ingin terlibat dalam kampanye donasi kacamata medis gratis yang telah berjalan di puluhan negara.
“Mata adalah organ vital. Gangguan seperti glukoma atau katarak bisa berujung kebutaan dan menghambat aktivitas. Di era penggunaan gawai yang masif, pencegahan harus dilakukan sekarang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asosiasi Glukoma juga memperkenalkan kacamata medis berteknologi nano yang telah memenuhi standar internasional, termasuk sertifikasi ISO 13485. Kacamata ini dirancang sebagai alat kesehatan untuk mendukung perlindungan dan pemeliharaan kesehatan mata.(Harta Nining Wijaya)