
SEMARANG, EDUKATOR–Kepedulian PGRI Jawa Tengah terhadap warga terdampak kekeringan diwujudkan melalui penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Semarang. Bantuan tersebut menyasar masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
Bantuan air bersih diserahkan Pengurus PGRI Jawa Tengah bersama PGRI Kabupaten Semarang dan sejumlah pengurus PGRI cabang di wilayah setempat, Sabtu (5/9/2026). Penyerahan secara simbolis berlangsung di Dusun Jangglengan, Desa Dadapayam, setelah sebelumnya rombongan berkegiatan di SMP Negeri 2 Suruh.
Ketua PGRI Kabupaten Semarang, Eko Lesmono, S.Pd., M.Pd., mengatakan sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan kekeringan. Kondisi tersebut antara lain terjadi di Kecamatan Sumowono, Pringapus, Bringin, Bancak, dan Suruh.
“Kami bergerak membantu warga yang kesulitan air,” ujar Eko.
Menurut Eko, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus PGRI Jawa Tengah yang turut memberikan bantuan bagi masyarakat Kabupaten Semarang.
Wujud Kepedulian dan Empati
Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., hadir mewakili Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum. Ia mengatakan bantuan air bersih merupakan kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan PGRI hampir setiap tahun.
“Bantuan ini wujud kepedulian dan empati PGRI,” kata Sri Suciati.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Karena itu, ketika masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh air, PGRI berupaya hadir untuk membantu meringankan beban warga.
Kepedulian serupa, lanjut Sri Suciati, juga dilakukan PGRI ketika masyarakat menghadapi bencana alam. Bantuan pernah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Palu, Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, dan sejumlah daerah lainnya.
“PGRI selalu hadir membantu masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Sri Suciati menyadari bantuan yang diberikan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus menghadirkan kebahagiaan dan rasa syukur.
“Semoga bantuan ini meringankan beban masyarakat,” tambahnya.
Kecamatan Suruh Masih Hadapi Kekeringan
Camat Suruh, Vega Lazuardi, yang hadir bersama unsur Forkopimcam, menyampaikan apresiasi kepada PGRI Jawa Tengah dan PGRI Kabupaten Semarang atas bantuan tersebut.
Menurut Vega, bantuan itu menunjukkan bahwa PGRI tidak hanya memperjuangkan kepentingan guru, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“PGRI tidak hanya berjuang untuk para guru,” kata Vega.
Ia mengatakan Kecamatan Suruh memiliki sekitar 70 ribu penduduk. Sebagian wilayahnya masih mengalami kekeringan pada titik-titik tertentu hampir setiap tahun.
Pemerintah Kabupaten Semarang juga terus berupaya mengurangi wilayah terdampak kekeringan. Upaya tersebut dilakukan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) serta pembangunan sumur bor.
“Biasanya lima desa, sekarang tinggal tiga desa,” jelas Vega.
Bantuan Diserahkan Secara Simbolis
Usai kegiatan di SMP Negeri 2 Suruh, rombongan PGRI Jawa Tengah bersama PGRI Kabupaten Semarang dan pengurus PGRI Cabang Suruh, Bancak, serta wilayah sekitar menuju Dusun Jangglengan, Desa Dadapayam.
Di lokasi tersebut, bantuan air bersih diserahkan secara simbolis kepada masyarakat. Kepala Desa Dadapayam dan sejumlah warga hadir menerima bantuan tersebut.
Dalam kegiatan itu turut hadir Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah Drs. Aris Munandar, M.Pd., Wakil Sekretaris Sukaton Priyanto Purtomo, Dr. Maryanto, M.Si., Prof. Dr. Listyaning Sumardiyani, M.Hum., serta Sunan Baedhowi, M.Pd., M.Si.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut menjadi bagian dari komitmen PGRI untuk terus hadir di tengah masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, kegiatan itu sekaligus memperkuat semangat persaudaraan, kepedulian, dan pengabdian para guru kepada masyarakat.(Purwanto/Prs)