PGRI Kudus akan Gelar Pelatihan AI bagi Pegawai Pemkab dan Masyarakat

Bagikan :

KUDUS, EDUKATOR –PGRI Kabupaten Kudus tidak ingin kiprahnya hanya dirasakan guru dan tenaga kependidikan. Melalui program PGRI Berbagi, organisasi profesi tersebut dalam rangka menyambut HUT ke 81 PGRI akan memperluas manfaat hingga masyarakat dengan menggelar pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi pegawai sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Kudus.

“Sasaran pelatihan AI antara lain pegawai Dinas Perdagangan, perpustakaan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta masyarakat umum,” ujar Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Dr. Ahadi Setiawan, M.Pd.dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II PGRI Kabupaten Kudus Masa Bakti XXIII yang berlangsung di Sekuro Beach Village Resort, Jepara, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026).

Konkerkab mengusung tema “Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Bangkit dan Tumbuh Indonesiaku.”

Selain pelatihan AI, juga akan digelar lomba paduan suara, bola voli, senam aerobik, jalan sehat, serta santunan bagi anak yatim.

Ahadi Setiawan menjelaskan, berbagai kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen PGRI untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

“Kami ingin teknologi memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Ahadi juga menegaskan bahwa program kerja PGRI Kudus tetap berfokus pada pengembangan profesionalisme guru. Selain itu, organisasi terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru serta tenaga kependidikan.

PGRI Kabupaten Kudus, lanjutnya, juga berkomitmen menjalankan kebijakan organisasi secara selaras dengan PGRI Provinsi Jawa Tengah.

Peserta Konkerkab II PGRI Kudus di Jepara

Evaluasi Program dan Perjuangan Guru
Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., yang hadir mewakili Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., memberikan apresiasi atas pelaksanaan Konkerkab II PGRI Kudus.

Ia menilai PGRI Kudus berhasil membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Kudus. Komunikasi tersebut dinilai membantu penyelesaian berbagai persoalan guru dan pendidikan di daerah.

“Komunikasi PGRI Kudus dengan pemerintah sudah sangat baik.”

Meski demikian, Sri Suciati mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan. Di antaranya kekurangan guru di sejumlah wilayah, pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi aparatur sipil negara, kesejahteraan guru PPPK paruh waktu, serta masih adanya kepala sekolah yang merangkap sebagai pelaksana tugas (Plt.) di sekolah lain.

Menurutnya, Konkerkab memiliki fungsi penting dalam perjalanan organisasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi program kerja selama setahun, menyusun program kerja berikutnya, serta menetapkan RAPBO.

Guru Harus Kuasai High Tech dan High Touch
Sri Suciati juga mengingatkan guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Kehadiran kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT, telah mengubah cara murid memperoleh dan mengolah informasi.

Kondisi tersebut membuat guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Karena itu, guru dituntut meningkatkan kompetensi teknologi agar mampu mendampingi murid menghadapi perubahan zaman.

“Guru harus mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat,” pesannya.

Namun, Sri Suciati menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak akan menggantikan sepenuhnya peran guru. Guru tetap memiliki peran penting dalam membimbing murid agar menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Ia menilai murid membutuhkan guru yang mampu membangkitkan semangat belajar, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu, serta membentuk pribadi yang cerdas, kreatif, mandiri, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.

Sri Suciati juga menekankan bahwa guru harus menguasai high tech sekaligus high touch. Artinya, guru dituntut bisa menggunakan AI (high tech) untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Namun, guru juga tetap mengedepankan high touch yakni harus hadir untuk melihat apakah murid memahami materi, mengalami kesulitan, kehilangan motivasi, atau membutuhkan dukungan emosional.

Menurut Sri Suciati, setiap murid memiliki potensi yang berbeda. Waktu berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya pun tidak selalu sama.

Karena itu, guru perlu menjadi pendamping yang mampu mengenali potensi setiap murid dan membantu mereka menemukan jalan terbaik untuk berkembang.

Dukungan untuk Keberlanjutan Organisasi
Dalam kesempatan tersebut, Sri Suciati juga memaparkan sejumlah program perjuangan PGRI Jawa Tengah bagi guru dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan, keberlangsungan program organisasi juga mendapat dukungan dari anak lembaga dan alat kelengkapan organisasi.

Menurutnya, iuran anggota baru mencakup sekitar 50 persen kebutuhan RAPBO PGRI Jawa Tengah. Karena itu, dukungan dari lembaga lain menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Sri Suciati menyebut dukungan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk PGRI Jawa Tengah mencapai sekitar Rp 900 juta per tahun. Jika dihitung dengan penggunaan berbagai fasilitas, nilainya dapat mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.

Sementara itu Konkerkab II PGRI Kabupaten Kudus Masa Bakti XXIII Kudus tersebut dihadiri Ketua Biro Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PGRI Jawa Tengah, Prof. Dr. Listyaning Sumardiyani, M.Hum,Ketua Panitia Konkerkab II PGRI Kabupaten Kudus, Heru Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., jajaran pengurus PGRI Kabupaten Kudus, pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, pembina, pengurus cabang, pengurus YPLP DM, serta sejumlah undangan.

Dalam Konkerkab tersebut sekaligus menjadi momentum mengevaluasi program kerja, menyusun agenda tahun berikutnya, serta membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO). (Purwanto/Prs)

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Di Ujung Putusan MK, Di Awal Komando Kapolri Baru: Menjaga Republik Tetap Tenang
WhatsApp-Image-2026-10-03-at-18.31
Diikuti 568 Peserta, Inilah Hasil Kejuaraan Lomba MAPSI SD XXVII Purbalingga
WhatsApp Image 2026-10-03 at 20.02
PGRI Banyumas Raya Desak Pemerintah agar Akses Kesejahteraan Guru Dipermudah
ChatGPT Image Oct 5, 2026, 05_56_13 AM
PGRI Kudus akan Gelar Pelatihan AI bagi Pegawai Pemkab dan Masyarakat
FULAD6
Lapas Cibinong: Ketika Di Atas Tidak Ada Allah, Di Bawah Tidak Ada Tanah