Prof Totok Agung, Mengubah Pruwatan dari Desa Miskin Menjadi Desa Penuh Harapan

Bagikan :

Prof Totok Agung bersama  warga Desa Pruwatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes di lahan sawah yang kini irigasinya lancar. (Dok pribadi/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Sepuluh tahun lalu, pertengahan 2015, sawah-sawah di Desa Pruwatan, Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes, terlihat retak-retak. Pemandangan gersang itu terlihat di mana-mana di desa yang dulu dikenal sebagai desa miskin ekstrim.Prof Totok Agung mengecek areal persawahan di Desa Pruwatan.(Foto: Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR)  

Keadaan itu terjadi karena bendungan sebagai andalan irigasi di desa itu, jebol akibat banjir bandang, sehingga memutus aliran air ke sawah-sawah. Akibatnya, para petani hanya bisa menanam padi setahun sekali, mengandalkan air hujan. Itu pun kerap gagal panen.

Demikian pula para peternak di Desa Pruwatan, bermasalah. Pertama, kelangkaan pakan saat musim kemarau tiba. Kedua, kotoran sapi dan kambing belum terkelola dengan baik, sehingga bau menyengat di mana-mana.

Pemandangan sepuluh tahun lalu itu, kini berubah total. Para petani di Desa Pruwatan kini menikmati panen padi dua kali setahun, bahkan bisa tiga kali.

Di balik perubahan itu, ada kisah perjalanan panjang seorang akademisi: Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, MP., PhD, dosen Fakultas Pertanian Unsoed.

Perubahan di Pruwatan bermula dari kehadiran Prof. Totok Agung, yang tak sekadar datang membawa konsep, tetapi juga harapan. “Dulu, setelah bendungan jebol, irigasi terputus, petani hanya bisa tanam padi setahun sekali, bahkan sering gagal panen,” kata Prof. Totok Agung kepada EDUKATOR, Rabu (24/12/2025).Prof Totok Agung bersama petani dan peternak Desa Pruwatan. (Foto: Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR)

Kolaborasi Unsoed-Universitas Peradaban
Melalui skema pemberdayaan Kosabangsa, Prof. Totok bersama Tim Pendamping Unsoed—Prof. Sri Lestari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Dr. Arif Sudarmaji dari Teknik Pertanian—bersinergi dengan Tim Pelaksana Universitas Peradaban Bumiayu, Brebes.

Dipimpin Siti Mudmainah SP, M.Sc bersama Randi Adzin Murdiantoro S.Si, M.Sc dan Wahyu Febriyono, SP MP, ketiganya dari Fakultas Saintek Universitas Peradaban, saling bahu membahu dengan Tim Unsoed. Kolaborasi lintas disiplin ilmu dan kampus ini merancang solusi yang berpijak pada kebutuhan nyata desa.

Kosabangsa kependekan dari Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat. Yakni program Kemdiktisaintek yang mendorong sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan riil berbasis riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.

Program Kosabangsa Padi Gogo. (Foto: Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR)

Kenalkan Varietas Padi Protani
Langkah pertama yang dilakukan Prof Totok Agung dan tim adalah memperkenalkan varietas padi Protani, hasil riset Fakultas Pertanian Unsoed yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Varietas ini berdaya hasil tinggi, berkadar protein tinggi, dan toleran terhadap kekeringan.Berdiskusi bersama petani dan peternak Desa Pruwatan di areal persawahan, untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.  (Foto: Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR)

Bangun Pompa Air Tenaga Surya
Langkah berikutnya adalah membangun pompa air berbasis panel surya yang mengangkat air dari Kali Cipali ke sawah warga. Sejumlah warga bahkan mewakafkan pekarangan untuk panel surya dan mengizinkan lahan mereka dilintasi pipa air.

“Air bisa mengalir ke sawah saat ada sinar matahari, dengan biaya yang hemat dan berkelanjutan,” ujar Prof. Totok yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas ini.

Program itu dilengkapi dengan mesin produksi pupuk organik berbahan kotoran ternak yang kini sudah berjalan, dikemas, dan dijual kepada petani.

Di sisi lain, rumput pakan ternak ditanam di lahan desa untuk menjamin ketersediaan pakan, terutama saat kemarau. Semua upaya ini melibatkan kepala desa dan perangkat, petani-peternak, TNI dari Koramil dan Kodim, penyuluh pertanian, serta mahasiswa Unsoed dan Universitas Peradaban.Prof Totok Agung bersama tim dosen dan mahasiswa di areal persawahan Desa Pruwatan. (Foto: Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR)

Program Kosabangsa Terbukti Nyata
Hasilnya terasa nyata. Pompa air tenaga surya berfungsi, varietas Protani tumbuh baik, dan siklus tanam meningkat. “Masyarakat tani Desa Pruwatan kini sedang berbahagia. Mereka bisa panen padi dua kali dalam satu tahun atau lebih, dengan hasil lebih tinggi dari biasanya,” kata Prof. Totok Agung.

Program Kosabangsa terbukti memecahkan persoalan pertanian dan peternakan dengan teknologi riset yang dibumikan di lapangan.

Bagi Prof. Totok, keberhasilan ini adalah soal tanggung jawab ilmu. “Suatu ikhtiar agar ilmu pengetahuan semestinya bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” tutur dosen S3 Ilmu Pertanian Unsoed ini.

Ia menegaskan, kegiatan di Pruwatan mencakup aspek kebencanaan, ketahanan pangan, energi terbarukan, dan pengentasan kemiskinan sebagai upaya membumikan hasil riset.

Bersama tim dosen dan mahasiswa . (Foto Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR) 

Diakui Nasional
Dedikasi itu berbuah pengakuan nasional. Program pemberdayaan Kosabangsa yang digawangi Prof. Totok Agung dinobatkan sebagai Terbaik dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Prof Totok Agung  pada Jumat (19/12/2025) di Gedung Graha Saintek  Kementerian Pendidikan Tinggi RI, Jakarta.

Prof Totok Agung dengan penghargaan yang diterimanya. (Foto: Dok Pribadi Prof Totok Agung/EDUKATOR)

Demikian halnya Siti Mudmainah, juga mendapat penghargaan anugerah Diktisaintek ini sebagai pelaksana.

Dari Pruwatan, kisah ini mengajarkan bahwa ilmu yang turun ke sawah, mendengar keluhan petani, dan bekerja bersama warga, mampu mengubah nasib. Para petani yang dulu hanya berharap dari sawah tadah hujan, kini bisa menatap masa depan dengan penuh harapan. (Alief Einstein/Prasetiyo)

BERITA TERKINI

audiensi2
Faperta Unsoed akan Reklamasi Tanah Tidak Produktif di Purbalingga
salut langgeng
Yuk, Kuliah di UT–Salut Langgeng Purbalingga
bnnk2
Seluruh Pegawai BNNK Purbalingga Jalani Pemeriksaan Tes Narkoba
persibangga1
Persibangga Menang Tipis Lawan PPSM Magelang
PRIYANTO10
Membaca Brainrot sebagai Gejala Pendidikan Digital:Sebuah Tinjauan Strategis