QRIS Banyumas Raya Tembus Rp12,91 Triliun

Bagikan :

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina. (Foto: Budi Yuswinanto/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Transaksi QRIS di Banyumas Raya mencapai 172,01 juta transaksi dengan nominal Rp12,91 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan ekonomi dan keuangan digital yang terus berkembang di wilayah Banyumas Raya.

“Penguatan ekosistem pembayaran digital terus dilakukan melalui perluasan akseptasi QRIS, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas talenta digital,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Jumat (25/9/2026).

Perkembangan tersebut sejalan dengan semangat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026.

Sinergi Percepat Transformasi Digital
FEKDI x IFSE 2026 diselenggarakan Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”.

Pembukaan FEKDI x IFSE 2026 dilakukan pada 24 September oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Turut hadir Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan transformasi digital perlu terus dipercepat di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.

“Transformasi digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Destry.

Menurut dia, percepatan transformasi digital membutuhkan sinergi kuat antarpemangku kepentingan. Penguatan keamanan sistem pembayaran dan pelindungan konsumen juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Talenta Digital Jadi Penggerak Inovasi
FEKDI x IFSE 2026 juga mendorong pengembangan talenta digital melalui sejumlah inisiatif strategis. Salah satunya Program Pelatihan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) sebagai bagian dari Program Inovasi Digital Indonesia (PIDI).

Program tersebut diwujudkan melalui Digital Talent Expo, yang menjadi puncak kompetisi inovasi sekaligus ajang unjuk karya talenta digital nasional.

Selama tiga hari, FEKDI x IFSE 2026 berfokus pada penguatan sinergi nasional, pengembangan talenta dan inovasi digital, serta konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara.

QRIS Banyumas Raya Terus Meluas
Di Banyumas Raya, perkembangan ekosistem pembayaran digital juga menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja KPwBI Purwokerto mencapai 668.678 merchant.

KPwBI Purwokerto terus memperluas akseptasi QRIS melalui edukasi dan aktivasi kepada berbagai kelompok. Sasaran tersebut meliputi masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, UMKM, pedagang pasar, pondok pesantren, komunitas perempuan, hingga kelompok lanjut usia.

Secara nasional, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tumbuh 40,36 persen secara tahunan (yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi.

Jumlah pengguna QRIS secara nasional telah mencapai 69,32 juta, sedangkan jumlah merchant mencapai 47,11 juta. Sementara itu, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.

Mini Hackathon Jaring Talenta Digital
Penguatan talenta digital juga dilakukan KPwBI Purwokerto melalui Mini Hackathon dalam rangkaian Pekan QRIS Nusantara (PQN) 2026 pada 11–17 Agustus 2026.

Sebanyak enam finalis mengikuti pembekalan hingga babak final dengan pendampingan akademisi dan praktisi teknologi. Mereka juga terlibat dalam pengembangan Zona QRIS untuk memperluas akseptasi dan penggunaan QRIS di Banyumas Raya.

Zona QRIS memetakan kawasan berdasarkan perkembangan akseptasi dan transaksi QRIS ke dalam kategori Prime, Growth, dan Basic Zone. Pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, KPwBI Purwokerto bersama pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas berkomitmen memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan inovatif.

Upaya tersebut diarahkan agar digitalisasi pembayaran memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya.(Budi Yuswinanto/Prs)

BERITA TERKINI

bangun11
Bangun Pracoyo, M.Pd, Mengawal Mutu Pendidikan hingga Level Internasional
Screenshot 2026-09-26 021014
SMPN 3 Purbalingga Siapkan Pembelajaran STEM
ASWIN GANTINA
QRIS Banyumas Raya Tembus Rp12,91 Triliun
WhatsApp Image 2026-09-25 at 08.35
Murid SMPN 2 Karangreja Rafael Siap Melaju ke Lomba MAPSI Tingkat Provinsi
ChatGPT Image Sep 25, 2026, 05_21_12 AM
80 Guru Ikuti Diklat Pembelajaran STEM