Rayakan HBII, BBPJT Bedah Buku “Malaikat Cilik”

Bagikan :

Peserta bedah buku Kumpulan Cerita Cekak (Kumcer) “Malaikat Cilik” karya Ki Sudad melalui google meet. 

SEMARANG, EDUKATOR–Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII), Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) menggelar bedah buku Kumpulan Cerita Cekak (Kumcer) “Malaikat Cilik” karya Ki Sudadi, penerima Hadiah Sastra Rancage 2026. Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui Google Meet itu diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, guru, peneliti, hingga penikmat sastra Jawa.

Acara menghadirkan langsung Ki Sudadi sebagai penulis, serta Dr. Junaedi Setiyono, M.Pd., sastrawan dan dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo, sebagai pembedah buku. Kegiatan dibuka Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., dan dipandu Eko Wahyudi, M.Pd., penulis sekaligus guru SMP Negeri 1 Karangsambung, Kebumen.

Komitmen Lestarikan Bahasa Daerah
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, menegaskan, bedah buku ini bukan sekadar forum membahas isi karya sastra.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum memberikan smabutan pembukaan.

“Kegiatan ini bukan hanya membicarakan visi karya, tetapi menjadi ruang dialog intelektual dan apresiasi estetik untuk memperluas pemahaman terhadap pesan dalam karya sastra,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen dalam merawat bahasa daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa. Upaya perlindungan dan pemajuan bahasa daerah memerlukan partisipasi semua pihak, mulai dari penulis, akademisi, komunitas, generasi muda, hingga lembaga bahasa.

“Tujuannya agar bahasa ibu tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Cerita Kaum Terpinggirkan
Dalam kesempatan itu, Ki Sudadi–kelahiran Sukoharjo, 19 Maret 1969– mengungkapkan keunikan Malaikat Cilik, kumpulan 25 cerita cekak  berbahasa Jawa yang terbit pada 2025 dan berhasil meraih Hadiah Sastra Rancage 2026 dari 25 nominasi. Penghargaan bergengsi itu diterima Ki Sudadi dalam acara Ngalap Ajip  di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Jawa-Barat (31/1/2026).

Buku Malaikat Cilik memuat cerita pendek berbahasa Jawa yang pernah dimuat di media massa seperti Jaya Baya, Panjebar Semangat, Djaka Lodang, Pustaka Candra, lensasastra.id, dan antologi cerkak.

“Karya-karya saya ini cenderung bercerita tentang orang-orang yang terpinggirkan, bukan kisah cinta atau romansa,” ungkap Ki Sudadi atau Sudadi, M.Pd, yang kini berprofesi sebagai kepala SMP Negeri 2 Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo dengan latar belakang Guru Bahasa Inggris ini.

Tema yang diangkat Ki Sudadi dalam buku Malaikat Cilik tersebut dinilai menghadirkan sudut pandang berbeda dalam khazanah sastra Jawa kontemporer.

Gaya Understatement dan Teori Gunung Es
Dr. Junaedi Setiyono membedah buku tersebut melalui materi berjudul “Kelebat Understatement dalam Kumpulan Cerkak Malaikat Kecil Ki Sudadi”. Ia menjelaskan penggunaan teknik understatement berdasarkan teori Iceberg atau gunung es dari Ernest Hemingway.

Understatement itu seperti orang yang sebetulnya sakit sekali, tetapi dia diam dan hanya meneteskan air mata,” jelas Junaedi.

Menurutnya, teknik ini membuat emosi dan makna mendalam justru terasa lebih kuat karena disampaikan secara sederhana dan tidak berlebihan.

Inspirasi bagi Generasi Penerus
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan dan pertanyaan seputar penggunaan bahasa Jawa, variasi diksi, hingga pesan sosial dalam cerkak Malaikat Cilik.

Menutup acara, Eko Wahyudi menyampaikan apresiasi atas capaian Ki Sudadi. “Pencapaian Ki Sudadi dalam penulisan Malaikat Cilik ini jelas memberikan inspirasi bagi para seniman, sastrawan, dan calon peraih Rancage berikutnya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, BBPJT berharap ruang-ruang pembangun sastra dan budaya Jawa semakin luas serta melahirkan generasi penerus yang terus menjaga dan mengembangkan bahasa ibu di tengah arus globalisasi. (Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

polres1
Polres Purbalingga Ungkap Dua Kasus Narkoba
luminor1
Luminor Hotel Purwokerto Luncurkan “Shining Six Ramadan Kareem – Iftar All You Can Eat”
peng2
Puluhan ASN Setda Banyumas Ikuti Pengajian Ramadan
lampion1
Ratusan Lampion Terangi Ramadan di Purbalingga
tumpukan buku
Menguji Perspektif Hukum, Kisah Lembaga Pendamping Difabel