
Foto bersama bapak dan ibu guru serta karyawan Tata Usaha SMPN 2 Purbalingga era 80 an (Foto: Iko/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR--Suasana hangat, akrab, dan penuh suka cita menyelimuti reuni alumni SMP Negeri 2 Purbalingga lulusan 1982 yang tergabung dalam Pandawa (Paguyuban Alumni SMPN 2 Purbalingga Tahun 1982). Setelah 43 tahun berpisah, para alumni yang kini rata-rata berusia sekitar 60 tahun kembali mengenang masa-masa indah saat masih duduk di bangku SMP pada usia belasan tahun.
Reuni bertajuk Temu Sedulur Pandawa ini digelar di Gedung PM Collaboration, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan tersebut mengusung tema Seduluran Agawe Bombong lan Sehat, dihadiri sekitar 100 peserta yang datang dari berbagai daerah.
Acara dibuka dengan doa yang dipimpin Riono. Ia mendoakan agar seluruh alumni senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan, serta memanjatkan doa bagi rekan-rekan yang telah lebih dahulu berpulang menghadap Tuhan Yang Maha Esa.
Bapak dan ibu guru serta karyawan Tata Usaha era 1980 an yang hadir
Dihadiri 10 Guru dan Karyawan TU
Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa dengan kehadiran para guru yang pernah mendidik angkatan 1982, di antaranya Bu Tumini, Bu Titi Purwanti, Pak Toto Endargo, Pak Anjar, Pak Edi Wiratno, dan Bu Sumarti. Dari unsur Tata Usaha (TU) hadir Pak Yon, Bu Meni, Pak Narsum, dan Pak Wayun. Sejumlah guru dan karyawan tidak bisa hadir, karena sedang sakit dan ada kepentingan lain.
Bendahara Reuni, Yuyun bersama Bu Tumini dan Bu Sumarti. (Foto: Iko/EDUKATOR)
Para alumni pun larut mengenang masa sekolah sejak tahun ajaran 1979/1980 hingga lulus pada 1981/1982 di SMP Negeri 2 Purbalingga.
Penasehat Pandawa, Dwi Wahyu Winarto . (Foto: Iko/EDUKATOR)
Guru Tetap Guru
Penasehat Pandawa, Dwi Wahyu Winarto, menyampaikan pesan agar kekompakan dan rasa kekeluargaan terus terjaga. Ia menekankan pentingnya melepas jabatan dan status masing-masing saat berkumpul.
“Kita semua sama, bagian dari lulusan SMPN 2 Purbalingga. Guru tetaplah guru, tidak ada mantan guru, dan murid harus selalu hormat kepada guru. Beliau-beliau inilah yang menjadikan kita seperti sekarang,” ujarnya, seraya mendoakan para guru yang rata-rata telah berusia sekitar 80 tahun agar selalu sehat dan panjang umur.
Kemeriahan reuni juga diwarnai pembagian door prize, penyerahan cendera mata kepada para guru, serta acara bernyanyi dan berjoget bersama yang menambah keakraban antarsesama alumni.
Duet Esmi dan Rono yang membawakan sejumlah lagu dangdut, sehingga suasana reuni semakin meriah. (Foto: Iko/EDUKATOR)
Joged bersama.(Foto: Iko/EDUKATOR)
Ketua Pandawa, Prasetiyo, mengaku terharu atas antusiasme teman-temannya yang hadir dari berbagai penjuru. “Ada yang datang dari Papua, Bandung, hingga Jakarta. Semua rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk bertemu dan bernostalgia dengan teman lama,” katanya.
Ketemu kawan lama, serasa muda lagi seperti jaman SMP dulu. (Foto: Iko/EDUKATOR)
Ketua Panitia, Yudia Patriana, menjelaskan bahwa gagasan reuni ini terbilang singkat. Berawal dari obrolan santai di grup WhatsApp Pandawa, acara akhirnya terwujud hanya dalam waktu sekitar satu bulan.
Ia juga mengungkapkan bahwa reuni kali ini memiliki makna tersendiri karena menjadi pertemuan besar pertama setelah 15 tahun. “Reuni terakhir Pandawa dilaksanakan pada tahun 2010. Artinya, sudah 15 tahun kami tidak berkumpul bersama seperti ini,” ujar Yudia.
Anjangsana ke Teman Lama
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan para donatur yang telah berkontribusi sehingga reuni dapat berlangsung sukses.
Usai reuni, Pandawa berencana melanjutkan silaturahmi melalui kegiatan anjangsana ke rekan-rekan yang sedang sakit atau membutuhkan bantuan, serta mengunjungi para guru yang tidak dapat hadir.
“Silaturahmi akan memperpanjang usia. Setelah reuni ini, kami ingin berbagi kepada kawan-kawan kami yang memang kondisinya perlu dibantu,” ujar Yudia Patriana. (Iko)