*Diikuti 369 Pendaftar, akan Diterima 30 Orang

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie menyalami salah satu peserta seleksi Paskibraka.
PURWOKERTO, EDUKATOR–Seleksi Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) Tahun 2026 di Kabupaten Banyumas berlangsung ketat. Dari 369 pendaftar dari kalangan pelajar SMA/MA/SMK, akan diterima 30 Orang. Proses seleksi ini dijamin transparan, diikuti para pelajar SMA/MA/SMK dari berbagai sekolah.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono mengemukakan, jumlah pendaftar calon Paskibraka mencapai 369 siswa. Setelah melalui tahap verifikasi berkas, sebanyak 329 siswa dinyatakan lolos, terdiri atas 182 putra dan 147 putri. Selanjutnya, setelah mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan, jumlah peserta yang lolos menjadi 245 siswa, terdiri atas 149 putra dan 96 putri.
Peserta yang lolos pada tahap ini akan mengikuti rangkaian seleksi berikutnya. Yakni tes kesehatan pada 14 April, seleksi parade pada 15 April, seleksi kesamaptaan pada 24 April, serta seleksi kepribadian pada 22–23 April.
“Dari seluruh tahapan tersebut, akan dipilih 30 calon Paskibraka terbaik yang terdiri atas 20 putra dan 10 putri, ujar Eko Heru Surono di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Senin (13/4/2026).
Pada kesmepatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie membuka seleksi lanjutan berupa Tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Inteligensi Umum (TIU) bagi calon Paskibraka Kabupaten Banyumas Tahun 2026.
Sekda Agus Nur Hadie menambahkan, keberhasilan para peserta hingga mencapai tahap ini merupakan sebuah kebanggaan besar, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi orang tua dan sekolah.
“Ini adalah sebuah kebanggaan tidak hanya untuk kalian, tetapi juga untuk orang tua dan sekolah,” ujarnya.
Agus Nur Hadie menjelaskan, antusiasme pelajar di Kabupaten Banyumas untuk mengikuti seleksi Paskibraka sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 369 siswa. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa para peserta yang lolos merupakan putra-putri terbaik yang telah menyisihkan banyak peserta lainnya.
Proses Seleksi Transparan
Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara transparan. Kelulusan peserta, menurutnya, murni berdasarkan usaha, kesiapan, dan kapasitas masing-masing individu.
“Kelulusan kalian adalah hasil dari kemampuan diri sendiri, bukan karena faktor lain,” tegasnya.
TWK dan TIU
Tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Inteligensi Umum (TIU) yang dilaksanakan kali ini merupakan tahapan penting dalam seleksi. Kedua tes tersebut tidak hanya mengukur kecerdasan intelektual, tetapi juga menilai rasa cinta tanah air serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila.
Agus juga berpesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan percaya diri dalam menjalani setiap tahapan seleksi.
“Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan bersainglah secara sehat. Apa pun hasilnya, jadikan ini sebagai pengalaman berharga untuk membentuk karakter di masa depan,” pesannya.
Di akhir sambutan, Agus mengingatkan seluruh panitia seleksi untuk menjalankan tugas secara objektif, profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.(Prasetiyo)