*Wabup Dimas Resmikan Koperasi BSB

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani foto bersama usai peresmian Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama (BSB), Rabu (4/2/2026), di Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga
PURBALINGGA, EDUKATOR–Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani meresmikan Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama (BSB), Rabu (4/2/2026), di Desa Lambur, Kecamatan Mrebet. Koperasi ini menjadi wadah kolaborasi SMK di Purbalingga untuk masuk ke dalam ekosistem bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Ketua Koperasi Produsen BSB Muhammad Yasro Khambali menyampaikan, koperasi tersebut dibentuk untuk mengoptimalkan potensi SMK di Kabupaten Purbalingga yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan Program MBG. “Kita punya beberapa SMK yang memiliki jurusan yang relevan dengan kebutuhan program MBG,” katanya.
Koperasi Produsen BSB beranggotakan mayoritas kepala SMK se-Kabupaten Purbalingga. Melalui koperasi ini, sumber daya manusia (SDM) SMK akan dilibatkan secara aktif dalam pembangunan ekosistem bisnis MBG, mulai dari pengolahan pangan hingga dukungan teknis.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani meninjau ruang praktik boga di SMKN 1 Bojongsari
Jurusan SMK Siap Dukung Program MBG
Yasro menjelaskan, sejumlah SMK di Purbalingga memiliki keahlian yang dapat menopang kebutuhan MBG. SMKN 1 Purbalingga, SMKN 1 Bojongsari, dan SMKN 1 Kaligondang memiliki jurusan Tata Boga, SMKN 2 Purbalingga memiliki jurusan Pengolahan Hasil Pertanian, serta SMK lain bergerak di bidang teknik untuk mendukung pemeliharaan peralatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Potensi ini kita gabungkan, kita kolaborasikan dengan pemerintah daerah agar perekonomian di Kabupaten Purbalingga bisa maju,” ujarnya.
Koperasi Akan Berafiliasi dengan Dapur MBG
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyampaikan, Koperasi Produsen BSB ke depan akan berafiliasi dan bekerja sama dengan dapur MBG atau SPPG yang ada di Kabupaten Purbalingga.
“Saya melihat bapak ketua dan anggota-anggotanya cepat tanggap melihat peluang yang ada. Bahwasanya program prioritas bapak presiden terkait Program Makan Bergizi Gratis ini membawa efek domino meningkatkan kesejahteraan pengusaha lokal,” katanya.
Menurut Dimas, apabila potensi Program MBG dimanfaatkan oleh pengusaha lokal, maka manfaat ekonomi dan laba yang dihasilkan akan berputar di daerah dan membentuk siklus perekonomian yang sehat.
Anggaran MBG Berpotensi Lebih dari Rp 1 Triliun
Dimas mengungkapkan, besarnya anggaran MBG di Kabupaten Purbalingga menjadi peluang ekonomi yang sangat signifikan.
“Kalau kita hitung anggaran untuk program MBG di Purbalingga sepertinya setahun lebih dari Rp 1 triliun. Bayangkan saja satu porsi seharga Rp10.000 dan setiap dapur memproduksi sekitar 2.500–3.000 porsi, sementara dapur MBG eksisting kita sekarang sudah 90 dapur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peluang usaha MBG tidak hanya terbuka pada sektor bahan pangan, tetapi juga pada aspek teknis seperti pemeliharaan alat produksi dan distribusi.
Wabup Dorong Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral
Wabup Dimas berharap seluruh anggota koperasi dapat berperan aktif tanpa adanya monopoli maupun ego sektoral.
“Tentunya dengan kerukunan, dengan kolaborasi yang baik, dengan kerja sama yang baik, insyaallah kesejahteraan bersama akan mudah direalisasikan,” tegasnya.
Usai peresmian koperasi, Wabup Dimas juga meninjau SMKN 1 Bojongsari untuk melihat langsung fasilitas praktik tata boga, termasuk kemampuan produksi dan standar higienitas sebagai bagian dari kesiapan mendukung Program MBG. (Prasetiyo)