SMP Negeri 2 Purbalingga Gelar Sosialisasi Thalassemia

Bagikan :

*Penyaji Materi Toto Endargo, Sekretaris POPTI Purbalingga

Foto bersama Sekretaris POPTI Purbalingga Toto Endargo (nomor empat dari kiri) bersama pengurus OSIS dan pendamping OSIS SMPN 2 Purbalingga. (Foto: Humas SMPN 2 Purbalingga/EDUKATOR) 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Ratusan peserta ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 2 Purbalingga, Kamis (22/1/2026) mengikuti sosialisasi Thalassemia yang digelar bersama Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan ini menjadi upaya edukasi dini untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penyakit genetik Thalassemia yang masih minim dipahami masyarakat.

Materi sosialisasi disampaikan Sekretaris POPTI Purbalingga, Toto Endargo. Ia menekankan bahwa persoalan utama di daerah seperti Purbalingga adalah belum pastinya jumlah penyandang Thalassemia mayor. Banyak penderita belum tercatat dalam data resmi pemerintah sehingga potensi peningkatan kasus masih sangat terbuka.

“Purbalingga saat ini mencatat tujuh anak di bawah usia lima tahun yang mengidap Thalassemia mayor, dengan angka kematian penderita di bawah usia 30 tahun yang cukup memprihatinkan,” kata Toto Endargo, yang pernah berdinas sebagai guru di SMPN 2 Purbalingga.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif dan konsisten pemerintah dalam melakukan sosialisasi rutin kepada masyarakat.

Aktif Edukasi ke Sekolah
Ia menambahkan, POPTI Purbalingga telah lama mengambil langkah proaktif dengan menggencarkan edukasi ke berbagai sekolah. “Kami membuka pintu bagi kelompok masyarakat mana pun yang ingin memahami penyakit ini lebih dalam melalui ruang khusus Thalassemia dengan pendampingan tenaga ahli di RSUD Goeteng Taroenadibrata,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga, Soderi, mengatakan kegiatan menghadirkan praktisi dari berbagai bidang merupakan bagian dari program sekolah. Tujuannya untuk memperluas jangkauan edukasi agar manfaatnya tidak hanya dirasakan anggota PMR.

“Kami menyambut positif sosialisasi Thalassemia ini karena memberi pemahaman mendalam dan membantu siswa mengenali penyakit tersebut sejak dini,” katanya.

Tinggalkan Kesan Kuat
Sosialisasi ini juga meninggalkan kesan kuat bagi peserta. Ketua OSIS SMP Negeri 2 Purbalingga, Florencia Irene Iswanto, mengaku termotivasi untuk menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada teman-temannya.

“Pengetahuan ini bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mencegah risiko penyakit genetis di masa depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris OSIS, Galuh Pramudya. Ia menilai sosialisasi ini memberi panduan penting dalam perencanaan kehidupan berkeluarga. “Salah satunya dengan menghindari pernikahan sesama pembawa sifat Thalassemia agar rantai penurunan penyakit dapat diputus,” katanya.

Sebagai bentuk empati, Irene dan Galuh turut menyampaikan pesan dukungan bagi para penyintas Thalassemia. Mereka mengajak teman-teman penyintas Thalasemia, tetap semangat menjalani keseharian dan hadapi kondisi kesehatan dengan optimisme. (Iko)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP