
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, H. Paiman, S.Ag., M.Pd. mewakili Plt Bupati Cilacap sedang berdialog dengan salah satu murid SMPN 1 Maos, Cilacap dalam kegiatan Bupati Mengajar. (Foto: Humas SMPN 1 Maos Cilacap/EDUKATOR)
CILACAP, EDUKATOR–SMP Negeri 1 Maos, Kabupaten Cilacap, menggelar kegiatan Bupati Mengajar sekaligus meluncurkan OXA Soap, produk sabun cuci tangan karya murid berbahan dasar daun sirih cina dan ekstrak kopi, Kamis (15/10/2026). Kegiatan bertema Pemuda Berdaya, Indonesia Maju tersebut menjadi ajang penanaman nilai kepemimpinan sekaligus pembuktian kreativitas dan inovasi murid dalam menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.
Kegiatan yang berlangsung di Panggung Gemilang SMP Negeri 1 Maos itu semula dijadwalkan menghadirkan Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, S.H., M.Kn. Namun, kegiatan tersebut diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, H. Paiman, S.Ag., M.Pd.
Empat Bekal Menjadi Pemimpin Masa Depan
Dalam kegiatan tersebut, Paiman mengajak murid mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, peduli terhadap sesama, berani bercita-cita tinggi, dan mampu melahirkan inovasi.
Ia menekankan empat bekal utama kepemimpinan, yakni integritas, empati, mimpi besar, dan inovasi. Integritas diwujudkan melalui kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Sementara itu, empati mendorong murid untuk menghargai perbedaan, membantu teman, serta membangun kepedulian sosial.
Menurutnya, generasi muda juga perlu memiliki cita-cita yang disertai kesungguhan belajar, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan. Selain itu, kemampuan berinovasi diperlukan agar murid mampu mengembangkan potensi lingkungan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pesan tersebut menegaskan bahwa murid tidak cukup hanya menguasai pelajaran di kelas. Mereka perlu membangun karakter, mengembangkan kreativitas, dan berani mewujudkan gagasan menjadi karya nyata,” katanya.
OXA Soap, Inovasi dari Lingkungan Sekitar
Sebelum sesi Bupati Mengajar, kegiatan diawali dengan peluncuran OXA Soap, produk sabun cuci tangan karya Tim Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMP Negeri 1 Maos.
Produk tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan daun sirih cina dan ekstrak kopi. Gagasan pembuatannya berangkat dari pengamatan terhadap potensi tumbuhan di lingkungan sekitar yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
Pengembangan OXA Soap dibimbing Muji Lestari, Betari Diaz K., Pramita Rosma A., dan Ari Wijayanti. Sementara itu, desain kemasan produk didukung Latifah Irianti.
Melalui proses tersebut, murid belajar melakukan pengamatan, mengembangkan gagasan, bekerja sama dalam tim, serta mengenal pentingnya desain kemasan sebagai bagian dari identitas produk.
Peluncuran OXA Soap sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dapat menghasilkan karya inovatif. Murid tidak hanya menerima pengetahuan dari guru, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi potensi lingkungan dan mengembangkan kreativitas.
Meski demikian, pengembangan produk berbahan alami tetap perlu disertai pengujian keamanan, mutu, dan efektivitas yang sesuai sebelum digunakan atau dipasarkan secara luas.
Sekolah Menumbuhkan Mimpi dan Kreativitas
Kepala SMP Negeri 1 Maos, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan Bupati Mengajar menjadi sarana untuk memperluas wawasan murid tentang kepemimpinan sekaligus mendorong mereka berani merancang masa depan.
“Kami ingin anak-anak memiliki mimpi besar atau big dream,” ujarnya.
Menurut Sigit, sekolah perlu memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan karakter, kreativitas, keberanian mencoba, dan kemampuan memecahkan masalah. Pendidikan, katanya, tidak boleh berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas.
Ia mencontohkan pengembangan OXA Soap yang berawal dari pengamatan sederhana terhadap tumbuhan di sekitar sekolah. Melalui pendampingan guru, murid belajar melihat potensi yang sebelumnya kurang diperhatikan, kemudian mengolahnya menjadi sebuah gagasan produk.
“Anak-anak mencoba melihatnya dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.
Sigit menambahkan, sekolah akan terus mendukung pengembangan potensi murid melalui kegiatan akademik, penguatan karakter, literasi, dan karya inovatif. Guru diharapkan berperan sebagai pembimbing yang membantu murid menemukan serta mengembangkan kemampuan terbaiknya.
Kolaborasi Menyiapkan Generasi Gemilang
Kegiatan Bupati Mengajar dan peluncuran OXA Soap turut dihadiri Kepala Puskesmas Maos Armizah, S.KM.; Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Maos Onenyen Atik Harum Iskiamtoro, S.Sos.I., S.Pd., M.Pd.; Ketua Komda Maos Surip Ekowati, S.Pd., M.Pd.; serta para kepala SMP di lingkungan Kabupaten Cilacap.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan murid.
Momentum Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa juga menjadi pengingat pentingnya kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan bekerja sama. Bahasa menjadi sarana menyampaikan gagasan, sedangkan karya merupakan wujud nyata dari gagasan tersebut.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Maos berupaya mewujudkan generasi Spensamas Gemilang, yakni generasi yang berkarakter kuat, bersemangat belajar, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Bupati Mengajar memberikan inspirasi tentang kepemimpinan, sedangkan OXA Soap menjadi contoh penerapan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Keduanya membawa pesan bahwa generasi muda perlu mengenali potensi diri, berani bermimpi, dan menggunakan pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Dari Panggung Gemilang, SMP Negeri 1 Maos menegaskan peran sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang persemaian karakter, cita-cita, dan karya. Semangat tersebut diharapkan mendorong murid tumbuh menjadi generasi berintegritas, berempati, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.(Prasetiyo)