SMPN 3 Karangreja Padukan Karakter, Spiritualitas, Prestasi, dan Kepemimpinan

Bagikan :

*Penyambutan di Gerbang, Salat Istiska & Doa Bersama, Tryout TKA, dan LDK

Menyambut Hari Santri, anak-anak mengenakan busana muslim disambut oleh bapak dan ibu guru di depan gerbang sekolah. Kebiasaan seperti ini juga dilakukan setiap pagi hari, sebelum pembeljaran dimulai.  ( Foto: Humas SMPN 3 Karangreja/EDUKATOR).

PURBALINGGA, EDUKATOR–SMP Negeri 3 Karangreja, Kabupaten Purbalingga atau akrab disebut SPENTIKAR memadukan pendidikan karakter, penguatan spiritualitas, persiapan akademik, dan latihan kepemimpinan dalam rangkaian kegiatan pada Kamis (22/10/2026).Empat agenda yang bertepatan pada Hari Santri ini menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan 364 murid kelas 7,8 dan 9 agar tumbuh sebagai generasi bertakwa, tangguh, berprestasi, dan peduli lingkungan.

Kepala SMP Negeri 3 Karangreja, Fathonah Sri Utami, S.E. (Foto: Humas SMPN 3 Karangreja/EDUKATOR).

Kepala SMP Negeri 3 Karangreja, Fathonah Sri Utami, S.E., menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari proses pendidikan. “Karakter tidak cukup dibangun melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan positif, keteladanan, penguatan nilai keagamaan, serta kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kepemimpinan,” ujar Fathonah Sri Utami kepada EDUKATOR di SMPN 3 Karangreja.

Budaya Positif Dimulai dari Gerbang
Pagi hari ini, dan hari-hari sebelumnya, selalu diawali dengan pembiasaan menyambut warga sekolah melalui senyum, salam, sapaan, dan sikap saling menghormati. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama.

Penyambutan di gerbang bukan sekadar rutinitas sebelum pembelajaran. Kegiatan itu juga menjadi bentuk keteladanan guru, karyawan, dan murid dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, dan nyaman.

“Budaya positif akan tumbuh lebih kuat apabila seluruh warga sekolah menjalankannya dengan kesadaran bersama. Dengan demikian, nilai-nilai karakter tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sehari-hari,” ujar Fathonah Sri Utami, yang diangkat menjadi kepala di SMPN 3 Karangreja sejak 26 Agustus 2026 ini.  Sebelumnya sebagai guru di SMPN 2 Purbalingga.

Salat Istiska, Memohon Hujan dan Menumbuhkan Kepedulian
Usai seluruh murud , guru dan karyawan berkumpul di sekolah, tepatnya di Aula A.W. Sumarmo dilaksanakan Salat Istiska dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Salat istiska merupakan salat sunah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, terutama ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan yang menyebabkan masyarakat mengalami kekurangan air.

Salat Istisqa di Aula A.W. Sumarmo SMPN 3 Karangreja, Purbalingga. (Foto: Humas SMPN 3 Karangreja/EDUKATOR).

Bagi warga SPENTIKAR, kegiatan ini juga menjadi momentum menanamkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai spiritual diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menghemat air, menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan mengurangi sampah.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Pendidikan keagamaan di sekolah diharapkan turut membentuk generasi yang bertakwa, memiliki kepedulian sosial, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Tryout TKA Mengukur Kesiapan Murid
Di bidang akademik, murid kelas IX sebanyak 131 orang mengikuti tryout  atau uji coba TKA sebagai sarana berlatih dan mengukur kesiapan menghadapi asesmen. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenali bentuk soal, mengevaluasi kemampuan, serta mengetahui materi yang masih perlu dipelajari lebih mendalam.

Murid kelas IX SMPN 3 Karangreja sedang mengikuti TKA. (Foto: Humas SMPN 3 Karangreja/EDUKATOR).

Hasil tryout tidak semestinya hanya menjadi angka atau peringkat. Guru dapat memanfaatkannya untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid dan memperbaiki strategi pembelajaran. Sementara itu, murid dapat menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar menyusun langkah belajar yang lebih terarah.

Melalui pendekatan tersebut, asesmen menjadi bagian dari proses perbaikan diri. “Prestasi tidak hanya diukur dari nilai tinggi, tetapi juga dari kedisiplinan, kesungguhan berlatih, dan kemauan untuk terus berkembang,” tegas Fathonah Sr Utami .

LDK Menyiapkan Pemimpin Muda yang Bertanggung Jawab
Pada hari yang sama, SPENTIKAR membuka Latihan Dasar Kepemmpinan (LDK) bagi 35 calon pengurus OSIS periode 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Oktober 2026, tersebut dirancang untuk mengembangkan tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan.

Kepala SMP Negeri 3 Karangreja, Fathonah Sri Utami, S.E. membuka LDK bagi pengurus OSIS tahun 2026/2027. LDK berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (24/10/2026). (Foto: Humas SMPN 3 Karangreja/EDUKATOR).

Melalui LDK, calon pengurus OSIS diharapkan memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau kewenangan. Seorang pemimpin perlu mampu mendengarkan aspirasi teman, bermusyawarah, menyusun program, dan mempertanggungjawabkan keputusan.

LDK juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kepemimpinan yang melayani dan memberi teladan. Ketangguhan seorang pemimpin tidak hanya terlihat ketika menghadapi tantangan, tetapi juga ketika bersedia menerima masukan dan mengutamakan kepentingan bersama.

Dengan bekal tersebut, pengurus OSIS diharapkan mampu menghadirkan program yang nyata, kreatif, dan bermanfaat bagi warga sekolah.

Empat Agenda, Satu Visi Pendidikan
Saat ini, SPENTIKAR memiliki 364 murid yang terdiri atas 114 murid kelas VII, 119 murid kelas VIII, dan 131 murid kelas IX. Jumlah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik sekaligus karakter murid.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berpijak pada visi SMP Negeri 3 Karangreja, yaitu Bertakwa, Tangguh, Berprestasi, dan Berwawasan Lingkungan. Penyambutan di gerbang menguatkan karakter, Salat Istiska dan doa bersama menumbuhkan spiritualitas, tryout TKA mendukung kesiapan akademik, sedangkan LDK membuka ruang bagi pengembangan kepemimpinan.

Fathonah mengakui, tantangan dari empat kegiatan itu adalah memastikan setiap kegiatan memberikan dampak berkelanjutan. Budaya positif harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, hasil tryout ditindaklanjuti melalui perbaikan pembelajaran, nilai spiritual diwujudkan dalam tindakan, dan LDK menghasilkan program OSIS yang bermanfaat.

Melalui keterpaduan pembiasaan karakter, penguatan iman, kesungguhan belajar, dan latihan kepemimpinan, SPENTIKAR berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab, tangguh menghadapi tantangan, dan peduli terhadap lingkungan. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-22 at 11.32
SMPN 3 Karangreja Padukan Karakter, Spiritualitas, Prestasi, dan Kepemimpinan
IMG_20261021_204212_187
Purbalingga Raih Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027
Screenshot 2026-10-22 075124
Santri: Jalan Terjal Digital dan Sikap Tawadu
Screenshot 2026-10-22 073601
Merawat Akhlak, Menguasai Teknologi: Transformasi Santri untuk Masa Depan Indonesia
WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.31
BNNP Jateng Ajak Warga Salatiga Tak Takut Rehabilitasi