
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, secara simbolis menyerahkan peralatan untuk mendukung pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 resmi dimulai melalui upacara pembukaan di Halaman Pendapa Dipokusumo, Selasa (10/2/2026). Kegiatan kolaboratif TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini akan berlangsung hingga 11 Maret 2026 dengan lokasi utama di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menegaskan dukungan penuh pemerintah kabupaten terhadap program tersebut. Pemkab Purbalingga telah mengalokasikan dukungan anggaran melalui APBD sebesar Rp220 juta.
“Adapun total anggaran TMMD Sengkuyung I Tahun 2026 mencapai Rp499 juta yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten Purbalingga,” jelasnya saat membuka kegiatan.
Foto bersama usai pembukaan TMMD Sengkuyung 1 Tahun 2026
Bangun Infrastruktur, Berdayakan Warga
Wabup menekankan, TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia meminta seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah desa, OPD, hingga masyarakat, bergotong royong menyukseskan program serta menjaga hasilnya agar manfaatnya berkelanjutan.
“Program ini secara tidak langsung turut mendorong terwujudnya visi Kabupaten Purbalingga lima tahun ke depan, yakni akselerasi pembangunan kolaboratif untuk Purbalingga mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf. Aries Ika Satria menambahkan, TMMD tahun ini mengusung tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa. Tema itu menegaskan bahwa kemajuan bangsa berawal dari desa dan harus dikerjakan bersama seluruh elemen.
Akses Jalan Dibuka, RTLH Direhabilitasi
Ia merinci, sasaran fisik meliputi pembangunan rabat beton, pembukaan akses jalan baru, pembangunan talud, pembuatan 10 unit gorong-gorong, serta rehabilitasi dua rumah tidak layak huni (RTLH). Adapun kegiatan nonfisik berupa penyuluhan lingkungan, kebencanaan, pertanian, hingga pelayanan administrasi kependudukan bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Melalui TMMD ini diharapkan akses antarwilayah semakin terbuka, arus perekonomian lancar, kesadaran bela negara meningkat, kemanunggalan TNI dan rakyat makin kuat, serta kesadaran hukum masyarakat bertambah,” kata Aries.
Pelaksanaan TMMD selama sebulan ke depan diharapkan memberi dampak nyata bagi warga Desa Tunjungmuli, baik dari sisi infrastruktur, kualitas hunian, maupun peluang ekonomi yang semakin berkembang.(Prasetiyo)