*Bagi Penderita Diabetes

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggandeng STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan Politeknik (Poltek) ATMI Surakarta untuk mengembangkan sepatu terapeutik bagi penderita diabetes. Kolaborasi lintas institusi ini berhasil memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 10 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pendanaan tersebut diperoleh melalui kerja sama riset inovatif di bidang kesehatan dan teknologi terapan. Program penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun, yakni dari 2026 hingga 2028, setelah melalui tahapan seleksi administrasi proposal dan penetapan akhir oleh BRIN.
Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU dari UAJY, dengan melibatkan tim peneliti lintas institusi. Mereka terdiri atas Anugrah Kusumo Pamosoaji, S.T., M.T., Ph.D.; Ir. Tonny Yuniarto, S.T., M.Eng., IPU; dan Nugroho Mamayu Hayuning Bawono, S.T., M.T. dari UAJY, serta Dita Hanna Febriani, S.Kep., Ns., M.S. dan Bernadetta Eka Noviati, S.Kep., Ns., M.M. dari STIKes Panti Rapih Yogyakarta, serta Rudi Kristianto, S.T., M.T. dari Politeknik ATMI Surakarta.
Sepatu Sobat Diabetes. Foto : Istimewa.
Riset tersebut mengusung judul “Pengembangan Sepatu Terapeutik dan Sistem Informasi Terintegrasi ‘Sobat Diabetes’ di RS Panti Rapih Yogyakarta.” Penelitian ini merupakan pengembangan dari riset disertasi Prof. Wisnu pada 2018 berjudul Pengembangan Desain Sepatu Ortotik Berbasis Teknologi Computer-Aided Engineering System.
Kegunaan Sepatu Terapeutik
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, riset kali ini menekankan pada aspek kegunaan sepatu terapeutik yang disesuaikan dengan tingkat risiko terjadinya luka kaki diabetes. Penentuan subjek penelitian dilakukan berdasarkan kategori risiko, sehingga sepatu yang dikembangkan dapat digunakan secara lebih tepat dan luas oleh penderita diabetes.
“Dalam penelitian sekarang ini, kami menentukan subjek berdasarkan kategori risiko terjadinya luka diabetes atau ulkus diabetes. Harapannya, ketika sepatu ini dikembangkan sesuai tingkat risiko luka kaki, manfaatnya akan jauh lebih optimal dibandingkan hanya melihat pasien sebagai penderita diabetes secara umum,” ujar Dita Hanna Febriani, anggota tim peneliti dari STIKes Panti Rapih Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).
Masing-masing Institusi Pegang Peran Strategis
Dalam kolaborasi ini, masing-masing institusi memegang peran strategis. UAJY berfokus pada riset dan desain sepatu terapeutik, STIKes Panti Rapih Yogyakarta berkontribusi dari sisi keilmuan kesehatan dan keperawatan, sementara Politeknik ATMI Surakarta berperan pada aspek manufaktur dan produksi.
Kolaborasi lintas keahlian tersebut dinilai penting untuk menghasilkan produk inovatif yang tidak hanya unggul secara desain, tetapi juga aman secara medis dan memungkinkan untuk diproduksi secara massal.
Sobat Diabetes
Selain pengembangan sepatu terapeutik, penelitian ini juga mencakup pengembangan sistem informasi terintegrasi “Sobat Diabetes” yang diharapkan mampu membantu tenaga kesehatan dalam memantau kondisi dan perkembangan pasien diabetes secara berkelanjutan.
“Harapannya, produk yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat. Sepatu ini akan difasilitasi dengan sistem informasi, sehingga pencegahan luka kaki diabetes dapat dilakukan sejak dini melalui penggunaan sepatu khusus ini,” kata Nugroho Mamayu Hayuning Bawono, anggota tim peneliti dari UAJY.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan berdampak positif bagi kualitas hidup penderita diabetes serta dapat dikembangkan menjadi produk yang dipasarkan secara luas sebagai upaya preventif terhadap risiko luka kaki diabetes. (Sulist Ds)