UKDW Perkuat Upaya Konservasi Air di Telaga Bamban Gunungkidul

Bagikan :

*Tanam Ribuan Bibit Pohon

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam konservasi lingkungan dengan memimpin kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga keberlanjutan Telaga Bamban di Desa Bantalwatu, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta.

Upaya ini dilakukan untuk menjawab ancaman kekeringan, turunnya daya tampung air, serta perubahan pola pemanfaatan telaga yang semakin dipengaruhi suplai air PDAM dan tekanan lingkungan.

Puncak aksi digelar pada Sabtu (22/11/2025), bertepatan dengan HUT ke-56 Klasis GKJ Gunungkidul.

Kegiatan diawali ibadah bersama, kemudian dilanjutkan penyerahan bibit pohon dan benih ikan oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Dekan Fakultas Bioteknologi UKDW, Dr. Charis Amarantini.

Tanam Ribuan Bibit
Lebih dari 400 peserta, termasuk mahasiswa UKDW dan Universitas Terbuka, turun langsung ke kawasan Telaga Bamban untuk menanam ribuan bibit pohon konservasi serta menebar benih ikan tawes. Suasana penuh antusiasme mewarnai aksi bersama ini, yang menjadi momentum penting menjaga keberlanjutan ekosistem telaga.

Bagi warga Gunungkidul, telaga merupakan sumber kehidupan yang tak tergantikan. Selain menyediakan air, keberadaan telaga menjadi penyangga ekosistem, sumber ekonomi, hingga bagian dari identitas budaya masyarakat. Namun tekanan perubahan iklim, eksploitasi air tanah, dan minimnya tutupan vegetasi membuat keberadaan telaga semakin terancam.

Libatkan GKJ Klasis Gunungkidul
Menjawab tantangan tersebut, UKDW menginisiasi program “Aksi Konservasi Air dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat” bersama Gereja Kristen Jawa Klasis Gunungkidul, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, serta Djarum Foundation.

“Kami ingin mengembalikan fungsi ekologis telaga melalui penghijauan dan tata kelola komunitas, sekaligus membuka potensi ekonomi berbasis konservasi,” ujar Dr. Aniek Prasetyaningsih, M.Si., penanggung jawab program dari UKDW.

Selama November–Desember 2025, program ini menghadirkan berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon konservasi, penebaran benih ikan, pelatihan ekoteologi, konservasi berbasis masyarakat, hingga penguatan ekowisata dan ekonomi lokal.

Aksi ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga model penerapan ilmu bioteknologi dan ekologi berbasis riset yang dapat direplikasi di kawasan karst lain.

Pemkab Siap Mendukung Penuh
Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti memberikan apresiasi tinggi kepada UKDW. “Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkab Gunungkidul siap mendukung penuh,” ujarnya.

Kolaborasi beragam pihak ini diharapkan menjadi contoh kemitraan efektif untuk menghadapi ancaman krisis air dan perubahan iklim.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah, akademisi, gereja, dan sektor swasta, aksi konservasi Telaga Bamban kini diproyeksikan sebagai model pelestarian ekosistem yang terpadu dan berkelanjutan. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

bupati sadewo2
Bupati Sadewo Ajak Masyarakat "Brayan Mbangun Banyumas PAS"
jalan berlubang1
Waspada ! Jalur Mudik Purbalingga Banyak Lubang dan Lampu Mati
beasiswa australia
Beasiswa S2 bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Garuda, Ini Syaratnya...
ut purwokerto
UT Purwokerto, Belajar di Mana Saja dan Kapan Saja
ukdw1
UKDW Gelar Leadership Academy Bertaraf Internasional