
PURWOKERTO, EDUKATOR – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperluas wawasan internasional sivitas akademika mengenai pemanfaatan bakteri laut untuk menghasilkan biomaterial terbarukan yang ramah lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui International Guest Lecture yang diselenggarakan Program Studi Magister Bioteknologi Pertanian, Pascasarjana Unsoed, secara daring melalui Zoom, Senin (12/10/2026).
Kegiatan itui menghadirkan Prof. Ts. Dr. Kesaven A/L Bhubalan dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, dan diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai program studi serta latar belakang keilmuan.
Kuliah tamu bertajuk “Exploiting Marine Bacteria for Renewable Marine Biomaterial Synthesis in Support of Circular Economy Principles” tersebut membahas potensi bioteknologi kelautan dalam menghasilkan material bernilai tambah sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.
Bakteri Laut Berpotensi Hasilkan Biomaterial Ramah Lingkungan
Dalam pemaparannya, Prof. Kesaven menjelaskan bahwa bakteri laut memiliki potensi besar sebagai sumber daya biologis untuk menghasilkan biomaterial terbarukan. Melalui pendekatan bioteknologi, mikroorganisme laut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan produk alternatif yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan konvensional berbasis fosil.
Dua produk yang menjadi perhatian ialah polyhydroxyalkanoates (PHA) dan rhamnolipids (RL). PHA merupakan biopolimer yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif plastik konvensional berbasis bahan bakar fosil. Sementara itu, RL merupakan biosurfaktan yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai sektor industri.
Pengembangan kedua material tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu pemanfaatan sumber daya secara efisien, pengurangan limbah, dan pengembangan produk yang lebih berkelanjutan. Eksplorasi sumber daya hayati laut melalui penelitian bioteknologi diharapkan membuka peluang inovasi material yang mendukung pertumbuhan industri ramah lingkungan.
Kuliah Tamu Perluas Jejaring Riset Internasional
Kegiatan dibuka Direktur Pascasarjana Unsoed, Prof. Dr. rer. nat. Imam Widhiono, M.S. Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Koordinator Program Studi Magister Bioteknologi Pertanian, Prof. Dr. Eng. Maria Dyah Nur Meinita, S.Pi., M.Sc.
Selain memperkaya pengetahuan tentang perkembangan bioteknologi kelautan, kuliah tamu ini menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman penelitian antara akademisi. Diskusi yang berlangsung diharapkan mendorong lahirnya topik riset baru, memperluas jejaring akademik internasional, serta membuka peluang kolaborasi antara Unsoed dan UMT.
Maria Dyah Nur Meinita berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama akademik dan penelitian kedua institusi.
“Kami berharap kegiatan ini membuka kolaborasi riset berkelanjutan,” ujar Maria.
Ia menjelaskan, peluang kerja sama dapat dikembangkan melalui penelitian bersama mengenai biomaterial terbarukan, khususnya PHA dan rhamnolipid berbasis mikroorganisme. Kolaborasi juga diharapkan mencakup pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.
Dorong Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Magister Bioteknologi Pertanian, Pascasarjana Unsoed, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas wawasan global mahasiswa.
Melalui penguatan kemitraan internasional, Unsoed mendorong pengembangan bioteknologi yang inovatif dan kolaboratif. Pemanfaatan potensi sumber daya hayati laut diharapkan menghasilkan inovasi material yang memiliki nilai tambah, mengurangi dampak lingkungan, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Ke depan, tindak lanjut berupa penelitian bersama dan pertukaran keilmuan diharapkan memperkuat kontribusi Unsoed dalam pengembangan bioteknologi kelautan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (Prasetiyo)