
Foto bersama Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq dan Direktur Utama PT. SHS Adhi Cahyono Nugroho bersama jajarannya masing-masing usai menandatangani Mou.
PURWOKERTO, EDUKATOR–Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokert dan PT. Sang Hyang Seri (SHS) menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman pengembangan riset dan pemuliaan tanaman pangan, Kamis (26/2/2026), di kantor pusat PT. Sang Hyang Seri, Jakarta. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi riset dan produksi benih unggul nasional.
Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq dan Direktur Utama PT. SHS Adhi Cahyono Nugroho menandatangani Mou antara Unsoed dengan PT Sang Hyang Seri .
Kepala Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed, Dr. Dyah Susanti, SP., MP., menegaskan kerja sama tersebut memiliki makna penting bagi sektor pertanian nasional.
“Kolaborasi Unsoed dan BUMN pertanian PT SHS ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi benih unggul hasil riset.” ujarnya.
Fokus Pemuliaan Varietas Unggul
Direktur Utama PT. SHS Adhi Cahyono Nugroho menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini, khususnya pada pemuliaan tanaman padi.
“Kerja sama ini dukung swasembada beras,” katanya.
Ia menambahkan, peran PT. SHS sebagai BUMN adalah memastikan ketersediaan benih varietas unggul guna menjaga stabilitas produksi beras nasional.
Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq (kanan) bersama Direktur Utama PT. SHS Adhi Cahyono Nugroho
Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., berharap nota kesepahaman mampu menjembatani hilirisasi inovasi kampus.“Inovasi kampus harus berdampak luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, varietas unggul padi dan kedelai Unsoed memiliki keunggulan toleran perubahan iklim serta kandungan gizi yang mendukung pencegahan stunting.
Produksi Massal dan Penjaminan Mutu
Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama sebagai implementasi MoU, dua varietas unggul Unsoed, yakni Inpago Unsoed 1 dan Inpari Unsoed P20Tangguh, akan diproduksi massal oleh PT. SHS dengan lisensi eksklusif. Adapun Inpago Unsoed Protani diproduksi dengan lisensi umum bersama pihak lain.
Produksi benih bersertifikat Inpago Unsoed Protani yang telah dilepas sebagai Varietas Unggul Nasional diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih padi gogo yang masih tinggi di berbagai daerah.
Penandatanganan dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Humas dan Kerja Sama Unsoed Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.IP., Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., serta tim pemulia padi Unsoed, diantaranya Prof Ir Totok Agung Dwi Haryanto, MP PhD.
Monitoring dan evaluasi produksi massal benih bersertifikat Inpago Unsoed Protani di PT. SHS oleh pemulia tanaman Unsoed.
Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi di lahan riset PT. Sang Hyang Seri di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, sebagai bagian dari penjaminan mutu produk bersama. (Alief Einstein/Prs)